
"Ummi, serius Fariz mau di jodohin?, " tanyanya kepada sang ibu yang sedang menyiapkan makanan.
"Iya nak, kamu itu udah umur 23 tahun sekarang. Umur segitu udah harus nikah sayang, benar kan bah?, " kata Umminya.
"Iya betul kata ummi mu. Masa mau melajang sampai tua," abahnya ikut menimpali.
Ya dia adalah anak pemilik pesantren Al-Hikmah, Alfarizi Ghassan Maliq biasa di panggil Ustad Fariz anak dari Kyai Khalif maliq dan Ummu Aisyah Azzahra. Beberapa hari terakhir, orang tuanya selalu membahas tentang perjodohan dengan anak dari sahabat mereka. Dia adalah seorang gadis cantik namun, kecantikannya itu tertutupi dengan cadar yang ia kenakan setiap hari.
Sebenarnya Fariz ingin menolak, akan tetapi dia percaya bahwa yang Abah dan Umminya lakukan itu demi kebaikannya. Nama gadis yang akan dijodohkan dengan dia yaitu, Anindira Misha Fauziyah. Anindira adalah anak dari Muhammad luqman dan Sitti Maryam. Dia juga salah satu santriwati di pesantren Al-Hikmah.
"Jadi, kapan Fariz akan dijodohkan bah?," tanya Fariz kepada abahnya.
"Besok nak," kata abah.
"Secepat itu?," Fariz kaget dengan ucapan abahnya.
"Iya nak, kita akan ke rumah Luqman besok pagi. Ummi tolong persiapkan apa saja yang kita butuhkan untuk besok, " kata abah.
__ADS_1
"Iya suamiku, " kata Ummu Aisyah kepada sang suami.
keesokan harinya, keluarga Fariz segera bersiap-siap untuk menuju ke rumah Anindira. Jujur untuk saat ini, Fariz sangat gugup. Terlebih lagi dia tidak pernah bertemu dengan Anindira.
Disisi lain keluarga Anindira sedang mempersiapkan semua keperluan sebelum keluarga Fariz datang. Akan tetapi, Dira sendiri tidak mengetahui bahwa dia akan segera dijodohkan dengan anak dari sahabat ayahnya itu.
"Ayah, ada apa ini? Untuk apa semua persiapan ini ayah?, " tanya Anindira kepada sang ayah.
"Ini untuk menyambut kedatangan keluarga sahabat ayah, " jawab sang ayah.
"Haruskah seperti ini Yah?, " tanyanya lagi karena tidak biasanya kedua orangtuanya itu sibuk.
"Sebenarnya hari ini kamu akan dijodohkan dengan anak dari kyai Maliq," lanjutnya lagi.
"Maksud ibu dijodohkan dengan ustad Fariz?, " Anindira sedikit terkejut mendengar ucapan ibunya.
"Iya nak, mereka sedang menuju ke sini sekarang dan kamu sebaiknya siap siap untuk menyambut mereka, " perintah Maryam kepada gadis kesayangannya itu.
__ADS_1
"Baiklah ibu, " kata Anindira sambil menaiki tangga menuju kamarnya.
Tidak lama kemudian, keluarga Fariz datang sambil membawa beberapa bingkisan. Mereka kemudian berkumpul diruang tamu sambil bersenda gurau menanti kedatangan Anindira.
Di dalan kamar, Anindira tampak sempurna dengan gamis hitam dipadukan dengan jilbab cream dengan cadar yang senada. Akan tetapi dia sedikit bingung haruskah ia menerima perjodohan ini atau menolaknya. Karena untuk saat ini dia masih ingin bersekolah dan menyelesaikan pendidikannya di mesir. Tak lama pintu terdengar diketuk.
"Dira sayang, udah belum?, " tanya sang ibu.
"Udah bu, ayo turun ke bawah. Mereka pasti udah nunggu lama, " ucap Anindira sambil membuka pintu.
"Iya ayo nak. " balas sang ibu sambil menggandeng tangan anaknya.
Setelah semua orang berkumpul, Kyai Maliq memberitahukan maksud dan tujuan mereka kesini.
"Baiklah karena nak Dira sudah disini, abah ingin menyampaikan maksud dan tujuan abah ke sini. Kami kesini untuk menjodohkan nak Dira dengan anak kami Fariz, apakah nak Dira mau menerimanya?, " tutur kyai Maliq.
Lanjut gk?
__ADS_1
Salam manis Author: Fiaaa