Jodohku Teman Sekolah Dasarku

Jodohku Teman Sekolah Dasarku
Bab 2


__ADS_3

Mungkin jika aku tidak menikah dengannya, aku tidak akan tau rasanya disayangi dan dicintai setulus hati oleh lelaki. Bahkan sayang dan cintanya ayahku saja aku tidak yakin setulus itu.


"Hari ini libur nih sayang, kamu mau dirumah aja atau mau jalan-jalan?", tanya nya padaku di pagi hari ini.


" Cuacanya sih bagus ya buat jalan-jalan, tapi kok aku mager ya mas".


"Jadi kamu maunya dirumah aja? Kalo gitu hari ini kita quality time dirumah aja, kamu gausah masak atau beberes rumah, nanti kita order makanan aja buat kita makan".


" Wah bener? Terus kalo aku tiba-tiba pengen main keluar rumah gimana?"


"Yaudah tinggal pergi main, apa susahnya sih sayang?" jawabnya sambil mencubit hidungku.


Ya, aku sangat beruntung bisa menikah dengan lelaki ini. Sejak masa pendekatan hingga menikah pun dia tidak pernah berkata kasar atau bahkan bertindak kasar.


Hari liburku sungguh menyenangkan. Kami bercerita, menonton tv bersama, order makanan kesukaan kami, hingga bercanda bersama.


Aku jadi ingat bagaimana awal kami memulai hubungan ini. Awal bertukar kabar dengannya terjadi pada saat kami duduk di bangku SMA. Pada saat itu aku pindah ke kota lain mengikuti orang tuaku yang berpindah tempat kerja.


"Ini xyna ya? Temen SDku bukan sih?" Begitu awal kami berkomunikasi melalui salah satu media sosial kami. Aku yang masih bingung dia siapa, mengingat kembali namanya.


"iya, ini dion yang mana ya?" tanyaku sambil tetap mengingat kembali.

__ADS_1


"Kamu ga inget ya? Kita sekelas terus loh dari kelas 1 sampe kelas 5".


" Oh dion yang suka bareng sama si Affai ya?" tanyaku yang sudah ingat.


"Nah bener, tuh inget, eh gimana kabarnya? Lama aku cari-cari tau tentang kamu, akhirnya sekarang baru dapet, dimana sekarang?".


"Alhamdulillah baik, kamu sendiri gimana kabarnya? Aku di Pekanbaru sekarang, kamu masih di Medan?".


" Wah agak jauh ya, aku kirain kamu masih di Sumut, taunya udah beda provinsi ya".


Aku dan dia semasa sekolah tidak pernah sama sekali berkomunikasi, kalaupun berpapasan kami hanya saling melempar senyuman. Makanya siapa sangka kami akan memiliki perasaan ke masing-masing.


"Xyna.." Ada pesan masuk dengan nomor baru. Aku bingung siapa yang mengirimnya. Ada rasa takut karna nomor baru yang mengirimiku pesan.


Dengan memberanikan diri aku balas pesan itu, "Ya ini siapa ya?"


"Ternyata bener kamu masih pakai nomormu yang tertera di facebook, ini aku dion", begitu balasnya.


Dalam hatiku berkata ah kenapa dia lagi sih? Udah lama juga ga berkabar terus ini tiba-tiba langsung kirim pesan. Ah, malas rasanya.


"Oo kamu dion, oke aku save ya" tetap aku balas walaupun rasanya malas.

__ADS_1


Aku bukan tipe cewe yang suka membalas pesan. Aku juga bukan tipe cewe yang gampang tertarik kepada pria. Namun tetap ku respon pesannya ya karna aku tau dia siapa.


"Kamu kuliah dimana ini?".


"Aku kuliah di universitas negeri disini, kamu sendiri dimana?".


"Aku kuliah di universitas swasta disini. Oh iya adik aku kebetulan yang cewe juga kuliah di universitas kamu, namanya ananda".


"Loh iya?".


" Iya, boleh minta tolong ga xyna? Tolong titip adikku, dia baru ini keluar kota sendiri, tolong liat-liatin ya, dia ngekos di deket kampus".


"Oo boleh kok, tenang aja ntar aku coba ke kosannya ya sekalian main juga".


" Wah makasih ya xyna".


"Sama-sama dion".


Itu akhir pesan kami. Apakah terus berlanjut? Apakah ini awal kami menjalin kasih? Oh.. Tentu tidak.


Namun, pada hari itu aku langsung bergegas menemui adiknya dengan bermodalkan informasi dan kontak yang diberikan dion padaku. Dan... Ya akhirnya kami bertemu, aku dan ananda, adiknya dion.

__ADS_1


__ADS_2