
Aku dan ananda cepat akrab, ga perlu waktu lama untuk kami menjadi akrab. Tapi pada saat itu pun aku tidak berpikir akan menjadi pasangan kakaknya.
Ga berapa lama kuliah, ibunya menjenguk adiknya, Itulah pertama kalinya aku bertemu dengan ibunya terlebih dahulu. Bukan bertemu dengannya, dari terakhir kami bertemu sampai sekarang ini kami belum pernah bertemu lagi, dan itu sudah sangat lama pada saat masih di bangku Sekolah Dasar.
Ibunya sangat lemah lembut dan baik sekali. Aku juga bertemu dengan ayahnya dan adik lelakinya. Mereka semua sangat baik padaku, namun sampai detik itu pun aku belum berpikir akan berakhir di pelaminan dengannya.
"oh jadi ini ya yg namanya xyna, tante mamanya dion, mamanya ananda juga, ini awan adik bungsu dion" tanya ibunya dengan lembut.
"iya tante, tante gimana kabarnya?" jawabku sambil menjabat tangan ibunya.
"alhamdulillah baik, xyna gimana? kuliahnya gimana, lancar?".
" Alhamdulillah tante baik, lancar juga kuliahnya".
Kami pun keseruan ngobrol sampai ga terasa waktu berjalan dengan cepat. Berhubung juga hari sudah gelap aku memutuskan untuk pamit pulang ke kosan.
"tante udah malem, xyna izin pamit dulu ya, soalnya juga besok ada kegiatan di kampus dari pagi, gapapa kan ya tante?".
" oo iya gapapa sayang, maafin tante ya jadinya kemaleman, maaf juga kalo udah ngerepotin xyna buat liat-liatin ananda selama disini".
"gapapa kok tante, xyna ga ngerasa direpotin sama sekali".
Akhirnya kami berpisah malam itu, ternyata bukan itu pertemuan pertama dan terakhir, ada pertemuan selanjutnya lagi. Hingga adik bungsunya bicara ke ibunya " ma itu jodohnya abang, kakak itu baik kok, abang sama dia aja".
Mamanya yang denger adiknya bicara begitu hanya tersenyum dan menjawab "mana mau kakak itu dengan abangmu, lagian pasti dia udah punya pacar".
"ya kalau mama ga percaya sih gapapa" jawab adiknya dengan singkat.
__ADS_1
Disini aku dan dion malah sudah lost contact (lagi). Tapi aku dan ananda adiknya, kami masih berteman dan sesekali bertemu untuk sekedar main bersama.
Hari kelulusan pun tiba, disini aku punya pacar yang dulunya juga adalah mantan pacarku di SMA. Kami balikan lagi pada saat aku sedang menjalani KKN. Kami menjalin kasih sangat lama, kurang lebih 8 tahun bersama, walaupun ada putus nyambungnya.
Setelah lulus kuliah ga lama ayahku pensiun dari tempat kerjanya. Kami sekeluarga memutuskan untuk kembali pulang ke kampung halaman di medan.
Tibanya di kampung halaman, ibu dan ayahku membuka warung makan dengan olahan masakan rumahan. Disini aku masih menjalin kasih dengan pacarku, hanya saja hubungan kami agak bermasalah dikarenakan LDR yang kami jalani.
Disinilah awal mula kisahku dan suamiku kembali bertukar kabar hingga akhirnya menikah. Pada saat itu, dia tiba-tiba menghubungiku kembali melalui sosial media.
"assalamualaikum xyna", begitu yang dia bilang.
Aku yang jarang melihat sosial media ga sadar kalau dia mengirim message. Beberapa hari berlalu, aku baru membuka sosial mediaku dan kulihat ada message darinya. Kubuka dan kubaca.
Ah, dia lagi, pikirku. Paling juga basa basi busuk ini, ntar juga setelah dibalas dia menghilang lagi. Dengan rasa agak malas aku tetap membalas pesannya.
Sesingkat dan seketus itu aku padanya.
" apa kabar? Kamu dimana sekarang? kapan balik kampung nih?" tanyanya.
Memang dari aku tiba disini sampai sekarang ga ada yang tau kecuali teman-teman terdekatku dan keluarga besarku.
"baik alhamdulillah, kamu? aku udah disini dari awal tahun".
Ga lama dia pun membalas, " beneran? Kamu udah di medan? Dimananya? Boleh minta nomor hp kamu ga?".
"iya bener, aku sebutin juga emang kamu tau? Boleh 08xxxxxxxxxx".
__ADS_1
"move chat ya" balasnya singkat.
Dan benar, belum ada 5 menit, dia chat aku.
"xyna ini nomorku, dion. Save ya".
"iya yon, btw nomor kamu ini banyak banget di aku, semuanya udah ga kepake apa gimana?"
"nomorku yang aktif cuma ini, yang lain hapus aja".
Selama kami bertukar kabar, sudah ada banyak nomornya yang kusimpan, ga cuma satu.
"oke ku save ya".
" ini kamu beneran udah balik kampung nih?", tanya nya memastikan.
"iya beneran, ngapain aku bohong coba".
" yah pas kamunya disana akunya malah diluar kota. Kamu stay atau bakalan balik lagi ke pekanbaru?".
"kayanya sih stay ya, soalnya ayahku sudah pensiun dan memang mutusin buat tinggal disini lagi".
"oo jadi bisa dong nanti aku balik kesana kita ketemuan".
"boleh, kan bisa ketemuan bareng temen yang lain juga".
"okedeh nanti aku kabarin ya kalau aku balik, mana tau aja nih kamu mau titip oleh-oleh"
__ADS_1
"iya. Ah gausah repot-repot". Hanya itu jawabku dan akhir perbincangan kita. Dia pun tidak membalas lagi.