Jodoh Ku Anak Kiyai

Jodoh Ku Anak Kiyai
Berita yang tak di sangka sangka


__ADS_3

Di kediaman rumah pak kiyai sedang membereskan beberapa seserahan dan beberapa barang - barang yang akan nanti dibawa. Lukman yang sedari tadi menggoda kakak nya yang akan segera meminang sang dambaan hati sejak dulu meskipun mereka tidak pernah menunjukkan rasa satu sama lain.


"cie abang mau nikah"


"cerewet ya lo sini gue jitak tu pala"


"aduh duh bang ampun"


"sudah lah Fiz biarkan saja dia"


"besok acara nya jam berapa"


"kalau gak salah jam 10 bah"


"ya sudah besok kami dari sini pagi biar gak macet"


"abah ummi makasih ya sudah mengijinkan aku menikah dan terimakasih abah karna abah aku tau bahwa masa lalu seseorang itu tidak perlu menjadi penghalang untuk bersama.Karena abah pula aku yakin untuk meminang Riani"


Tak terasa air bening keluar dari mata nya membuat suasana menjadi terharu akan percakapan sang putra.Sebagai orang tua mereka ingin yang terbaik untuk sang anak semata wayang nya apa lagi perihal jodoh sebenarnya mereka tak ingin memberikan keputusan dengan sepihak tapi akhirnya mereka pun mendapatkan kepuasan atas keputusan yang sama ini dengan berjalannya waktu.


Di kediaman asrama putri Riani yang sedang di interogasi oleh Ustazah lain nya ia pun mulai kewalahan dan menjelaskan perlahan lahan hingga semuanya pun bungkam.


"nanti kalian bakal undang kami kan"


"tentu saja tapi apa kalian sanggup datang ke pernikahan kami"


"astagfirullah massa iya sih temen kita mau nikah kita gak dateng.kita semua para ustadz dan ustazah bakal dateng Ran"


"Dan ya nanti kami juga akan membawakan hadiah yang banyak sekali"


"tidak usah repot - repot membawa banyak - banyak hadiah lebih baik kalian simpan saja hadiah itu ketika kita datang kembali kesini"


"gak lah semua ini semata atas perjuangan kalian"


"yups kita tau perjuangan kalian memang berat bagi kalian untuk mengungkapkan rasa cinta dan tak mudah juga untuk menyembunyikan rasa cinta itu"


"wisss Ustazah Wulan bisa juga ya bikin kata - kata bijak seperti itu"


"yeyy emang bisa kali dari dulu kalian aja yang gak pernah nyadar"


"sudah ahh mmmm ini nih ada beberapa cemilan untuk kalian selama disini. aku tau kalian gak akan pulang kan"


"mmm makasih ya"


Tak terasa adzan magrib pun tiba semua para Ustadz dan Ustazah pergi menunaikan sholat berjamaah. Selesai sholat Ustadz Hafiz dan Ustazah Riani berkumpul di depan rumah abah dan ummi untuk berpamitan.


"hati - hati dijalan ya nak awas jangan sampe kelewat batas kalian dijalan berdua "


"iya Bah doain kita ya semoga nanti acara nya lancar dan semoga Abah Ummi dan Lukman selamat sampai tujuan dan semoga tidak ada halangan"


"aamiin"

__ADS_1


"bang undangan nya udah disebarin belum?"


"nanti kamu ambil saja dikamar di atas meja tolong sebarin ya untuk yang jauh cukup wa saja"


"sip"


"Yaudah Ummi Abah Rani sama Hafiz berangkat dulu ya takut kemaleman Assallammuallaikum "


"Waalaikumsalam "


Mereka pun melihat mobil keluar dari halaman rumah menuju jalan besar hingga tak terlihat lagi mobil tersebut. Abah dan Ummi masuk ke dalam rumah sedangkan Lukman pergi menemui Ustadz dan Ustazah yang sedari tadi sudah menunggu di kantor. Sesampainya di kantor semuanya sedang berbincang - bincang hangat dan sesekali melontarkan hal lucu lainnya.


"Ohh iya sampe lupa habis isya nanti kita anterin undangan pernikahan ke beberapa tempat ya San"


"memangnya siapa yang di undang "


"setau ku sih hanya orang - orang yang sudah kenal dengan keluarga besar ku"


"oke siap"


"mmm untuk nanti pergi ke nikahan nya bagai mana"


"begini saja besok setelah aku menghadiri lamaran aku balik lagi kesini nanti paginya kita berangkat kesana"


"terus nanti kita disana tinggal dimana "


"tenang saja aku sudah bicara kepada Abah dan Ummi kalau kalian akan ikut ke nikahan Gus Hafiz "


"Cha tunggu"


"ada apa Lukman "


"mmmm kamu mau nitip sesuatu gak mumpung aku mau keluar "


"Sepertinya tidak usah. karna aku sama temen - temen yang lain mau pergi keluar juga kebetulan Abah juga mengijinkan"


"ohh gitu. yaudah aku pergi dulu ya mau anterin undangan "


Mereka pun kembali ke aktifitas sendiri.


Diperjalanan Ustadz Hafiz dan Ustazah Riani fokus ke suasana perjalanan yang begitu lancar Riani yang sedari tadi sibuk chating dengan beberapa persiapan. Sekitar 2 jam mereka diperjalanan mereka sudah ada di daerah A dan menepi untuk beristirahat terlebih dahulu.


"Ran"


"iya Fiz apaan"


"kita mau makan apa nih udh jam 9 juga dan hanya beberapa warung yang buka"


"aku pengen bakso sih tuh yang didepan sana gimana lagian enak tau ujan - ujan gini makan bakso"


"boleh aja sekalian nanti kita beli buat orang rumah"

__ADS_1


"boleh"


Mereka pun turun dan memesan bakso disana ada banyak juga jajanan lainnya seperti baso goreng sosis bakar martabak dan masih banyak lagi. Ketika pesanan sudah tiba mereka pun langsung makan tanpa ada pembicaraan apapun hanya suara sendok dan garpu yang terdengar. Selesai makan bakso dna memesan beberapa untuk orang rumah mereka pun langsung menjajah lagi beberapa jajanan untuk di cemil di rumah. Selesai menjajah jajanan mereka pun melanjutkan kembali perjalanan.


"oh iya Ran nanti aku tidur dimana"


"nanti kamu tidur di kamar tamu kamar ku di atas jadi nanti kalau ada apa - apa panggil aja oke"


"iya tapi nanti saat sudah sampai aku mau kamu buatkan aku kopi atau susu jahe apa aja lah nanti yang penting anget biar stamina ku kembali pulih"


"oke"


Di kediaman rumah pak kiyai sedang mendiskusikan rentang besok dan ada juga Ustadz dan Ustazah yang akan membantu membawakan seserahan.


"Jadi gimana Lukman siapa aja yang akan datang bersama besok"


"lebih baik semuanya saja Abah agar nanti mereka pun dapat membantu kita untuk acara pernikahan nya"


"menurut Ummi ada benar nya juga"


"ya sudah sekarang kalian siap - siap dan besok jam 6 sudah kumpul disini. Untuk mobil nanti kalian bawa saja mobil yang satu lagi dan jangan lupa seserahan nya kalian rapihkan juga. Dan satu lagi jangan dicampur"


"maaf Abah disini yang bisa bawa mobil cuman Lukman sama Hasan"


"yaudah Hasan nanti di mobil Abah sama anak laki - laki dan untuk Lukman sama Ummi di mobil perempuan bagaimana"


"Lukman setuju bah"


Selesai itu mereka pun kembali ke asrmaa dan tidur.


Kembali ke Riani dan Hafiz mereka sudah sampai di kampung alhamdulillah perjalanan mereka lancar sampai tujuan tidak ada kendala sama sekali. Riani pun menurun kan beberapa barang bawaan mereka dan segera menuju rumah karna keadaan rumah nya sudah sunyi kemungkinan mereka sudah tidur. Beruntungnya Riani membawa kunci cadangan mereka pun masuk kedalam rumah didalam nya sangat sederhana dan lumayan agak besar juga.


"Fiz bentar ya aku ke rumah ibu dulu soalnya adik aku sih belum tidur lampu kamar pun masih nyala"


"Itu bakso nya bawa sekalian"


Riani pun pergi menuju rumah kedu orang tuanya ketika pintu dibuka ternyata keluarga nya belum tidur semua entah karna hujan hingga suara nya tak didengar.


"Assallammuallaikum "


"waallaikumsalam ya allah teh kok gak bilang udah nyampe"


"hmm teteh mah kaya gak ada sopan santunya aja"


"ehhh anak kecil udah bisa ya bilang gitu (menjitakkepala sang adik). hehe maaf mah tadi teteh udah nyawut kok tapi karena hujan jadi gak kedengaran ke dalam rumah"


"bawa apaan tuh" ( sambil mengambil kantong kresek yang dipegang sang kakak )


"emmm mah teteh minta susu jahe dong itu Hafiz pengen susu jahe entah karna masuk angin atau gimana dan soal tukang - tukang pagi ini datang nya karna ada kendala hujan tadi"


"ambil aja teh ohh iya gak papa besok pagi aja"

__ADS_1


Riani pun langsung kembali ke rumah dan membuatkan Hafiz Susu jahe. Selesai membuat susu jahe ia pun langsung ke kamar untuk istirahat. Begitu pula dengan Hafiz selesai meminum susu jahe ia langsung ber istirahat.----'---


__ADS_2