Journey

Journey
Alisha yang mencurigakan


__ADS_3

(Hardy)


"lain kali ga usah ikut campur sama urusan saya"


(Alisha)


"kamu suami aku, mana mungkin aku ga ikut campur"


(Hardy)


"kamu harus tau, setelah anak ini lahir saya akan ajukan gugatan cerai, saya yang akan sepenuhnya tanggung jawab sama anak ini"


(Alisha)


"ga bisa begitu di, kita belum coba, kita pasti bisa bina hubungan ini, kamu harus belajar mencintai aku, demi anak kita"


(Hardy)


"maaf saya ga bisa"


Semakin dia mencoba melupakan Cinta, bayangannya semakin kuat ada dibenaknya. Hardy semakin yakin akan niatnya untuk menceraikan Alisha setelah dia melahirkan. Sifat Hardy semakin dingin kepada Alisha.


Disisi lain Scott masih berusaha meyakinkan Cinta untuk membina hubungan mereka kembali, tapi Cinta masih enggan untuk memulainya lagi. Cinta masih larut dalam kesedihannya.


(Winnie)


"ta,,Scott gimana? sudah sejauh apa hubungan kalian?"


(Cinta)


"sejauh apa? Ketika gw kehilangan Hardy, harusnya gw semakin yakin dengan perasaan gw sama Scott, tapi ini engga win, gw semakin sulit ngelupain Hardy"


(Winnie)


"jangan gitu ta, lo pasti bisa, pelan pelan lupain Hardy, yakinkan hati lo sama Scott, ini waktu yang tepat ta, apa lagi yang lo tunggu"


(Cinta)


"belum bisa win, hati gw masih berat"


(Winnie)


"lo ga lagi mikir soal rencana Hardy yang akan gugat cerai Alisha pasca melahirkan kan?"


(Cinta)


"enggaaaa,gw orang pertana yang bakalan marah sama dia kalau dia ngelakuin itu, gw perempuan juga gw ngerti perasaan Alisha saat ini"


Tiba tiba salah satu karyawan Cinta datang.


"bu ada tamu yang mau ketemu"


(Cinta)


"siapa?"


"Ibu Alisha bu"


(Winnie)


"alisha? mau apa dia datang kesini"


(Cinta)


"suruh dia masuk"


(Alisha)


"bu Cinta, maaf saya datang ga ngabarin sebelumnya"


(Cinta)


"ya ada apa ya? soal Hardy lagi? sudah 1 bulan ini saya bener bener putus akses dia untuk ketemu atau mengubungi saya yaa, jadi jangan kamu mikir macem macem"


(Alisha)


"iya saya tau bu, tapi bukan soal itu, saya mau minta tolong sama ibu"


(Cinta)


"minta tolong apa?"


(Alisha)


"kehamilan saya udah 4 bulan, sampai sekarang Hardy tidak pernah sekalipun nemenin saya check kandungan di dokter"


(Cinta)


"terus minta tolongnya dimana?"


(Alisha)


"saya minta ibu bujukin Hardy biar mau anter saya kontrol"


(Cinta)


"saya?"


(Alisha)


"iya saya mohon bu"


(Winnie)


"eh lo sadar ga sih dengan begitu lo buka lagi akses Hardy ke Cinta? jangan mikir pendek gitu coba"


(Alisha)


"tapi cuma ibu Cinta yang bisa bujuk dia"


(Cinta)


"ok ok saya coba tapi saya ga janji ya"


Sore itu sepulang kerja Cinta langsung menuju kantor Hardy.


(Cinta)


"sore di"


(Hardy)


" kamu? aku ga nyangka kamu kesini, udah lama kamu selalu menghindari aku, bahkan tlp dan pesan aku aja ga pernah kamu balas"


(Cinta)

__ADS_1


"ada yang mau aku omongin"


(Hardy)


"kamu baik baik aja kan? kamu gpp?"


(Cinta)


"aku gpp, cuma tadi Alisha kekantor aku, dia minta tolong aku bujukin kamu biar kamu mau anter dia kontrol ke dokter kandungan"


(Hardy)


"hah? untuk hal kayak gitu aja dia sampe harus minta tolong kamu"


(Cinta)


"di itu tanggung jawab kamu lho, kamu ga bisa kayak gini"


(Hardy)


"ok kalau emang itu mau kamu, besok aku anter dia ke RS"


(Cinta)


"makasih yaa, aku pulang dulu"


(Hardy)


"hey...tunggu dulu, kamu ga kangen sama aku?"


Hardy menarik tangan Cinta dan mencium bibirnya, terasa begitu hangat. Cintapun tak mampu mengelak, rasa rindu yang begitu memuncak.



(Cinta)


"udah di, kita ga bisa begini"


(Hardy)


"aku kangen sekali sama kamu,sampai saat ini aku tetap ga mampu melupakan kamu ta, jangan pergi dulu, biarkan ku nikmati dulu senyuman itu, biar kamu semakin melekat dihatiku"


(Cinta)


" if i wish i could di, i miss you too, kangen banget, aku baru tau kalau rindu itu begitu menyakitkan"


Mereka pun berpelukan seolah tidak mau berpisah lagi.


(Cinta)


"tapi aku harus pergi di, inget janji kamu tadi, antar Alisha ke RS"


Keesokan harinya Hardy pun mengantar Alisha ke RS.


(Dokter)


"bapak selamat yaa ini udah keliatan baby nya laki laki" sambil menunjuk ke arah monitor usg.


(Alisha)


"sayang liat itu baby kita pasti ganteng seperti kamu"


Hardy tetap dengan ekspresi datarnya, hatinya tidak disana bersama Alisha, kalau bukan karena Cinta yang meminta dia tidak mungkin mau mengantar Alisha ke RS.


------------


(Bi Narsih)


"den Hardy tumben udah pulang jam segini"


(Hardy)


"iya sudah g ada kerjaan aja bi"


(Bi Narsih)


"non Alisha ga ada dirumah den"


(Hardy)


"biar aja bi dia mau kemana, saya ga peduli"


(Bi Narsih)


"beberapa hari ini bibi liat dia dijemput sama laki laki"


(Hardy)


"laki laki siapa bi?"


(Bi Narsih)


"bibi ga tau, dia jemput di pintu gerbang depan, tapi bibi selalu perhatiin itu orang yang sama"


(Hardy)


"biarlah bi, saya ga peduli"


------


(Alisha)


"kamu tumben udah pulang jam segini sayang? mau ajak aku jalan jalan ya?"


(Hardy)


"kamu dari mana?"


(Alisha)


"pergi kerumah temen aku, aku bosen dirumah terus"


Hardy sudah mulai curiga dengan tingkah laku Alisha.


(Hardy)


"bi saya bisa minta tolong"


(Bi Narsih)


" bisa den, bibi bisa bantu apa?"


(Hardy)


"bibi tolong awasin Alisha, bibi kabarin saya kalau dia pergi lagi dengan laki laki yang biasa menjemputnya"

__ADS_1


(Bi Narsih)


"pasti den"


----------


Siang itu ada laki laki datang ke rumah Hardy.


(Laki laki tak dikenal)


"Siang bi saya mau cari Alisha dia ada?"


(Bi Narsih)


"kamu siapanya?"


(Laki laki tak dikenal)


"saya kakaknya"


(Bi Narsih)


"baik silahkan masuk, saya panggilkan non Alishanya"


Bi Narsih curiga terhadap tamu yang mengaku kakaknya Alisha.


(Alisha)


"kamu ngapain kesini nekad banget"


(Laki laki tak dikenal)


"aku telfon tapi kamu ga angkat, aku kan cuma mau cek baby aku sehat atau engga"


(Alisha)


"jangan keras keras nanti Bi narsih denger"


Benar saja Bi Narsih yang sedari tadi sudah curiga berdiri dibalik tembok mendengarkan obrolan mereka. Bi Narsih pun segera menghubungi Hardy setelah Alisha pergi.


(Bi Narsih)


"den,non Alisha pergi sama laki laki itu, dia tadi kesini den"


(Hardy)


"bibi ga tau mereka kemana?"


(Bi Narsih)


"bibi ga tau den mereka mau kemana, cuma bibi tadi sempet denger laki laki itu bilang kalau dia datang cuma mau ngecek keadaan bayinya gimana"


(Hardy)


"bayinya? maksudnya gimana ya bi"


(Bi Narsih)


"bibi juga ga ngeri maksudnya gimana"


(Hardy)


"oke kalau gitu mksh infonya ya bi"


Hardy semakin curiga dengan tingkah laku Alisha, tanpa pikir panjang Hardy langsung mengambil tindakan. Beberapa minggu belakangan Alisha selalu minta uang lebih dengan alasan akan membeli barang kebutuhan bayinya nanti. Hardy pun mengecek rekening tabungan Alisha. Benar saya Alisha selalu mengirim dana kepada seorang laki laki. Hardypun minta tolong temannya untuk menyelidiki siapa laki laki yang selalu dikirimin uang oleh Alisha.


(Hardy)


"vin gw minta tolong ya lo selidik siapa Hendrik sanjaya ini"


(Kevin)


"jadi lo lagi cemburu di? gw kira lo masih belum bisa ngelupain Cinta"


(Hardy)


"ada yang lebih penting dari soal cemburu vin"


(Kevin)


"ok kalau gw udah dapat info gw segera hubungi elo ya"


Seminggu menunggu kabar dari Kevin, Hardy terus bertanya tanya siapa Hendrik Sanjaya yang diakui Alisha adalah kakaknya.


(Hardy)


"gmn vin udah dapat info?"


(Kevin)


"udah di, Hendrik Wijaya mantan pacaranya Alisha waktu SMA, mereka satu angkatan di SMA nya, ini alamat tempat tinggalnya, tp gw masih terus dalamin lagi info soal ini"


(Hardy)


"makasih ya vin, gw tunggu info selanjutnya"


Ternyata Hendrik Sanjaya bukan kakaknya Alisha, seperti yang dia akuin kepada Bi Narsih.


--------


(Hardy)


"Alisha saya mau bicara, kamu kemana aja seharian ini?"


(Alisha)


"aku pergi sama teman2, aku bosen dirumah terus"


(Hardy)


"teman teman? bukannya sama Hendrik Sanjaya? orang yang selama ini selalu kamu kirimi uang?"


(Alisha)


"dia kakak aku sayang"


(Hardy)


"kamu jangan coba coba bohong sama saya, saya bakalan tau apa yang sebenernya terjadi, atau jangan jangan anak yang kamu kandung itu anaknya Hendrik bukan anak saya?"


(Alisha)


"tega kamu di ngomong kayak gitu, kami fikir saya perempuan apaan?"


(Hardy)

__ADS_1


"ingat sebaik baiknya kamu tutupi tetap saya akan tau"


__ADS_2