JODOHKU GADIS BERCADAR

JODOHKU GADIS BERCADAR
Rumah Baru


__ADS_3

Setelah mendiamkam istrinya beberapa saat, akhirnya ia menghentikan bacaan nya dan menghampiri istrinya itu.


"Sayang? Kamu kenapa? " tanya Fariz.


"Eh anu kak, Ummi nyuruh Dira buat manggil kakak. Soalnya abah sama ummi udah nunggu kita di meja makan, " balas Dira sambil menatap suaminya.


"Jadi apalagi yang di tunggu? Ayo turun ," ucap Fariz.


Mereka kemudian menghampiri abah dan ummi nya di meja makan. Setelah sampai mereka segera mengambil makanan masing masing dan tak lupa untuk berdoa bersama.


Saat makan hanya suara dentingan piring dan sendok yang terdengar. Tak ada percakapan di antara mereka semua. Karena merasa jengah dengan keheningan yang terjadi, Fariz mencoba untuk membuka suara.


"Bah.. Kami akan pindah hari ini. Apa abah tidak keberatan? " tanya Fariz.


"Tentu tidak nak, kalau sudah pindah jangan lupa buat cucu untuk kami, " ucap kyai Maliq sambil melirik Anindira.


Mendengar hal itu Anindira yang sedang makan pun' tersedak. Ia buru buru mencari air minum dan meneguk nya.


"Makanya pelan pelan aja sayang, " ucap ummu Aisyah sambil mengelus punggungnya.


"Maaf ummi, " balas Dira.


Mereka yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepala nya. Mereka kemudian segera melanjutkan makanya. Setelah makan Anindira dan ummu Aisyah membersihkan semua piring kotor.

__ADS_1


"Nak Dira, " panggil Ummu Aisyah.


"Iya ummi, " balas Dira.


"Apa nak Dira tidak keberatan menikah dengan Fariz, " tanya ummi nya lagi.


"Tentu tidak ummi. Dira justru senang bisa menikah dengan kak Fariz, " jelas Dira kepada sang ummi.


"Alhamdulillah kalau begitu. " jawab umminya sambil tersenyum.


Setelah selesai Dira kemudian pamit untuk ke kamar kepada ummu Aisyah.


Setelah mendapatkan izin Dira segera menuju kamar untuk beres beres.


"Udah, Nggk usah bawa semua. Barang yang saya perlu sudah saya simpan di koper. Sekarang tinggal barang mu saja, " balas Fariz.


Anindira hanya ber 'oh' ria menanggapi ucapan Fariz. Kemudian ia melanjutkan untuk membereskan barang barangnya. Setelah selesai mereka kemudian menuju ke lantai bawah untuk meminta izin. Kebetulan abah dan ummi nya sedang berada di depan tv.


"Abah, ummi. Fariz dan Dira mau pamit, karena sebentar kami masih mau berbelanja kebutuhan untuk rumah baru. Biar nanti Nggk kemalaman sampai di sana, " ucap Fariz.


"Baiklah nak, hati hati di jalan. Jaga istri mu dengan baik, " kata ummu Aisyah.


"Iya ummi, Fariz akan menjaga Dira dengan baik, " Fariz berucap dengan sangat yakin.

__ADS_1


Setelah itu mereka kemudian mencium tangan orang tua mereka dengan takzim. Tak lupa pula mereka mengucapkan terima kasih dan mengatakan mereka akan sering berkunjung ke rumah.


Mereka pergi dengan mengendarai mobil berwarna hitam. Sebelum ke rumah baru, mereka singgah ke mall dan mini market untuk berbelanja beberapa kebutuhan di rumah mereka.


"Kak, kakak mau beli apa? " tanya Anindira.


"Nggk ada sayang, kamu cari aja yang mau kamu beli. Setelah itu kita pulang biar Nggk kemalaman. jangan jauh-jauh ya sayang, nanti di culik om om, " canda Fariz kepada istrinya.


"Baiklah suamiku ," balas Anindira sambil tersenyum.


Tanpa disadari setelah berputar putar mencari kebutuhan rumah tangga, ternyata waktu telah menunjukkan pukul 12.00 siang. Mereka akhirnya memutuskan untuk makan siang dan tak lupa melaksanakan sholat di masjid terdekat. Setelah itu mereka bergegas untuk pulang.


"Kak.. masih lama nggk? " tanya Dira.


"Udah Nggk, bentar lagi sampai ," ucap Fariz.


"Yaudah deh, " balas Dira.


Benar saja, setelah itu mobil mereka berhenti tepat di rumah yang bernuansa putih. Halaman nya sangat luas dan di penuhi dengan bunga bunga yang sangat indah. Dira tidak menyangka bahwa rumah baru mereka akan seperti ini.


"Kak ini rumah baru kita? " Anindira masih tidak percaya.


"Iya sayang, apa kamu suka? " tanya Fariz.

__ADS_1


"Ha? suka? pake banget malah, " ucap Anindira dengan girang


__ADS_2