
"Eh sese, kamu udah punya pacar belum sih sebenernya?" begitulah teman sekantorku memanggilku.
"pacar? Kenapa memangnya?".
"Ya kan kita pada gatau kisah cintamu, kamu juga ga pernah cerita ke kita. Kalo belum ada pacar, itu ada yang suka sama kamu dari awal kamu masuk malah dia demennya".
" hah? Siapa ras? Kamu nih ya suka banget deh ngebikin gosip".
"dih dibilangin ga percaya, ntar kamu tau sendiri siapa".
Aku hanya geleng-geleng kepala saja menanggapinya.
Ditengah kerja, aku melihat ada notifikasi chat dilaptopku. Aku pikir itu chat Dion, seketika langsung kubuka. Tapi ternyata itu bukan dari Dion, melainkan dari nomor baru.
"Hai kak Xyna, aku Yoga, kakak kenal aku ga?", begitu isi pesannya.
Aku yang susah untuk mengingat nama orang, mencoba berusaha untuk mengingat-ingatnya.
" Maaf, yoga siapa ya?", jawabku.
"Masa kakak ga inget aku, kita satu kantor loh padahal, yah aku sedih".
Lah kenapa jadi begini pikirku.
"Maaf ya tapi aku memang ga ingat, kamu dari divisi mana ya?"
"Aku dari divisi RM (Rekam Medis) kak, inget ga?"
"Duh anak RM kan banyak ya, yg mana satu? Terus ini kamu dapet nomorku darimana ya?"
__ADS_1
Mengingat aku sangat susah untuk memberikan nomor handphone kepada orang, tapi malah ini ada yang tau nomor handphoneku tanpa kuberi tahu.
"Hehehe..sebenernya aku ambil dari berkas MCU (Medical Check Up) kakak, maaf ya kak kalo aku lancang".
" Ooo gitu, it's okay gapapa kok, ini ada apa ya kamu chat aku?"
"Gapapa kak, kali aja ada urusan yang urgent sama kakak jadi bisa langsung ngehubungin".
" Kan bisa hubungin dari telfon ruangan".
"Yakali aja kakak gaada ditempat kan".
" Ooo oke deh".
Disini aku ga ada berpikiran yang aneh-aneh dengannya. Karna ya menurutku dia ada benarnya. Aku bekerja di sebuah Rumah Sakit Umum yang ada di daerahku. Aku bekerja di divisi Humas dan marketing sekaligus juga sebagai Customer service. Ya... Karna tempatku bekerja masih kekurangan orang, menuntutku untuk bekerja multitasking.
Jam istirahat pun tiba. Aku segera masuk kedalam ruanganku untuk menyantap makan siangku bersama dengan atasanku. Diruangan ini kami hanya berdua saja, karna memang hanya kami dalam 1 divisi ini.
"Hai hai sayangku, udah makan kamu siang ini? Hari ini dibawain bekal apa sama mama?"
"Ini lagi mau makan nih, pas banget kamu chat nya. Hari ini mama bawain aku ayam goreng pake sayur brokoli direbus, kamu udah makan?".
"Enak banget makan siangnya, aku kaya biasa makan nasi bungkus aja, ribet kalo bawa bekal juga".
Pekerjaan Dion mewajibkannya untuk turun ke lapangan, sedangkan aku menyukai pekerjaan yang hanya diam di kantor.
"Iya sih, lagian laki-laki mah pasti malu bawa bekel ke kantor".
"Tapi kalo ntar istri aku yang bawain bekelku, aku ga malu kok, malah nanti aku bakalan makan di kantor sampai semua orang dikantor liat aku, biar mereka tau betapa bahagia dan bangganya aku dimasakin istriku".
__ADS_1
" Iya iya semoga aja istri kamu ntar nyiapin bekel buat kamu ya"
"Emang nya kamu gamau nyiapin bekel buat aku?"
"Lah aku?"
"Iyadong kan kamu yang nantinya jadi istri aku".
Jleb. Perasaan apa ini? Kenapa tiba-tiba jantungku berdebar? Apa aku sakit? Tapi ada rasa aneh lainnya yang kurasakan. Loh apa ini?
"Udah ah aku udah selesai makan, aku mau shalat zuhur dulu trus lanjut kerja, kamu hati-hati ya kerjanya" balasku.
"Iya iya.. Kamu juga yang semangat kerjanya ya sayang, hati-hati juga kerjanya, nanti pulang kerja aku telfon ya sayang, I Love You My Xyna".
" Iya yon".
"Ih kok ga dijawab?"
"lah kan udah aku jawab".
" apaan kamu cuma bilang iya yon doang".
"ya terus apa? Kan itu udah aku jawab"
"bukan itu xyna, kan aku bilang I Love You My Xyna, kamu gaada bales, sedih aku".
" Ooo ya ampun iyadeh, I Love You too yon"
"nah gitu dong, kan aku jadi semangat buat balik kerja nya, bye sayang".
__ADS_1
Begitu akhir chat kami. Aku segera bergegas beribadah dan melanjutkan pekerjaanku.