Jodoh Diwaktu Fajar

Jodoh Diwaktu Fajar
episode 21


__ADS_3

Anindya mendekati zen yang masih ngucek2 matanya sabil berkata " bang kamu mandi dulu gih, aku buatin kopi yah??"


Anindya pun meraih selimut yang masih menutupi sebagian tubuh zen dan melipatnya.


"iya an" jawab zen yang langsung berdiri meraih tangan anindya yg sedang memegang selimut, dan mencium keningnya.


"bau iler ihh" ucap anindya sambil tersenyum manis di pagi hari.


"aku lupa naro handuknya dimana an, barang2 aku belum di beresin" tanya zen yang kebingungan mencari handuknya.


"bang, kita dah nikah loh, handuk aku kan ada, kenapa bang jen bingun" jawab anindya sambil tertawa melihat tingkah zen "nanti kita beresin sama2 sayang, udah bang jen mandi dulu, aku buatin kopi, terus gantian mandi, bis itu bang jen imamin aku subuh"


"iya an, terus handuk kamu dimana??" tanya zen


"ayo kita belakang" ajak anindya sambil berjalan keluar kamar, di ikuti oleh zen


Sampe di depan kamar mandi anindya menunjukan handuknya " itu bang" anindya pun menuju dapur.


Zen pun langsung ambil handuk dan mandi, sedangkan anindya membuatkan zen kopi di dapur sambil menunggu zen mandi.


Selesai zen mandi, anindya pun telah menyiapkan kopi di ruang keluarga, kemudian anindya bergantian pergi mandi "kamu udah sekalian wudhlu yank" tanya anindya


"udah yank" jawab zen sambil ganti baju dan memakai sarung untuk shalat, "ya udah kamu sana mandi cepetan, aku tungguin"


Anindya pun langsung mengambil handuknya lalu pergi mandi.


Selesai mandi anindya pun langsung ke kamar dan memakai mukenanya, dan mereka pun shalat subuh berjamaah di kamarnya.


Selesai shalat mereka langsung ke ruang keluarga, untuk duduk2 dan ngobrol.


"wiihhhh asyikkk nih yang berduaan sambil ngopi" celetuk firman yang akan pergi mandi "mas gak di buatin sekalian dek??" tanya firman pada anindya

__ADS_1


"mas mau di buatin juga?" tanya balik anindya yang kemudian menteruput kopi suaminya (zen)


"mau lah dek, mas mandi dulu terus subuhan bis itu ngopi bareng" timpal firman sambil jalan menuju kar mandi yang kemudian di susul mitha.


"gak usah dek, biar mba aja yang buatin untuk mas firman" saut mitha yang kemudian langsung pergi ke dapur.


"airnya ada di termos mba, udah panas, tadi aku masak airnya sekalian" kata nindya sedikit kencang.


Kemudian ummi keluar dari kamar sudah rapi.


"Pagi miii" sapa zen


"Pagi juga nak" jawab ummi sambil berlalu menuju dapur.


"Ummi mau kemana?" tanya anindya yang penasaran liat ummi pagi2 berpakaian rapi.


"Ummi mau kepasar ndoo" jawab ummi dari dapur.


Dari dapur ummi yang membawa tas untuk belanja di pasar menjawab "gak usah ndoo, kamu di rumah aja nenin suami mu"


"Aku anterin yah mii??" timpal zen


"gak usah nak, ummi di anter sama firman, nanti belanjanya di temenin mitha" jawab ummi sambi berlalu menuju kamar lagi.


Sambil memegang tangan zen, anindya bertanya "yank, kapan kita ke dieng??" anindya penasaran


"Nanti siang aku telfon temen dulu, minta info penginapan disana yank, kalo nanti ada besok kita pergi" jawab zen yang langsung meraih cangkirnya hendak menyeruput kopi


tiba2 mitha datang dari dapur yang kemudian menyambar pembicaraan zen dan anindya "hayo ngomongin dieng mau ngapain?" celetuk mitha yang membawa kopi untuk firman


"mba mitha kepoo.." jawab anindya sambil tertawa di ikuti zen.

__ADS_1


"Mana kopi ku??" tanya firman yang baru selesai mandi


"ini ayy" jawab mitha "udah sana ke kamar dulu ganti baju, aku juga mau mandi, kita kan mau nemenin ummi kepasar" suruh mitha agar firman cepat ke kamar "kamu subuhan duluan aja ayy, biar sempet ngopi" sambil jalan berdua kekamar.


"Iya yank" jawab firman yang lansung ganti baju dan shalat subuh, sedang mitha langsung pergi mandi.


Ummi kembali keluar dari kamarnya dan dudu bersama zen dan anindya.


"Ummi gak mau ngeteh dulu, aku buatin" tanya anindy


"Gak usah ndo, kalo ummi mau nanti buat sendiri" jawab ummi sambil melihat ke arah kamar mandi "itu siapa yang mandi ndoo??" tanya umi


"Mba mitha mii" jawab anindya


Setelah mitha mandi dan shalat subuh, firman pun sudah menghabiskan kopinya, ummi dan mitha pun pergi kepasar, anindya tinggal berduaan dengan zen


Setelah ummi,mitha, dan firman pergi, anindya pun semakin nempel di tubuh zen dan begitu mesra sangat terlihat di pengantin baru ini "yank, semalam kita belum nglakuin apa2, kamu gak mau" tanya anindy yg menyandarakan tubuh nya di tubuh zen, sambil menggenggam tangan zen


Tanpa jawaban, zen langsung mendorong sedikit tubuh anindya, untuk melepaskan senderannya, kemudian zen berdiri dan berkata "mau dong yank" sambil meraih tangan anindya dan mengajaknya berdiri yang kemudian di gendongnya anindya menuju kamar.


Setelah di kamar, tejadilah pertempuran pengantin baru itu


Setelah beberapa saat, pertempuran pun selesai, mereka saling menatap penuh cinta, pandangannya begitu penuh kasih sayang, zen pun memeluk erat anindya sambil membisikan sebuah kalimat "I Love You, an"


Anindya pun tersenyum bahagia mendengar kalimat itu, dan membalas pelukan erat zen sambil berkata "Love You Too, bang jen"


Seakan enggan beranjak dari tempat tidur, dan tidak ingin saling melepaskan pelukannya, mereka terus saling memeluk yang kadang terselip sebuah kecupan.


Setelah beberapa saat, mereka pun bangun dan berdiri, takut ummi dan kakaknya pulang mereka langsung keluar kamar dan ke kamar mandi.


Tidak lama kemudian, ummi,mitha, dan firman kemudian pulang saat zen dan anindya baru saja duduk di ruang keluarga dan menyalakan tv.

__ADS_1


Setelah sampai di rumah ummi pun memasak, ditemani mitha dan anindya, sedang zen dan firman lanjut ngobrol berdua.


__ADS_2