
Diruangan lain Riani bersama teman kamarnya sedang berada di dapur untuk memasak goreng nangka ada yang sedang mengupas nangka ada yg sedang menyiapkan kotak2 dan Riani kebagian untuk membuat adonan dan menggorengnya. Sekitar setengah jam goreng nangka pun jadi dan segera membagikan nya kepada ustadz dan ustazah lainnya.
"ukhty Salwa tolong panggil kan ustazah Riani untuk datang ke kantor setelah sholat magrib nanti"
"naam ustadz "
Adzan maghrib pun berkumandang mereka pun langsung buka puasa dan melanjutkan sholat berjamaah dimasjid selesai sholat mereka disibukkan dengan aktifitas belajar malam seperti mengaji,hafalan,dan ada juga yang sedang santai - santai di depan masjid.
"Ustazah tadi ustadz Hafiz bilang untuk segera ke kantor setelah sholat magrib"
"naam ya Salwa"
"duh ada apaan ya perasaan tadi gorengan nangkanya udh banyak apa kurang ya mmm yaudah deh aku bawa lagi yg di asrama. Tapi apa yang mau dibicarakan coba dikantor bukannya semua sudah selesai.ahhh bodo amat dah mending kesana aja nanti malah di omelin lagi kalau gak nurut"
Ustazah Riani pun segera ke kantor menemui ustadz Hafiz sesampainya dikantor ternyata disana juga ada beberapa ustadz dan ustazah.
"Assallammuallaikum. maaf ana telat"
"Waallaikumsalam tak apa - apa ustazah Rani"
"oke kita mulai saja. ini soal acara perpisahan kelas 3 apa akan dibuat seperti tahun lalu atau beda lagi acara"
"kalau menurut ku lebih baik acara baru lagi karna acara tahun lalu itu sudah beberapa kali di buat dan para siswa pun pasti merasa bosan" ucap Hasan
"betul banget kata Hasan. Ada ide gak untuk acara nya seperti apa?"
Sedangkan Riani yang sedari hanya melihat mereka berdebat saling melempar usulan satu sama lain. Tak terasa mereka pun selesai berdiskusi dan kembali ke asrama masing2. Namun tidak dengan Ustadz Hafiz,Ustadz Lukman,Ustazah Riani dan Ustazah Ucha mereka lebih memilih berbincang - bincang kembali mengenai jadwal besok.
"Oh iya cha soal buku kitab udah ada berapa ya asa yabg kurang gak?"
"lumayan sih Man soalnya kemarin ada beberpa sisa uang kas pesantren jadi aku inisiatif buat beli buku kitab yang kurang dan alhamdulillah nya udh kok "
"Ran kamu kenapa dari tadi diem mulu gak ada reaksi apa2 terus. apa kamu sakit"
"enggak kok aku cuman kurang enak badan aja"
"bener nih"
"iya beneran ucha"
"Fiz kita balik ke masjid jamaah isya nih"
mereka pun langsung bergegas ke masjid melaksanakan sholat isya berjamaah selesai sholat mereka pun langsung kembali ke asrama masing - masing.
Di kediaman rumah pak kiyai.
Malam hari ini pak kiyai dan ummi sedang bersiap - siap untuk pergi ke luar kota karna ada urusan yang begitu mendadak.
__ADS_1
"ummi udh ngasih tau belum sama anak-anak"
"Astagfirullah maaf abah ummi lupa"
"Assallammuallaikum "
"waallaikumsalam, tuh anak - anak udah pulang"
"abah sama ummi mau kemana?"
"begini ummi sama abah mau ke luar kota karna ada urusan mendadak. Ummi mau titip surat ini untuk Ustazah Riani nanti Kamu kasih ya" (sambil menyodorkan surat)
"baik ummi"
"yaudah sekarang kita berangkat dulu Assallammuallaikum "
"jaga Ustazah Riani Fiz. Abah mau setelah nanti abah sama ummi pulang kalian sudah siap untuk menikah"
"Iya abah waallaikumsalam "
Abah dan ummi pun berangkat sedang kan Hafiz iya sedang berada dikamar dan melihat kalender untuk melihat jadwal pulang.
"apa aku harus memastikan datang kerumah nya untuk meminta restu. Tapi apa dia akan menerimanya jika aku akan ikut bersama nya saat pulang nanti.ya allah bantulah aku untuk urusan ini aku tidak ingin dilema dalam percintaan yang bukan seharusnya hamba fikirkan"
****
Di kediaman asrama putri. Ustazah Riani, Nazwa dan Salwa mereka sedang makan goreng nangka sisa tadi selesai itu mereka pun tidur. Namun tidak dengan ustazah Riani dia terus guling kanan guling kiri dan akhirnya ia pun keluar asrama pergi ke taman asrama dan menenangkan pikiran nya yang campur aduk.
"gak bisa kaya gini terus. nanti saat libur aku akan pulang dan bicara dengan orang tua ku agar kedepannya tidak ada lagi fikiran yang seperti ini.haduh membuat dilema saja"
Ustazah Riani pun langsung kembali ke asrama dan kembali tidur.
Jam 03 disepertiga malam semua pas santriwan dan santriwati sudah ada di masjid untuk melaksanakan sholat tahajud dan sholat subuh.
Selesai sholat mereka pun kembali ke asrama masing - masing disaar Ustazah Riani keluar terdengar suara memanggil dari arah belakang tak lain ialah Ustadz Hafiz.
"Ustazah Riani tunggu sebentar"
"duh mau ngapain yah ini kan masih banyak anak - anak masa iya dia mau bahas soal kemarin - kemarin" celetuknya dalam hati
"iya ustadz ada yang bisa saya bantu?"
"ini ada titipan dari ummi. awalnya mau dikasih kemarin malem tapi karna udh terlalu malem jadi baru sekarang ngasih nya"
"makasih Ustadz, memangnya ummi kemana Ustadz?"
"ummi sama abah lagi ada tugas untuk ke luar kota dan ummi titip surat buat Ustazah. mungkin suratnya penting makanya di suruh anterin"
__ADS_1
"Yaudah saya langsung balik lagi ke asrama ya mau siap2 ngajar"
Kebetulan sekali hari ini ada ustazah yang tidak bisa mengajar dan Ustazah Riani menggantikan nya. Dengan beriringan waktu para santriwan dan santriwati telah melaksanakan ujian dan melaksanakan perpisahan begitu pula dengan abah dan ummi yang sudah pulang dari luar kota.
Ke putusan mengenai perjodohan antara Ustazah Riani dan Ustadz Hafiz pun sudah ada lampu hijau dari Ustazah Riani.
****
Flash back on
Malam hari Ustazah Riani mengalami ke gelisahan dan berinisiatif untuk pergi ke taman pesantren di belakang asrama. Tak disengaja Ustadz Hafiz bertemu di taman dan mereka saling diam saru sama lain.
"Ran kenapa datang kesini malam2.bukannya harus cepet tidur besok kan hari perpulangan anak2"
"aku lagi ada kegelisahan sehingga harus datang kemari,tempat ini begitu nyaman untuk menenangkan diri dan disini pun ana dan teman2 sudah terbiasa datang malam2"
"ohh seperti itu"
"terus Kamu ngapain disini bukannya besok juga jadi panitia ya"
"entah lah Ran semenjak pembicaraan abah dan ummi tempo hari aku merasa kan kegelisahan disetiap malam jumat dan aku juga sering datang kesini "
"hah kegelisahan,maksudnya gimana"
"aku sudah memutuskan untuk pergi kerumah mu bertemu dengan orang tua mu nanti dan memastikan bahwa perjodohan ini mereka telah menyetujui nya dan aku pun tak perlu khawatir lagi untuk meminang mu"
deg
Mendengar ucapan tersebut Ustazah Riani pun terdiam dan menundukkan kepalanya.
"Ternyata allah telah memberi kan restu nya kepada kita "
"maksud mu apa Ran"
"Jika memang itu mau mu aku akan mengajak mu kerumah dengan syarat jika nanti lamaran mu di restui aku ingin kita saling luangkan waktu selama berada di kampung ku"
"aku terima persyaratan mu. Tapi lebih baik kita menikah langsung bagaimana. agar aku dapat menjaga kamu lebih aman lagi dan lebih leluasa lagi jika kita pergi kemana pun"
"tapi adat disana butuh waktu Fiz tidak semudah yang kamu bayangkan"
"iya aku tau Ran. menurut ku disaat nanti aku melamar mu aku akan membawa abah dan juga ummi. jika kedua orang tua mu setuju 2 hari dari lamaran ku kita menikah. apa cukup untuk mempersiapkan nya"
"aku kurang tau Dia mengenai persiapan pernikahan memang sudah ada beberapa orang2 yang pernah aku percaya untuk pernikahan sahabatku. mungkin mereka bisa membantu"
"ya sudah besok setelah persiapan anak2 kamu datang ke kantor dan diskusikan ini dengan ku agar aku bisa memproses"
"lalu tentang biaya nya bagaimana,aku dan keluarga ku belum memiliki uang jika pernikahan ini mendadak"
__ADS_1
"kamu tenang aja aku sudah memiliki uang yang cukup untuk membiayai pernikahan kita nanti. lebih baik besok kamu telpon orang tua mu untuk mengabari kalau nanti hari senin kamu akan lamaran"
"ya sudah kalau begitu aku kembali ke asrama ini sudah terlalu larut untuk kita berada berduaan di taman takut ada yang aneh2"