Journey

Journey
keberadaan cinta


__ADS_3

Sesampainya di Jakarta Hardy masih teringat dengan wanita yang dilihatnya di Bali waktu itu, dia seperti tidak asing dengan wanita itu, tapi sayangnya wanita itu cepat berlalu.


(Kevin)


"pagi pak Hardy, masih pagi udah mikir macem macem aja"


(Hardy)


"apa sih lo datang ga ketuk pintu main masuk aja"


(Kevin)


"dih gw udah ketuk tadi tapi karena lo terlalu hanyut sama khayalan jadi ga enggeh ada yang ketuk pintu"


(Hardy)


"udah ah gw mau ke makam Cinta, lo jaga kantor yaa"


(Kevin)


"gw baru aja dateng di, ada apa sih bro?"


(Hardy)


"gw kepikiran cew kemaren"


(Kevin)


"gw tau nih, lo jatuh cinta ya di?"


(Hardy)


"apaan sih, itu cew sekilas mirip Cinta vin, sayangnya dia cepet banget pergi"


(Kevin)


"kemaren kan kita udah bahas ini, lo mungkin lagi kangen banget sama dia, jadi merasa Cinta selalu ada disekeliling lo"


(Hardy)


"mungkin tapi gw ngerasa kayak ada dia kemaren itu, udah ah gw jalan dulu"


Hardy pun bergegas menuju makam Cinta dan tidak lupa membeli bucket bunga untuk diletakkan diatas makam Cinta.


(Hardy)


"pagi sayang....kemarin aku ke Bali, ketempat kita bulan madu sekaligus tempat kamu pergi untuk selamanya, tapi ada yang aneh sayang, aku merasa ada kamu disana, aku merasa begitu dekat dengan kamu, tapi mungkin ini hanya rasa rindu yang luar biasa, semoga kamu tenang disana ya sayang, tunggu aku disana, kita akan bersama sama lagi"


Seharian ini Hardy tidak juga mampu melupakan kejadian bertemu dengan seseorang yang mirip dengan Cinta dan akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke tempat itu sore ini juga untuk memastikan kebenarannya.


(Winnie)


"di lo dmn?ini ada yang harus ditanda tangan"


(Hardy)


"gw di bandara win, sama Kevin aja ya"


(Winnie)


"di bandara mau kemana? kok mendadak?"


(Hardy)


"gw mau ke Bali, gw mau memastikan yang gw liat kemarin itu salah"


(Winnie)


"yaAllah di, Cinta udah ga ada..tp terserah elo kalau emang ini buat lo jadi tenang, hati hati dijalan ya"


Malam itu juga Hardy langsung menuju hotel milik Scott.


Sesampainya disana....


(resepsionis)


"malam pak, ada yang bisa saya bantu?"


(Hardy)


"saya mau check in dan sudah booking an Hardy"


(Respsionis)


"baik pak bisa ditunggu sebentar biar kamarnya kami siapkan"


(Hardy)


"mbk saya boleh tanya sesuatu?"


(resepsionis)


"ya ada apa pak?"


(Hardy)


"saya temannya Scott, Scott Franco...dia yang punya hotel ini kan, apa dia masih di Bali"


(resepsionis)


"oh bapak temannya Mr. Scott, ya Mr. Scott kemaren sempat kesini tapi hanya 1 malam, kemarin pagi sudah kembali lagi"


(Hardy)


"kembali lagi kemana ya? ke australi?mbk apa tau dia tinggal dimana sekarang?"


(resepsionis)


"mohon maaf pak saya kurang tau, tidak banyak orang yg tau tentang Mr Scott terlebih setelah menikah, dia sudah jarang kesini"


(Hardy)


"menikah? dia ga ksh tau saya yaa, saya baru tau kalau dia sudah menikah"


(Resepsionis)


"sudah 1 thn yang lalu pak dan baru kemaren dia bawa istrinya"

__ADS_1


(Hardy)


"apa mbk tau siapa nama istrinya?"


(Resepsionis)


" pasti tau pak, langsung jd buah bibir disini, Mr Scott yang tampan dengan istri cantiknya, namanya Raya Franco"


(Hardy)


"orang indonesia? atau wna?"


(resepsionis)


"orang Indonesia pak, dan cantik sekali"


(Hardy)


"makasih kalau gt atas infonya"


Hardy masih belum terlalu curiga dengan wanita yang disebut resepsionis itu sebagai istrinya Scott. Keesokan harinya Hardy pun mencoba mencari wanita yang menurutnya mirip dengan Cinta beberapa hari sebelumnya. Dengan berbekal foto Cinta di hp nya dia bertanya ke karyawan hotel, tapi tak juga seorang pun pernah melihat wanita itu.


(resepsionis)


"sore pak Hardy, gmn tidurnya semalam, kami harap bapak puas dengan pelayanan Hotel kami" sapa resepsionis yang semalam menceritakan soal Scott kepada Hardy


(Hardy)


"nyenyak, hotel yang sangat nyaman, mbk sudah mau pulang?"


(resepsionis)


"iya pak, saya sudah tukar shift, ada yang bisa dibantu lagi pak?"


(Hardy)


"bisa kita ngobrol ngobrol dulu? sebentar saja"


(resepsionis)


"boleh pak kita bisa berbincang di loby"


Mereka pun duduk untuk berbincang bincang


(Hardy)


"mbk sejujurnya saya kesini mencari seseorang, dua hari yang lalu saya kesini ada meeting dengan client, tapi saya seperti melihat seorang perempuan yang sangat mirip dengan mendiang istri saya, makanya saya kembali lagi ke Bali untuk memastikannya, apa mbk bisa cek adakah kamar yang di booking atas nama Cinta Wiratama"


(resespsionis)


"sebentar akan saya cek ya pak"


Resepsionis pun mencoba mengecek keberadaan nama tersebut.


(Resepsionis)


"mohon maaf pak tidak ada tamu atas nama Cinta Wiratama dalam 1 minggu ini"


(Hardy)


"baiklah mungkin saya salah lihat"


(resepsionis)


Hardy pun bergegas mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto Cinta.


(Hardy)


"ini mbk" sambil menyerahkan hpnya.


Resepsionis itu begitu kaget, mengapa foto yang ada di hp Hardy sangat mirip dengan istri Mr. Scott.


(Resepsionis)


"pak saya tidak yakin apa saya pernah bertemu wanita ini sebelumnya"


(Hardy)


"baiklah kalau begitu, mungkin hanya perasaan saya saja seperti melihat mendiang istri saya, mungkin hanya perasaan rindu saya yang luar biasa padanya"


Resepsionis itu pun nampak terbawa haru melihat kekecewaan Hardy, dia masih ragu apa yang harus dia katakan kepada Hardy.


(Hardy)


"baik kalau gitu makasih yaa mbk"


(Resepsionis)


"sama sama Pak"


Keesokan harinya resepsionis itu mencari keberadaan Hardy.


(resepsionis 1)


"coba cek kamar 505 apa pak Hardy masih ada?"


(resepsionis 2)


"baru aja check out mbk 5 menit yang lalu, coba mbk cek keluar mungkin dia masih menunggu jemputan yang akan antar ke bandara"


Resepsionis itupun berlari mengejar Hardy.


(resepsionis)


"pak Hardy tunggu"


(Hardy)


"ya ada apa mbk?"


(resepsionis)


"ada yang mau saya omongin sama bapak, kalau bapak tidak buru buru bisa kita berbincang sebentar"


(Hardy)


"boleh, ayo kita duduk dulu"

__ADS_1


(Hardy)


"ada apa ya mbk"


(resepsionis)


"mohon maaf Pak apa saya boleh sekali lagi melihat foto istri bapak?"


(Hardy)


"tentu" ambil menyerahkan ponselnya


(resepsionis)


"saya mohon maaf Pak kemarin saya sudah berbohong tapi saya ragu mengatakannya, wanita di foto ini mirip sekali dengan ibu Raya, istri Mr. Scott"


(Hardy)


"kamu yakin?"


(reseosionis)


"saya yakin pak, saya kan pernah bilang kalau istri Mr Scott sangat cantik, saya katakan itu karena saya benar benar memandang kecantikannya pak"


(Hardy)


"ini kartu nama saya, tolong berita tahu saya jika Mr. Scott kembali kesini, dan jika suatu saat kamu kehilangan pekerjaan ini karena kejujuran kamu, datang dan bekerjalah diperusahaan saya, kantor saya terbuka untuk kamu, saya sangat berterima kasih padamu"


Hardy pun bergegas menuju bandara dan menemui Winnie dan Kevin. Dalam pesawat dia masih tidak habis pikir dengan apa yang baru saja didengarnya. Resepsionis itu begitu yakin kalau Cinta itu sangat mirip dengan Raya, istrinya Scott.


(Hardy)


"vin..wiin...kita ngobrol diruang gw sekarang ya"


(Kevin)


"ada apa dy kok kayak buru buru gitu"


(Hardy)


"gw kemarin cari perempuan yang gw liat sekilas mirip Cinta dihotel milik Scott, dan kalian tau apa yang dikatakan resepsionis itu ketika gw liatin foto Cinta ke dia? dia bilang foto itu mirip dengan foto Raya, istrinya Scott"


(Winnie)


"apa lo bilang? Scott udah nikah?"


(Kevin)


"eh tapi kan emang Winnie malam itu ketemu Scott kan di supermarket?"


(Winnie)


"iya bener dan dia beli pembalut untuk seorang wanita"


(Kevin)


"resepsionis itu yakin kl istrinya Scott mirip Cinta?"


(Hardy)


"dia yakin"


(Winnie)


"mungkin aja emang mirip dy, Scott masih sayang sama Cinta dan kebetulan dia ketemu cew yang wajahnya mirip Cinta dan dia jatuh cinta"


(Kevin)


"bisa jadi omongan Winnie bener dy"


(Hardy)


"tapi entah kenapa gw yakin Raya itu Cinta"


(Winnie)


"tapi jangan berharap terlalu banyak ya dy, kita semua tau Cinta udah ga ada, kita yang sama sama anter dia kepemakamannya"


(Hardy)


"tapi wajahnya tidak bisa dikenali? hanya berbekal baju terakhir yang dipakainya"


(Kevin)


"dengan kata lain lo curiga kalau kematian Cinta adalah rekayasa yang dibuat Scott?"


(Hardy)


"setidaknya gw tau dulu kenyataannya, kalau emang bukan Cinta, gw terima, sekarang gw bs minta tolong kalian cari tau Scott dimana sekarang"


(Kevin)


"serahin semua sama gw, secepat mungkin gw akan kasih tau elo keberadaan Scott"


Dua hari berlalu Kevin belum juga dapat informasi soal Scott dan Hardy semakin cemas. Tapi dihari ketiga Kevin sudah mulai mendapat titik terang.


(Kevin)


"gw udah tau dia dimana dy, ini alamatnya, dia di lombok di salah satu pulaunya"


(Hardy)


"ok sore ini gw kesana"


(Kevin)


"ga besok aja dy? nanti kemalaman juga sampai sana"


(Hardy)


"gapapa vin"


(Kevin)


"gw anter lo ya di? please kali ini aja" minta Kevin dengan penuh harap


(Hardy)

__ADS_1


"ok nanti malam kita janjian di bandara ya"


__ADS_2