
Riani Nurfarida adalah seorang wanita biasa yang baru saja lulus sekolah Riani akan pergi ke sebuah pesantren Nurul Anwar dimana dulu iya pernah mengajar disana meskipun hanya 1 bln lamanya.Disana ia akan melamar sebagai guru ekonomi namun ia tak diterima melain kan ia diterima sebagai sekertaris kepala pesantren.
Riani yang sudah berada di pesantren selama 1 minggu ini telah terbiasa bangun disepertiga malam dikarenakan hari ini adalah hari senin dimana orang - orang biasa puasa sunnah Riani pun sama melaksanakan puasa sunnah. Selesai makan Riani langsung bergegas untuk melaksanakan sholat tahajud di masjid. Namun tak sengaja ia berpapasan dengan seseorang yang tak lain ialah Gus Hafiz.
"Assallammuallaikum ustazah"
"waallaikumsalam ustadz"
"puasa sunnah lagi kah?"
"iya ustadz,memangnya kenapa?"
"enggak pp,nanti sore saya ke asrama ya mau ajak anti ke pasar buat beli bukaan puasa.bisa kah?"
"insyaallah bisa ustadz "
Tak lama dari perbincangan tersebut mereka pun masuk ke masjid dan sholat. Selesai sholat dan mengaji subuh kami semua kembali ke asrama melanjutkan aktivitas mencuci pakaian mencuci peralatan anakna dan lainnya.Sedangkan Riani iya sedang berada dikamar ia sedang menunggu teman sekamar nya selesai mengerjakan pekerjaan nya. Tak butuh lama teman sekamarnya pun datang mereka adalah Najwa dan Salwa,mereka semua tidak sama dengan Riani karna mereka itu masih sekolah dipesantren sedangkan Riani ia menjadi bagian penting untuk kemajuan pesantren.
"Kak Rani"
"Iya Salwa ada apa?"
"Salwa mau tanya sesuatu boleh?"
"boleh mau tanya soal apa"
"Guru Hafiz itu anak habib ya?"
"iya dia anak habib pemilik pesantren ini,memangnya kenapa kamu tanya seperti itu?"
"Tidak Salwa hanya ingin tau saja,Kak Rani tau lah Salwa kan baru pindah sekolah jd blm tau makanya Salwa tanya kakak"
"Yaudah.emm sekarang kalian siap2 ya nanti ada jadwal belajar kan?"
"ehh iya sampe lupa kan Sal"
Mereka pun langsung bersiap2 untuk menghadiri kelas tak terasa kini sudah jam 1 siang waktunya mereka kembali ke asrama karna hari ini hanya 2 pelajaran mereka pun kembali ke asrama. Sedangkan Riani ia masih berada dikantor untuk menyimpan dan melihat beberapa berkas yang harus ia cek ulang lagi. Saking asyiknya memeriksa berkas2 hingga lupa adzan asar pun berkumandang Riani yang mendengar adzan pun langsung bergegas pulang ke asrama dan bersiap2 sholat.
Setelah melaksanakan sholat asar berjamaah mereka pun kembali disibukkan dengan aktifitas sore yaitu hafalan al-quran kecuali para ustadz dan ustazah yang tidak kebagian menalar. Disaat Riani sedang berjalan menuju kantor untuk menaruh beberapa buku anak2 ia berpapasan dengan Ustadz Hafiz.
"Assallammuallaikum, ustazah siap2 ya nanti saya tunggu di rumah abi.sekalian tadi abi panggil ustazah."
__ADS_1
"waallaikumsalam,naam ustadz"
Tanpa fikir panjang Riani pun kembali ke asrama dan bersiap2 selesai bersiap-siap ia pun langsung menuju rumah habib. Sesampainya disana sudah ada habib,ummi, Ustadz Hafiz dan Ustadz Lukman.
"Assallammuallaikum "
"Waallaikumsalam,silahkan duduk ustazah"
"naam ummi"
"maaf ya ustazah harus repot - repot datang kerumah"
"gak pp kok ummi.emmm maaf ummi sebenarnya ada apa ya panggil ana?"
"begini Ustazah saya ada niatan untuk menjodohkan ustazah dengan Ustadz Hafiz. Mungkin ini agak mendadak tapi ini demi kemajuan pesantren dan abah fikir kalian memang sudah matang untuk menikah.lagi pula kalian ini kan sudah pernah bertemu dan bekerjasama untuk memajukan pesantren waktu tahun lalu dan alhamdulillah nya pesantren menjadi maju lagi sampe sekarang"
"ya allah abi gak salah kah berbicara seperti itu"
"Tidak Hafiz abi beneran ini,kalian bersedia tidak untuk menikah?"
"maaf abah bukan nya menolak tapi kan saya baru saja kembali ke pesantren baru 1 minggu disini dan knp harus saya abah yang menjadi pendamping hidupnya ustadz Hafiz. bukankah banyak ustazah yang lain"
"Iya abah tau ini begitu mendadak. abah sudah yakin dengan pilihan abah. Mungkin kalian butuh waktu untuk saling mengenal terlebih dahulu "
"Ya sudah ummi abah Hafiz meminta izin untuk mengajak Ustazah Riani untuk membeli kebutuhan buka puasa karna yang puasa hari senin ini hanya beberapa saja jd Hafiz berencana akan memesan makanan saja diluar agar lebih praktis"
"Ya sudah silahkan tp ingat tidak boleh melebihi batas "
"Ya sudah abah ummi kami pamit dulu Assallammuallaikum "
"waallaikumsalam"
Riani dan Ustadz Hafiz pun pergi menggunakan mobil dikarenakan belanjaan yang akan mereka beli begitu banyak,diperjalanan mereka hanya saling membisu hanya terdengar suara klakson mobil dr arah belakang dan arah berlawanan yang begitu macetnya. Dikarenakan tidak ada suara satu sama lain Ustadz Hafiz lebih dulu membuka suara.
"Hari ini mau masak apa Ran"
"Sepertinya goreng nangka untuk menu pembuka dan makan beratnya terserah Ustadz saja"
"Ohh. gak ush panggil ustadz kalau di luar pesantren. kita ini udh pernah kenal satu sama lain Ran"
"ya Rani msh canggung aja setelah abah td meminta Rani menjadi pendamping hidup Kamu"
__ADS_1
"mmm. apa kamu siap jadi pendamping aku?"
"aku gak tau karna aku merasa takut akan kejadian masa lalu ku yang masih membekas sampai saat ini "
"Ya allah Ran, apa kamu msh saja memikirkan hal yang dulu kamu ceritakan "
"Iya aku masih menyimpan pikiran itu.entah kenapa setiap aku berusaha lupa tapi ingatan itu kembali "
"aku akan menjamin kalau aku akan menjadi pendamping yang akan selalu menghafus semua kenangan masa lalu mu dan kembali kejalan benar bersama ku".
"tunggu nanti ya aku akan meminta ijin terlebih dahulu kepada orang tuaku"
"baiklah aku akan menunggu"
Setelah percakapan singkat tersebut mereka kembali melakukan mobil dan tak butuh lama mereka sudah sampai di parkiran mol dan segera masuk ke mol. Sesampainya di lantai atas mereka langsung membeli beberapa keperluan buka puasa dan beberapa juga ada titipan dari ustazah dan Ustadz lainnya.
"Fiz tolong ambilkan itu aku tak sampai"
"Iya Ran, habis kita belanja kita ambil pesenan dulu oke"
"iya,emm itu yg puasa hari ini berapa orang ?"
"kata Lukman sih cuman 10 orang aja.itu pun hanya ustadz dan ustazah doang"
"mmm gitu. berarti nangkanya cukup lah segini gimana menurut mu cukup atau tidak?"
"cukup kok malahan lebih,ada yang kamu pengen gak biar aku yg belikan untuk mu. itung2 ini rasa terimakasih ku karna kamu mau membantu untuk menyiapkan buka puasa"
"mmm nanti aja deh kalau di moal gak ada yang dipengen nanti aja di luar"
Setelah berbelanja mereka pun langsung meluncur untuk mengambil pesanan nasi box. Sesampainya di sana mereka pun langsung mencari beberapa makanan yang berjejer di sepanjang jalan.
"Fiz bentar ihh aku mau beli cakwe nih"
"ihh kirain aku kamu bakal beli itu tuh" sambil menunjukkan ke arah penjual petis
"hehe gak ahh besok aja kan pamali kalau makan.petis magrib2. udh nih yuk pulang takut kemagriban ini udh jam 5 nih"
"Yaudah yu. nanti goreng nangkanya anterin ke rumah abi ya.biar abi sama umi juga ngerasain masakan kamu "
"iya"
__ADS_1
Mereka pun langsung kembali ke pesantren sesampainya dipesantren mereka pun langsung menyibukkan diri masing - masing.