
Pagi hari jam 08 sudah terdengar tukang dekorasi lamaran di halaman rumah Riani banyak juga orang yang membantu menyiapkan semuanya. Beberapa keluarga Riani sudah ada di kediaman nya begitu pula ada beberapa teman dekat mungkin teman yang lainnya pun akan menyusul.
Di kediaman Pesantren keluarga Abah dan Ummi sudah siap begitu pula para Ustadz dan Ustazah sudah siap untuk berangkat.
"Wulan itu seserahan nya udh dirapihin blm"
"Sudah Fit"
"Ya sudah kita berangkat sekarang Lukman"
"Baik Ummi"
Rombongan keluarga Abah dan Ummi begitu pula dengan Ustadz dan Ustazah selama 4 jam kurang para rombongan hampir sampai begitu pula dengan persiapan nya sudah selesai dari jam setengah 9 pun. Didalam kamar Riani sedang di rias oleh sodaranya yaitu Feby sangat cantik dan anggun sekali ketika riasan dan pakaian nya selesai. Hafiz yang sedang berangkat subuh2 untuk pergi ke rumahnya dan berangkat kembali bersama keluarga nya.
Sudah 4 jam lamanya keluarga Abah dan Ummi pun sampai di cipanas. Hafiz yang sudah melihat rombongan keluarganya langsung menghampiri nya.
"udah ganteng aja nih Ustadz Hafiz"
"harus dong Salman ini kan bari bahagia ku "
"Yaudah kita berangkat langsung aja udh terlalu siang juga nih"
Mereka pun langsung berangkat Hafiz menggunakan mobil nya bersama Supir di rumahnya Abah dan juga Ummi. Perjalanan demi perjalanan yang mereka tempuh akhirnya sudah sampai juga di kediaman sang calon mantu.
"Bismillah"
"udah tenang aja insyaallah acaranya lancar"
"yaudah yuk"
Di dalam kamar Riani sudah sangat tegang ketika sodara bilang bahwa rombongan sudah tiba. Alhamdulillah acara pun selesai kini semua para tamu dan keluarga besar sedang menikmati hidangan yang telah disediakan.
"Riani"
"Rahmi"
"akhirnya kamu sudah ada yang lamar seneng deh bentar lagi kamu bakal nikah dan calon kamu ganteng juga"
"alhamdulillah ini berkat doa yang tak pernah putus. yeyy bisa aja kamu giman - gimana udah isi belum"
"haduh doanya aja ya semoga cepet dikasih kepercayaan sama allah"
"udah ahh jangan sedih lagi nanti kita berdoa sama allah supaya diberi keturunan nya bareng aamiin"
"duh bisa aja kamu mah Ran"
"nanti dateng ya ke acara nikahan nya jangan lupa bawa suami nya"
"siap ini ada bingkisan dari ku dan suami"
"mmm makasih ya sana tuh bungkus buat bawa kerumah suruh cicipin sama suami kamu Ami"
"pasti"
Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar kini Hafiz sedang ber istirahat di kamar Riani kebetulan kamar tamu sedang dipake untuk menaro beberapa kado sedangkan seserahan di letakkan di kamar utama.
"Fiz kata Lukman mau bareng atau gimana"
"Biarkan aku disini terlebih dahulu rasanya cape sekali padahal hanya acara lamaran saja"
"oke"
Riani pun pergi ke dapur untuk membuatkan secangkir teh manis dan beberapa kue bersama cemilan untuk Hafiz.
"Fiz bangun minum dulu teh nya"
"whisss makasih ya calon istri ku"
"iya sama - sama"
__ADS_1
"gimana sama seserahan nya ada yang kurang gak"
"mmm sepertinya ada deh"
"apa yang kurang" ( sambil melihat kearah seserahan nya )
"hehe gak ada kok semuanya komplit banget aku canda Fiz"
"kamu tu ya bisa - bisa nya bikin aku panik"
"hehehehe"
Mereka pun canda tawa bersama karna waktu sudah mulai larut Hafiz pun pulang ke rumah nya dan bersiap siap untuk hari pernikahan yang 2 hari lagi akan di laksanakan.
Di Cipanas Abah beserta yang lainnya sedang membahas soal seserahan lagi dan mahar yang akan di berikan kepada Menantunya nya nanti.
"Abah tidak perlu khawatir aku sudah membeli perlengkapan nya tinggal di bungkus aja nanti dan untuk mahar Riani hanya ingin uang sebesar 24 jt "
"lah kenapa mahar nya segitu Fiz "
"kata Riani dia mau jumlah nya sesuai tanggal lahir nya dah yaitu 24 dan kebetulan sekali tanggal pertemuan kita juga tanggal 24 "
"ya sudah gimana kamu saja tapi Ummi mau nanti setelah kalian menikah kalian jangan dulu ke pesantren tunggu 1 bulan aja karna kalau kalian langsung pergi ke pesantren ke mungkinan kalian akan cape"
"Abah setuju dengan perkataan Ummi kamu"
"Baik lah aku akan tinggal selama 1 bulan"
Keesokan harinya banyak orang yang datang kerumah untuk nyamungan ( adat yang sudah biasa ketika seseorang akan menikah ) ada juga yang sedang asik mencopot dekorasi kemarin.
Di ruang tamu Riani sedang makan buah buahan bersama ponakan2 nya juga bersama kakak kakak nya.
"Rin malam ini kamu maskeran wajah ya biar nanti pas hari akad kamu kelihatan cantik luar dalam"
"masker yang kaya gimana"
"yang kaya gini " ( sambil menunjukkan masker yang tersedia )
"boleh aja tapi yang beli dan anterin ke sini jangan dia kan dilarang kemana2 "
"iya"
Adzan dzuhur pun berkumandang Riani bersama sodara - sodara nya melaksanakan sholat dan kembali ke aktifitas masing - masing. Lalu ia teringat mengenai ia harus maskeran Riani pun langsung menelpon Hafiz.
"Assallammuallaikum "
"Waallaikumsalam, iya de ada apa tumben telpon"
"ade boleh minta tolong gak"
"minta tolong apa"
"tolong belikan ade masker wajah yang organik di apotik atau gak di supermarket"
"mau berapa biji"
"2 aja sudah cukup kok nanti yang belinya Lukman aja ya sama yang anterin ke sini kan kakak gak boleh kesini dan gak boleh kemana - mana dulu"
"iya nanti kakak suruh Lukman kok. Mau titip apa lagi"
"mmm mau bakso deh sama sate sekalian sama mie ayam yabg waktu itu kita beli"
"oke tunggu ya"
"makasih kak"
Di kediaman Ustadz Hafiz sedang menyiapkan seserahan bersama para Ustadz dan Ustazah.
"Lukman"
__ADS_1
"iya ada apa Gus"
"ini Riani tadi telpon tolong belikan masker wajah di apotik terus beli bakso, sate, mie ayam sekalian beliin jajanan yang di pinggir jalan itu loh semuanya beli aja satu - satu"
"yang bener Gus Ustazah Riani suruh beliin itu semua"
"sebenarnya gak sih cuman saya aja yang mau inisiatif soal makan atau tidak nya disana pasti banyak sodara2 nya. Usahain belinya yang banyak untuk jajanan di pinggiran 3 bungkus semuanya. Untuk Masker wajah pilih yang kunyit sama bengkuang aja. Ini nih list nya nanti kalau ada yang gak ngerti telpon aja Ustazah Riani"
"siap yang lain ada yang mau titip gak "
"nanti saja Ustadz Lukman "
Lukman pun langsung berangkat membeli beberapa pesanan Ustazah Riani. Sesampainya di toko masker Lukman membeli 4 masker karna itu yang tertera di kertas. Selesai membeli masker Lukman kembali membeli jajanan di pinggir jalan. Semua jajanan yang ada disana di buru oleh nya.
"emmm semuanya sudah beres kecuali mie ayam disini di tulisnya mie ayam legendaris tapi di pasar gak ada juga udah nyari - nyari dari tadi tapi gak nemu - nemu. Ya sudah lah lebih baik aku telpon saja Ustazah Riani "
Di rumah Riani yang sedang asik menonton bersama sodaranya tiba - tiba mendengar hp nya berdering dan langsung mengangkatnya.
"waallaikumsalam iya Lukman ada apa"
"ini Ustazah beli mie ayam nya sebelah mana ya soalnya di cariin di gak gak ada di simpang gak ada terus dimana"
"oh itu kami belinya di pinggir jalan nanti aku share lok deh tempatnya"
Riani pun langsung mengirim alamat mie ayam tersebut dan kembali menonton televisi. Sedangkan Lukman langsung pergi meluncur membeli pesanan sang Ustazah .Setelah semuanya beres dan langsung meluncur ke rumah Ustazah Riani.
"Assallammuallaikum Ustazah ini Lukman"
"Waallaikumsalam kok banyak - banyak sih Man kan saya cuman minta sedikit aja"
"saya kurang tau Ustazah karna itu suruhan Ustadz Hafiz "
"ohh yaudah makasih ya mampir dulu Ustadz"
"makasih Ustazah tapi saya masih ada kerjaan ya sudah saya pamit pulang Ustazah Assallammuallaikum "
"waallaikumsalam "
Ustadz Lukman pun kembali pulang.
Ustazah Riani yang sudah menerima pesanan nya langsung ke dapur untuk menaro beberapa makanan untuk malam nanti bersama sodara - sodara nya dikarenakan mereka semua sedang berkumpul bersama yang lainnya. Selesai menaruh beberapa makanan Riani pun langsung makan makanan pesenan nya sendiri.
Malam hari Riani bersama sodaranya sedang memakai masker wajah bersama kebetulan hari ini mereka tidur di rumah.
"Ran nanti pas malem pertama jangan berisik ya"
"isshh apaan sih kayanya gak bakal ada malam pertama deh"
"kenapa gak bakal ada"
"jangan bilang kamu lagi palang merah"
Riani hanya tersenyum.
"yah gagal dong"
"ya mau gimana lagi dong ini kan udah waktunya juga"
Mereka bercanda tawa hingga larut malam dan kini mereka pun tidur di kamar masing - masing yang telah di sediakan. Di rumah Hafiz ia masih saja terbangun entah kenapa malam ini tak selera sekali untuk tidur lalu ia pun memutuskan untuk menelpon Riani.
"Assallammuallaikum de kakak gak bisa tidur nih"
"waallaikumsalam sama kak ade juga gak bisa tidur"
"gimana sama makanan nya enak gak"
"enak kok. tapi kenapa harus sebanyak itu sih kak"
"ya gak pp kakak pengen ngasih jajan kamu aja"
__ADS_1
Mereka pun saling mengobrol satu sama lain hingga ter tidur.