Jurang Cinta

Jurang Cinta
JC #2


__ADS_3

"maaf" ucap wanita yang masih berdiri di pintu masuk ruangan adi, wanita itu bernama kirana, Kirana merupakan adik perempuan Adi yang manja kepada kedua orangtuanya dan termasuk kepada Adi, Kirana berumur 20 tahun yang sedang berkuliah di universitas yang terkenal diibukota,


"kamu bisa tidak jangan mengganggu kakak mu ini" kesal Adi pada kiran, Kirana yang ditatap Adi dengan wajah kesal menahan tawanya karena melihat wajah adi yang merah menahan kesal karena ulah nya Adi tak bisa memeluk Arini lagi,


Arini yang masih duduk di sebelah adi itu langsung berdidiri sambil menunduk, ia merasa malu karena ia kepergok oleh adiknya Adi lagi tidur sambil memeluk tubuh adi, Arini yang masih berdiri melihat jam yang ada di tangan nya dan ia terkejut ketika melihat tangka yang tertera di sana, jam sudah menunjukkan pukul 6 sore sudah satu jam yang lalu seharusnya ia pulang dari kantor,


Arini yang ingin pamit kepada Adi tak dibolehkan "pak saya permisi ingin pulang" kata Arini sambil melangkah, baru beberapa langkah tangan nya di tarik oleh Adi sehingga mengakibatkan ia jatuh kedalam pelukan adi Arini yang berada di pelukan Adi pun berusaha berdiri untuk melepaskan diri namun usahanya sia² karena tenaganya tak sebanding dengan adi, "saya yang akan mengantarmu pulang jangan coba coba keluar" perintah adi, Kirana yang masih berada diruangan Adi itu langsung berdehem karena Adi masih memeluk Arini "hemhem" Adi yang mendengar itu langsung melepas pelukannya dan Arini pun berdiri,


Adi pun berdiri dan menanyakan tujuan adik nya datang ke kantor nya "kamu ngapain kekantor kakak?" tanya Adi pada Kirana "nggak ada aku hanya iseng main kekantor Kakak dan melihat adegan romantis yang kakak lakukan tadi, apa orang yang kakak Adi peluk tadi calon kakak ipar ku?" tanya Kirana sambil menarik turunkan alisnya "kalau iya kenapa?" jawab Adi, Kirana yang mendapat jawaban dari Adi langsung memeluk Adi "aku kira kakak tidak menyukai perempuan setelah ditinggal nikah oleh Julia si nenek lampir" Arini yang tak terima dengan Adi yang mengatakan ia kekasih nya itu langsung memotong pembicaraan Kirana "bukan nona saya hanya asisten pak Adi disini nona" jawab Arini "sudah lah kak..." bingung Kirana "Arini panggil saja Rini nona" jawab Arini "ya kak Rini jangan malu malu begitu kepada kira" jawab kira "bukan nona memang saya bukan.." Adi yang tak ingin mendengar perkataan yang keluar dari mulut Arini langsung berdiri dan memeluk Arini "sudahlah sayang kan udah aku bilang jangan malu malu lagi" kata Adi sambil memeluk Arini,


Arini yangrisih karena dipeluk oleh Adi itu mencoba melepaskan diri dari Adi namun usahanya itu percuma karena Adi semakin mengeratkan pelukannya, Kirana yang melihat pemandangan itu langsung memasang wajah cemberut karena kakak nya itu melakukan adegan romantis didepan matanya

__ADS_1


"yasudah kak aku pergi ingin pulang saja daripada jadi obat nyamuk disini" pamit Kirana sambil melangkah keluar ruangan adi, sepeninggalan Kirana Adi masih saja memeluk arini, Arini yang risih pun melepas paksa pelukan adi, "maksud bapak apa menyebut saya sebagai kekasih bapak, dan kenapa bapak main peluk peluk saya" kesal Arini "ya kamu memang kekasih saya mulai detik ini emangnya kenapa? tak ada penolakan kalau kamu menolak saya akan.." belum selesai Adi bicara Arini langsung memotong nya "akan dipecat oke saya akan keluar dari perusahaan bapak" Arini menjawab dengan marah melangkah kemeja dimana tas nya berada,


"bukan itu maksud saya, tolong dengarkan dulu penjelasan saya" jawab Adi "jadi apa maksud dari perkataan bapak" tanya arini "kalau kamu menolak saya akan memeluk mu "jawab Adi sambil tersenyum, Arini yang mendengar Adi berbicara seperti itu jadi malu "saya ingin pulang pak hari sudah malam" jawab Arini "jawab dulu pertanyaan saya kamu maukan menjadi kekasih saya" tanya Adi "mengapa bapak memilih saya untuk menjadi kekasih bapak?" tanya arini "saya pun tak tau waktu pertama kali saya melihat kamu di aula waktu saya mengenalkan diri saya langsung jatuh cinta kepadamu" kita Adi sambil menunggu jawaban arini,


"kita kan belum lama kenal pak lebih baik kita saling mengenal terlebih dahulu saya tak mau nantik bapak kecewa dengan saya dan begitupun sebalik nya saya tak ingin saya kecewa ketika saya belum mengenal bapak lebih Dalam lagi, bapak buktikan saja dahulu perasaan bapak itu dan sambil saling mengenal satu sama lain" jawab Arini "tetapi saya tak bisa menunggu lebih lama lagi karena saya takut kamu diambil oleh orang lain kalau bisa kita langsung saja menikah" jawb Adi "apa menikah, bapak jangan mengada ada deh kenal aja belum lama udah ngajak nikah aja" jawab Arini "ya udah saya akan menunggu jawaban mu 1 Minggu lagi ya dan jangan dekat dekat dengan lelaki lain selain aku" jawb Adi "baik saya akan memberikan jawaban nya 1 Minggu lagi" jawbaa Arini,


"dan mulai detik ini kamu jangan memanggil saya bapak lagi, panggil saya dengan kata sayang, kalau tidak saya akan menciummu" jawab adi, Arini yang mendengar Adi berkata akan menciumnya pun merinding karena ia tak pernah berciuman dan dengan terpaksa ia memanggil Adi dengan kata yang Adi minta "i,ia pak eh maksud nya sayang" Jawab Arini dengan gugup, Adi yang mendengar Arini memanggil nya dengan kata sayang pun senyum² nggak jelas "nah gitu dong, ayo katanya mau pulang, akan ku antar permaisuri ku kemanapun ia mau" jawab adi, Arini yang mendengar Adi berkata ia permaisurinya pun merona, dan berjalan mengikuti langkah di ke parkiran,


sesampainya di parkiran Adi berjalan menuju mobil nya dan membukakan pintu untuk Arini, "terimakasih" Arini langsung masuk kedalam mobil Adi, didalam mobil Hanya ada keheningan dan di sepanjang perjalanan Arini terus saja menatap ke arah samping dan ia melupakan sesuatu yang sangat penting, ya motor nya tinggal di kantor "pak saya tadi membawa motor gimana dong motor saya yg tinggal" Adi yang mendengar Arini memanggil nya dengan sebutan bapak itu menepikan mobilnya dan langsung menci*m bibir Arini, Arini yang dicium oleh Adi itu langsung kaget karena tiba-tiba saja Adi mencium nya "bapak apaan sih main cium² aja" kesal arini, dan Adi yang masihendengar Arini memanggil nya dengan sebutan bapak langsung melu**t bibir Arini kini ia lebih lama lagi sampai Arini kehabisan pasokan oksigen nya baru Adi melepasnya, "kan sudah saya bilang jangan memanggil saya dengan panggilan bapak, panggi saya dengan sebutan sayang, pahamkan sayangku" jawab Adi sambil tersenyum "ia paham sa sayang" jawba Arini


"pacaran aja belum udah mintak dipanggil sayang² aja ni orang kalau bukan bos udah gua jitak palalu" batin Arini,

__ADS_1


sesampai nya di kost Arini, Arini yang ingin turun di tahan oleh Adi "yang motor kamu besok aja ya di ambil nya" kata Adi "terus aku pergi kekantor gimana dong?" jawab Arini "kamu besok aku jemput, nggak ada penolakan" kata Adi "iaia makasih udah ngantarin" jawab Arini dan ingin membuka pintu ingin turun dari mobil Adi, namun lagi dan lagi ia ditahan oleh Adi "apalagi sih yang?" kesal Arini, Adi yang melihat wajah kesal Arini pun tersenyum, sambil menunjuk pipi nya agar Arini mencium nya, "nggak, aku mau turun lepasin tanganku" kesal Arini karena Adi ingin dicium "yaudah kalau kamu nggak mau nggak usah turun" jawab adi, dengan berat hati Arini mencium pipi Adi supaya ia cepat bebas dari Adi, setelah dicium Arini Adi melepas tangan Arini, dan Arini langsung pergi menjauh dari Adi masuk ke kost nya,


didalam kost Arini berbaring di kasur nya dan memikirkan apa yang terjadi dihari ini seperti mimpi, yang pertama ia di angkat jadi asisten pribadi Adi dan yang kedua lebih gila lagi Adi mengungkapkan perasaan nya ke Arini memikirkan semua yang terjadi hari ini Arini jadi senyum senyum sendiri, dan tanpa sada. ia terlelap,


Adi yang masih berada dijalan pun memikirkan kelakuan nya pada Arini dan ia pun senyum senyum seperti orang gila, "secepatnya aku akan memilikimu arini" teriak Adi di dalam mobil.


**BERSAMBUNG...


KIRAIN SIAPA WANITA YANG ADA DI DEPAN PINTU, RUPANYA ADIK NYA ADI.


MAAF KALU BANYAK TYPO NYA,

__ADS_1


TERIMAKSIH SUDAH MENYEMPATKAN MEMBACA,


SELAMAT MENIKMATI**.


__ADS_2