
Bab 12
"Kamu... Kamu seharusnya pulang saja Lin, makasih kamu udah nemanin aku semalaman disini" Lanjut Kim.
"Ohh iya itu nga papa kok ^^ lagi pula Reren adalah teman pertamaku di sekolahan wajar kalo aku begini juga karena Reren" Jawab Lina.
"Tapi kamu tetap harus pulang, ayo aku akan anterin kamu pulangg" Bales Kim.
Kim pun mengantar pulang Lina dengan motornya, Lina sangat memegang erat tanganya ke baju Kim.
"Kau peluk aku saja, itu akan lebih baik bagimu" Ujar Kim.
__ADS_1
"Ohh iyaa" Jawab Lina sambil memekuk Kim dengan perlahan.
"Kim aku sangat tau sekarang kamu saat ini sangat terpukul atas kejadian Reren, aku harap kamu tabah menghadapi semua ini" Ujar Lina.
"Mungkin Tuhan sedang menguji diriku, aku sungguh sangat tabah menghadapi ini semua akan tetapi aku belum siap bila harus kehilangan Reren" Jawab Kim.
"Kok kamu ngmongnya begitu" tanya Lina.
"Meskti begitu percayalah Reren akan sembuh, kamu harus yakin itu" Jawab Lina.
"Terimakasih, selain Reren kamu juga adalah penyemangat dalam hidupku" Jawab Kim.
__ADS_1
Tak terasa saat mereka berbincang akhirnyapun mereka sampai di rumah Lina.
"Kim terima kasih kamu udah mau nganterin aku sampai kerumahh" Ujar Lina.
"Sama-sama Lin" jawab Kim.
"Ohh yaa, kamu boleh masuk dulu je rumah aku Kim" Jawab Lina.
"Sebenarnya aku ingin tapi lain waktu saja ya aku harus mengurus lagi Reren, lagi pula aku sudah tau alamat rumahmu aku pasti akan satangg sesuka ku" Jawab Kim sambil tersenyum kepada Lina.
"Oh ya sudah gapapa, benar lebih baik kamu harus mengurus Reren dirumah sakit. Nanti sore aku akan datang menjenguk Reren" jawab Lina.
__ADS_1