
Pagi hari di halaman pesantren sudah ada beberapa keluarga para santri untuk menjemput anak semata wayang nya diantara mereka pun ada yang pulang sendiri karna orang tua nya tidak dapat menjemput ada pula yang gak pulang dikarenakan rumah mereka yang jauh.
Dikediaman asrama putri sudah ada beberapa anak - anak yang lalu lalang kesana kemari membawa barang - barang mereka. Sedangkan Ustazah Riani iya sedang berada di kediaman rumah kiyai yang tak lain adalah ayah dari Ustadz Hafiz dan Ustadz Lukman. Ustazah Riani sedang membantu ummi memasak karna hari ini ummi berencana untuk mengundang para Ustadz dan Ustazah untuk makan bersama sebelum mereka pulang ke halaman rumah nya. Di dapur sudah tercium aroma masakan yang begitu enak untuk mereka santap. Ustadz Hafiz yang mencium aroma masakan langsung ke dapur dan melihat apa yang sedang ummi nya masak.
"wah wangi banget masakan nya,ummi hari ini masak apa"
"ehh anak ummi yang paling ganteng. ini ummi lagi liatin Ustazah Riani masak cumi2 balado sayang sama sayur nangka"
"ohhh ternyata Ustazah Riani yang masak. kirain Hafiz ummi yang masak"
"tadinya ummi yang mau masak tapi kata ustazah Riani biar dia saja yang masak. Gimana udh cocok belum tuh jadi pendamping kamu"
Mendengar ucapan ummi Ustadz Hafiz langsung tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal begitu pula dengan Ustazah Riani dia tersenyum dan pipinya mulai memerah.
"Yaudah ummi Hafiz ke depan lagi ya mau kumpulin Ustadz dan Ustazah "
"malu tu pasti,duh dasar anak jaman sekarang kalau udah mulai suka ya kaya gitu malu2" ucap ummi dalam hati
"ohh iya Ustazah Riani bagaimana kedekatan nya dengan anak ummi"
"alhamdulillah baik ummi,mmm ummi Rani pulang ke asrama ya soalnya belum siap2 untuk pulang besok"
Ustazah Riani pun kembali ke asrama sesampainya dikamar asrama Riani merasa kesepian karna kedua teman kamarnya telah pulang dan hanya tinggal sendiri. Ustazah Riani pun langsung membereskan barang - barang untuk pulang malam ini sudah 2 jam beberes pun selesai.
Tak lama pintu asrama ada yang mengetuk ternyata itu Ustazah Ucha.
"Assallammuallaikum Ustazah Riani "
"waallaikumsalam,ada apa cha"
"nanti malem tidur sekamar ya soalnya aku sendiri "
"boleh banget kebetulan aku juga sendiri"
Tiba-tiba hp Ustazah Riani berdering tanda masuk pesan.
"*Ran cepet ke kantor kita selesaikan masalah pernikahan kita"
"iya sebentar aku mau kunci dulu asrama*"
Begitulah isi pesan singkat di hp nya.
"maaf ya cha aku ada urusan mendadak nih,nanti kita bincang2 lagi ya"
"oke"
Ustazah Riani pun langsung pergi ke kantor dan benar saja disana sudah ada ustadz Hafiz yang sedang didepan komputer. Saking asyiknya suara salam yang dilontarkan Ustazah Riani tak ada jawaban sama sekali.
"Astagfirullah Fiz orang unjuk salam itu ya dijawab loh"
"Waallaikumsalam maaf Ran aku sedang fokus mengedit kartu undangan"
"mana coba liat"
Ternyata editan kartu undangan nya begitu indah seperti yang ia harapkan.
"bagaimana soal persiapan yang kemarin kamu katakan"
__ADS_1
"kata temen ku kita pilih dulu saja dekorasi nya,dan berapa orang yang akan di undang dan berapa ukuran tempat pernikahan nanti"
"ya sudah mana aku lihat dekorasi nya."
Mereka pun melihat dekorasi dengan seksama dan akhirnya memilih dengan tema yang sesuai hati mereka persiapan demi persiapan sudah beres. Tinggal menelpon.
"Yaudah sekarang kita telpon keluargamu"
Riani pun mengeluarkan ponselnya dna menelpon.
"Assallammuallaikum. mah pak gimana kabar kalian?"
"waallaikumsalam baik teteh,gimana sama keadaan teteh baik kan"
"alhamdulillah baik juga. mmm besok tth pulang dan ada hal yang mau dibicarakan juga tapi mamah sama bapak jangan marah dengan keputusan yang mendadak ini"
"bicara lah nak kami akan mendengarkan"
"begini pak mah anak pak kiyai yang besar yaitu Hafiz melamar tth disini dan besok akan melamar secara langsung kerumah. Apa mmh sama bapak setuju dengan keputusan tth?"
"masyaallah teh ini kabar bagus banget. Insyaallah mmh sama bapak setuju dan rencana nya mau jam berapa kesini"
"insyaallah malam ini kita berdua sampai di sana sekitar jam 10 atau set 11 dan untuk keluarga lainnya menyusul besok"
"Yaudah besok mmh siap kan semua nya "
"ehhh tunggu - tunggu mamah sama bapak gak ush repot nyiapin apapun karna semuanya sudah di atur. Besok subuh tukang dekor akan datang dan ada beberapa belanjaan buat panyamungan. Jadi mamah sm bapak tinggal nungguin mereka aja. Dan soal tukang rias teh udh ngasih tau teh feby dan uwa ade untuk datang"
"masyaallah teh mmh gak nyangka bakal secepat ini"
"waallaikumsalam "
Telpon pun putus.
Hafiz yang mendengar kabar bahwa calon mertuanya menerima nya dengan senang hati.
"Ternyata benar kata abah kalau Riani adalah wanita yang pantas untuk menjadi pendampingku dan aku tau masa lalu nya tapi aku tidak pernah mempermasalahkan itu.Dan kini aku tidak akan pernah menunda nunda lagi "
"Fiz ihh kok diem sih"
"ahh ya apa"
"kita berangkat besok atau gimana "
"gimana kalau malam ini kita berangkat. Kita pakai mobil saja. Besok Ummi Abah dan bang Lkman menyusul"
"tapi kamu udah ngasih tau soal pernikahan ini"
"sudah dan mereka pun setuju. Untuk berkas - berkas kamu siapkan besok setelah acara lamaran. Dan lebih baik sekarang kita bersiap - siap setelah itu kita pergi ke mol untuk membeli seserahan yang kamu suka."
Ustazah Riani pun kembali ke asrama dan bersiap - siap untuk pergi tak butuh waktu lama Riani pun selesai dan berangkat kerumah Abah.
Di kediaman rumah abah.
Hafiz yang sudah siap untuk berangkat langsung meminta ijin kepada ummi dan abah untuk keluar.
"abah ummi Hafiz ijin ya mau beli seserahan lamaran sama Riani dan rencana nya kita malam ini akan berangkat agar besok kami tidak terlalu lelah untuk melangsungkan lamaran"
__ADS_1
"baiklah nak kalian hati - hati dijalan ya"
Hafiz pun keluar rumah dan ternyata Riani sudah ada di dekat mobil mereka pun langsung berangkat ke sebuah mol untuk membeli beberapa seserahan. Sesampainya disana mereka pun langsung membeli beberapa keperluan dan beberapa makanan untuk di bawa saat diperjalanan. Tibanya di sebuah toko perhiasan.
"sekarang kita pilih perhiasan kamu mau seperti apa perhiasannya?"
"mmm mbak saya mau lihat yang itu"
"silahkan"
"ini berapa gram ba"
"itu 2,5 gram pak"
"tolong keluarkan yang 5 gram"
"ini silahkan"
Riani pun memilih milih perhiasan selesai memilih perhiasan mereka pun pulang.
Di kediaman pesantren para Ustadz dan Ustazah sedang bertanya tanya tentang keberadaan Ustadz Hafiz dan Ustazah Riani dimana karena mereka semua tidak melihat keberadaan nya saat makan besar.
"Ucha kemana Ustazah Riani tak nampak pun dia sedari tadi"
"ana tak tau San karna tadi ana lihat dia pergi lagi menuju rumah abah"
"mungkin Riani Di panggil ummi untuk membantu nya"
"tapi bukannya ummi tadi ada sama kita massa iya ummi gak bilang"
"ada apa sih rame bener"
Lukman pun datang dan ikut gabung bersama mereka.
"itu lo Man Ustazah Riani kemana"
"sudah lah kalian biarkan saja Riani sibuk dengan urusan nya tidak baik membicarakan orang apa lagi orang itu sedang sibuk dengan urusan nya sendiri "
"ehhh bentar - bentar ini Hafiz kemana lagi gak liat juga tadi pas makan"
"mobilnya pun tak da pun di sana"
"apa jangan - jangan mereka berdua pergi berdua"
"udah biarin aja mereka berdua persiapkan pernikahan mereka jangan diganggu" celetuk Lukman kepada mereka.
Mereka semua yang mendengar terkaget kaget karna setau mereka kalau Hafiz dan Riani itu hanya teman biasa tapi alih - alih mereka akan menikah tapi tak begitu aneh juga karna dari awal mereka bertemu pun sudah dekat dan sudah sering juga menjadi patner kemana - mana dan selalu menjadi sorotan anak - anak jika mereka berdua bekerjasama dalam acara.
"Man lo beneran mereka lagi nyiapin buat pernikahan"
"ya bener lah. nanti mereka bakal sebarin undangan lewat grup nanti malam dan pernikahan nya pun akan diadakan 3 hari lagi"
"apa kok bisa sih Man lo gak kasih tau ini sama kita"
"bisalah lagian gak penting juga kan kalau kalian tau ceritanya"
Mereka semua pun langsung terdiam dan kembali ke asrama masing - masing.
__ADS_1