JODOHKU GADIS BERCADAR

JODOHKU GADIS BERCADAR
Rencana


__ADS_3

"Nggk tau, 'kan belum di kasih tau , " balas Anindira sambil tertawa kecil.


"Sebenarnya, saya sudah lama menaruh hati sama kamu, " kata Fariz sambil membalikan badannya agar berhadapan dengan istrinya.


"Benarkah? Tapi kenapa tidak mengatakan nya sejak awal? " tanya Dira


"Karena saya masih ingin memantapkan hati agar tidak salah ketika memilih mu, " balas Fariz sambil memegang pipi Dira.


Tak lama wajah merekapun saling berdekatan dan ' cup ' satu kecupan mendarat di kening Anindira. Seketika jantung Anindira berdegub kencang. Ia tertegun atas perlakuan Fariz kepadanya. Tak hanya itu, wajahnya sekarang memerah bak kepiting rebus.


"Ih kakak apaan sih main cium cium segala, " ucap Anindira sambil memayunkan bibirnya.


"Suka suka saya 'lah, itu bibirnya kenapa? minta di cium lagi? " balas Fariz.


"No, nggak boleh. Bibir Dira masih suci, " kata Anindira sambil menutup mulutnya.


Fariz seketika tertawa lepas melihat tingkah istri kecilnya itu. Ia sangat bersyukur bisa memiliki wanita yang ia sukai selama ini. Setelah itu, terjadi keheningan beberapa saat.


"Kak Fariz, " Anindira menatap suaminya itu.


"Kenapa sayang? " kata Fariz menatap balik istrinya.

__ADS_1


"Kakak nggak minta itu? " tanya Dira.


"Itu apa? " Fariz bertanya balik.


"Itu yang kalau suami istri baru nikah, " jelas Anindira.


"Yang gimana coba contoh 'kan, " Fariz berpura pura bodoh.


"Yaudah nggak usah, " balas Dira.


"Ahahahah.. istriku sayang kalau kamu sudah siap sekarang 'pun bisa, " Fariz berkata sambil mendekati Anindira yang perlahan lahan mundur.


"Kak jangan sekarang ya, Dira belum siap. Lagi pula disini masih ada abah sama ummi, " ucap Anindira agar suaminya berhenti untuk mendekati nya.


"Siap bos, " Anindira menjawab sambil tersenyum.


"Tidurlah sudah malam, nanti kau sakit," Fariz berucap sambil memeluk tubuh mungil istri kecilnya itu.


Pagi harinya Fariz sudah bangun lebih dulu. Setelah nyawa nya terkumpul, barulah ia beranjak untuk membersihkan diri. Kemudian ia duduk ditepi ranjang dan membangunkan istrinya.


"Dira bangun sayang, ayo Sholat subuh sama sama, " ucap Fariz sambil membelai pipi Anindira.

__ADS_1


"Bentar lagi kak, " balas Anindira. Kemudian ia kembali menarik selimutnya dan tertidur.


"Dira ayo.. Biar bisa siap siap pindah ke rumah baru juga, " Fariz berkata dengan gemas melihat tingkah istrinya itu.


"Ah kakak nggak sabaran banget sih. 'Kan Dira cape karena kemarin, " ketus Anindira. Sedetik kemudian ia beranjak untuk membersihkan diri dan bersiap siap untuk sholat subuh, begitupun dengan Fariz.


Setelah itu, mereka 'pun Sholat bersama sama. Anindira tak menyangka karena sekarang ia tidak sendirian lagi. Sekarang dia sudah mempunyai seseorang yang akan menjaga dirinya.


Selesai sholat ia segera mencium tangan suaminya dan ia mendapatkan satu kecupan hangat dikening nya. Kemudian ia bersiap siap untuk membantu umminya di dapur.


"Pagi ummi, " sapa Anindira.


"Pagi juga sayang, " balas Ummu Aisyah.


"Masih ada yang mau dimasak? Biar Dira bantu, " tutur Anindira kepada sang ummi.


"Udah nggk ada sayang, " balas Ummi Aisyah sambil tersenyum.


"Maafin Dira ummi karena nggk bisa bantu ummi, " Dira berkata dengan menundukkan kepalanya.


"Nggk apa apa nak, sekarang panggil suamimu untuk sarapan."

__ADS_1


Mereka kemudian melangkah menuju meja makan. Setelah itu Dira segera ke kamar untuk memanggil suaminya. Setibanya di kamar, ia melihat Fariz sedang membaca Al-Qur'an. Bacaan nya sangat merdu sampai ia lupa bahwa yang lain sedang menunggu mereka berdua. Fariz telah menyadari kehadiran istrinya itu, akan tetapi ia berpura pura belum menyadari nya.


__ADS_2