Jodohku Teman Sekolah Dasarku

Jodohku Teman Sekolah Dasarku
Bab 4


__ADS_3

Aku pikir dia akan menghilang lagi setelah pesan yang dikirimnya kemarin. Tapi ternyata, dia masih mengirimiku pesan.


"xyna, aku udah balik nih, ketemuan yuk", begitu isi pesan yang dia kirim padaku tidak lama setelah perbincangan kami kemarin.


"ketemuan? boleh aja, tapi aku udah lama ga disini jadi gatau daerah disini"


"yaudah aku main kerumahmu boleh?"


Aku agak sedikit kaget ketika dia mau main kerumahku. Aku takut ibuku tidak mengizinkan. Ibuku adalah orang yang paling susah menerima kedatangan orang baru yang belum dikenalnya, apalagi teman lelaki anaknya. Banyak teman ku yang menilai ibuku seram dan menakutkan. Walaupun sebenarnya ibuku sangat baik dan ramah, ya bagi yang mengenalnya cukup lama.


"Ma, ini kalau seandainya nih ya semisalnya nih, temen aku mau main kesini boleh ga?" kuberanikan diri untuk meminta izin terlebih dahulu kepada ibuku.


"temen kamu yang mana? Emang kamu punya temen disini?" tanya mamaku penasaran.


"ih ya ada dong, kan aku dulu pernah sekolah disini, ada temen sekolah aku dulu mau main katanya kesini, tapi..."


"tapi apa? Mama kenal ga?"


"Tapi cowo ma.. Kayanya sih mama ga kenal yaaa"


"ya gimana mau kenal wong setau mama kamu ndak punya temen kok" kata mama dengan logat jawa nya.


"pokoknya ini temen aku, boleh ga ma?"


"cowo pula temenmu? Sejak kapan kamu itu temenan sama lawan jenis selain mantan pacarmu itu? Coba mama liat dulu ada fotonya ndak?"


Aku pun menunjukkan fotonya yang ada padaku. Ga disangka respon mamaku membuatku terkejut.


"boleh suruh aja main kerumah, jangan ketemu-ketemu diluar mama ndak suka", respon mamaku yang baru melihat dia hanya dari foto.

__ADS_1


Biasanya jangankan foto, ketemu langsung saja susah sekali untuk ibuku bisa menerima kedatangan orang baru. Tapi kali ini beda. Waktu ke mantanku dulu saja, ibuku memberikan kesan yang seram sampai membuat mantan pacarku sedikit takut. Aneh memang, tapi mungkin ini lah jalan yang diberikan Tuhan untuk menjodohkan kami.


"xyna... Hari minggu aku main kerumah kamu yaaa. Shareloc dong, gimana boleh ga?", pesan dion masuk.


"boleh kok, *shareloc".


"see you yaaa"


Aku pikir dia hanya omdo, ternyata hari minggu ini dia benar datang kerumahku. Aku pun bergegas mencari ibuku dan bilang bahwa dia sudah datang. Aku mempersilahkannya masuk, dan kemudian ibuku datang menghampiri kami.


"assalamualaikum bu, saya dion temannya xyna", ucapnya sambil bersalaman dengan ibuku.


" waalaikumsalam, oo ini teman xyna yang katanya mau main kesini toh", jawab ibuku dengan ramah.


"iya bu, ibu gimana kabarnya sehat?"


"alhamdulillah sehat, ayo duduk, biar diambilin minum dulu, dari mana ini tadi?"


"makasih bu, saya dari rumah tadi bu".


" nak ambilin minum sama makanan ringan buat temenmu ini", ucap ibuku padaku.


"iya ma, bentar ya yon, mau minum apa?"


"ah jangan repot-repot xyna"


"gapapa kok santai aja, mau minum teh ga?"


"boleh deh, makasih ya".

__ADS_1


Aku pergi ke dapur dan kembali dengan kudapan kecil untuknya.


" yowis ibu kedalam dulu, ngobrol lah dulu kalian, udah lama ga ketemu toh?"


"oo iya bu"


Kami pun berbincang diruang tengah. Banyak perubahan dari sejak kami terakhir bertemu, ya..sudah lama sekali itu berlalu. Dia tampak manly, tinggi, tegap, lumayan berkharisma, dan parasnya juga semakin ganteng saja.


"eh kamu kemarin ada pacar kan ya? Gimana pacarmu? dia kalau tau aku main kesini marah ga? Ga enak aku"


"aku udah putus, udah lama juga kami ga ada komunikasi"


"hah? Beneran?"


"iya"


"hhmm.. gausah dibahas lagi deh, kamu mau jalan-jalan ga? Sebentar aja"


"boleh deh"


Akhirnya kami keluar berjalan-jalan, keliling-keliling dan makan bersama hanya berdua untuk pertama kalinya di pertemuan pertama pula.


Dari awal pertemuan dia memang sangat baik, lembut. Tuturnya pun baik. Dan yang paling membuatku luluh, perlakuannya yang selalu mengutamakan perempuan.


"udah selesai makannya? Yuk pulang, atau masih mau main-main?" tanya nya padaku selesai makan.


"Ga ah pulang aja ya"


"okeee, gassss".

__ADS_1


Tiba dirumahku, dia pun juga segera pamit untuk pulang ke orang tuaku. Kukira dia tidak akan menghubungiku lagi dan menemuiku lagi. Tapi ternyataaaaa....


__ADS_2