
dikamar mama Adi masih saja tak mempercayai kalau anak nya itu sudah mempunyai kekasih,
"apa benar Adi sudah memiliki kekasih, ah sudahlah aku lihat saja besok kalau Adi membawa nya kemari berarti benar ia masih menyukai wanita" mama Adi berbicara sendiri
tak selang beberapa menit ia sudah memejamkan matanya, papa Adi yang tadi ada urusan mendadak pun pulang agak terlambat, ia yang sudah sampai dirumah langsung menuju kamar nya untuk menemui istrinya,
"sudah tidur rupanya" papa Adi mendekat ke kasur yang ditempati istrinya dan langsung mengecup keningnya, Anita yang merasa terganggu langsung membuka matanya, "papa sudah pulang" langsung mencium punggung tangan suaminya "iya tadi ada urusan mendadak" jawab papa Adi
"mandi gih udah bau, abis mandi aku mau ngomong sesuatu Sama papa" mama Adi "ngomong apa?" jawab pak Indra "udah mandi aja dulu" pak Indra yang mendengar perintah dari istri nya langsung melangkah ke kamar mandi,
selang beberapa menit ia keluar dengan keadaan segar, dan langsung duduk di sofa, dan diikuti Bu Anita "mau ngomong apa ma?" tanya pak Indra "ini tentang Adi" jawab Bu Anita "Adi ngapain lagi dia buat masalah apa lagi tu anak" papa Adi sedikit emosi "jangan emosi dulu dengarkan dulu mama selesai ngomong" jawab Bu Anita "iya terusin" pak Indra "Adi udah punya pacar pa" jawab mama Adi antusias "kirain apa" jawab pa Indra yang tak seperti bersemangat,
"ia papa kok gitu kayak gak senang kalau anak nya punya pasangan" mama Adi menjawab dengan cemberut "trus mau gimana lagi, apa perlu kita buat sukuran dirumah" jawab papa Adi,
"yaudah mama tidur lagi males kalau ngomong sama robot yang nggak punya ekspresi" mama Adi melangkah ke kasur sambil cemberut,papa Adi yang melihat istrinya cemberut menyusul kekasur dan langsung memeluk istrinya, "jangan ngambek dong istriku" goda papa Adi,
"ngapain peluk peluk, peluk aja tu guling" mama Adi menjawab dengan ketus, "kan papa tadi cuma becanda ma siapa yang gak senang coba, anak nya bentar lagi akan punya istri dan kita akan punya mantu" papa Adi membujuk istrinya,
mama Adi mendengar perkataan suaminya langsung membalik badan nya "pacar Adi itu besok akan kesini, papa harus dirumah jangan kemana mana" jawba mama Adi "iya istriku yang paling seksi" jawab pak Indra menggoda istrinya,
"udah tua juga" mama Adi tersipu, "yaudah tidur gih kan besok mau nyambut calon mantu" mengecup kening istrinya, dan terlelap lah dua insan sambil berpelukkan,
keesokan paginya Adi yang sudah rapi pun turun dan melangkah kemeja makan, "pagi pa, ma" ucap Adi "adik nya nggak diucapin ni?" kirana "selamat pagi cantik, tapi bohong" jawab Adi "is apaan sih kalau gitu gak usah di ucapin" Kirana yang ngambek itu langsung memalingkan wajah nya "jangan ngambek dong tuan putri, selamat pagi tuan putri" Adi sambil mencium pipi adik nya agar tak ngambek lagi,
"nah gitu dong baru bener, pagi juga kakak ku yang tampan" jawab Kirana sambil sumringah, "sudah² masih pagi udah pada berantem" pak Indra melerai pertengkaran itu aga tak berkelanjutan "ayo makan anak² mama" mama Adi mengambilkan makanan untuk yang ada di meja makan,
selesai makan papa aid langsung bertanya "Adi apa benar kamu akan membawa pacar kamu kerumah?" papa Adi "iya pa kalau dia gak berhalangan" jawab Adi agak gugup karena Arini belum memberi jawaban nya ke Adi,
__ADS_1
"bagus kalau bisa kalian langsung saja menikah" papa Adi mengusulkan "ah i ia pa kalau untuk menikah belum kepikiran pa" Adi terbata bata "ya kalau bisa, kalau nggak ya di usahakan" jawab papa Adi,
"yaudah pa, ma, dek aku berangkat dulu" Adi pamitan, "iya hati hati" jawab mereka serentak,
saat sudah di dalam mobil "bagaimana ini Arini belum memberi jawaban nya, mana papa udah nyuruh nikah lagi" Adi berbicara sendiri, "nanti saja aku tanyakan lagi sama Arini dikantor" Adi menancap gas kekantor,
Arini yang sudah sampai kekantor pun langsung masuk keruangan Adi karena ia sudah di angkat menjadi asisten Adi, Rita yang melihat Arini hanya lewat dimeja kerja nya langsung menegur "woy peak meja Lo disini ngapain Lo main lewat aja, oiya kemaren kenapa Lo nggak balik² ke meja Lo?" tanya rita, "gua di angkat jadi asisten bos ta, kemaren gue di tes dulu" jawab Arini tak bersemangat "kok Lo gitu jawab nya kan bagus Lo di angkat jadi asisten sibos ganteng lagi" jawab rita "gak papa ya gue sedikit lelah aja" Arini menjawab bohong "Lo kalau ada masalah cerita ke gue jangan Lo pendam sendiri" Rita yang tau Arini berbohong,
"iya maap nantik gue cerita, gue duluan ya" Arini berlalu berjalan ke ruangan Adi "iya" Rita melanjutkan pekerjaan nya,
Adi yang sudah sampai langsung melangkahkan kaki nya masuk ke kantor nya, para karyawan yang melihat Adi menundukkan kepala dan menyapa nya, 'pagi pak'sapa para karyawan "pagi" Adi membalas dengan senyum,
saat sudah didepan pintu ruangan nya, Adi langsung membuka pintu dan langsung melihat Arini yang duduk dengan tatapan kosong, Adi yang melihat itu pun Bingung tak biasanya Arini seperti itu,
"hey kamu kenapa" sapa Adi yang sudah duduk di sebelah Arini "eh pak maaf pak" Arini menjawab dengan gugup karena kepergok lagi melamun "kamu kenapa coba cerita ada masalah apa kamu" Adi bertanya ke Arini "tidak pak hanya masalah sedikit" jawab Arini karena tak mungkin ia bercerita masalahnya ke Adi "kalau cuma masalah sedikit kenapa kamu melamun" Adi 'bagaimana ini tak mungkin aku bercerita ke pak adi' batin Arini,
"iya pak, apa yang bisa saya kerjakan pak?" tanya arini, "kamu manggil saya apa tadi?" tanya Adi "ya manggil pak lah kan anda atasan saya" jawab Arini santai karena ia tak ingat perjanjian yang dibuat Adi sepihak kemarin,
"kamu pura pura lupa ya panggilan kita kemarin, atau kamu sengaja ingin menggoda saya pagi pagi begini" Adi sambil tersenyum licik, Arini yang baru teringat langsung melangkah mundur "eh saya lupa maaf sayang" Arini "iya aku maafin sayangku, jadi jawaban kamu apa?" Adi bertanya "jawaban apa sayang, pak maaf saya lancang, saya merasa jijik dengan panggilan itu, dan lagi pula kita kan tidak ada hubungan apa apa" Arini menjawab tak terima panggilan itu "ya makanya kamu jawab dulu pertanyaan kemarin" Adi berdiri mendekat ke arah Arini,
Adi yang sudah berada di depan Arini "kmu jawab iya atau tidak" Adi "i, iya" jawab Arini yang sudah takut karena Adi sudah dekat sekali dengan nya, Adi yang mendengar jawaban Arini langsung memeluk Arini dan mencium kening nya "ya hari ini kita sudah resmi pacaran" Adi masih memeluk Arini karena terlalu senang,
Arini yang sudah sesak karena Adi masih memeluk nya "pak apa kamu sengaja ingin membunuh ku" Arini "maaf, kan kita sudah pacaran kok kamu masih formal manggil saya" Adi "ya sayang sudah puskan" Arini sambil jalan ke meja kerja nya yang berada di dekat Adi "iya sayang ayo kita lanjut kerja,
mereka melanjutkan pekerjaan, dan Arini Masih seperti pagi tadi, kadang melamun, beberapa jam berlalu, dan kini sudah jam makan siang, Adi yang ingin mengajak Arini untuk makan siang memanggil Arini tetapi tak ada sahutan, Adi pun berjalan ke meja Arini,
Adi melihat Arini yang sedang menangis di meja nya langsung memeluk Arini "kamu kenapa Rini?" tanya Adi "nggak papa" jawab Arini "yaudah kalau kamu belum mau cerita kita makan siang yuk" ajak Adi dengan lembut,
__ADS_1
"kamu pergi Duluan aja" Arini "yaudah kita makan disini aja aku mesan makanan aja" Adi memesan makanan secara online "kamu kenapa sih sayang" tanya Adi, Arini yang mendengar Adi bertanya kembali menangis "maaf sayang aku gak bermaksud, kalau kamu belum mau cerita gak papa" Adi memeluk Arini menenangkan Arini, Arini yang dipeluk Adi langsung tenang "ibu aku dikampung rumah nya mau di ambil karena belum bayar utang" Arini menjawab sambil terisak,
"yaudah kamu jangan mikir lagi ya" jawab Adi "kamu mah enak ngomong gitu, aku yang pusing lagi mikirin gimana cara nya lunasin utang ibu dikampung" Arini masih terisak di pelukan Adi "yaudah kamu tenang dulu biar aku yang beresin semua" sambil menangkup pipi Arini "kamu nggak usah repot" Arini menolak karena ia tak mau menyusahkan adi,
"nggak ada penolakkan" Adi bicara tegas "tapi aku nggak mau nyusahin kamu" jawab Arini "nggak ada yang merasa kesusahan, malah aku senang bisa bantuin kamu" Adi sambil menghapus air mata Arini "tapi gimana aku ganti uang kamu" jawab Arini "kamu cukup mengganti nya dengan kamu tetap berada disisiku" jawab Adi, Arini yang mendengar itu langsung refleks memeluk Adi "makasih" Arini memeluk Adi sambil terisak Karena bahagia mempunyai pacar yg baik,
"kok nangis lagi" tanya Adi "nggak ada aku bahagia sekali karena kamu" jawab Arini, tok tok tok mereka yang mendengar suara ketukan langsung melepas pelukan 'masuk' suara Adi dari dalam,
"maaf pak ini ada yang ngantar makanan" gio masuk sambil memberi plastik "terimakasih" mengambil plastik, gio pun berlalu keluar dari ruangan Adi,
"sayang ayo makan jangan nangis terus, nantik nggak cantik lagi Lo" Adi mencairkan suasana hati arini, arini pun langsung tersipu dan langsung berjalan kearah adi, dan mereka langsung menyantap makanan yang telah dibelia Adi,
"sayang aku mau ngomong sesuatu" Adi berbicara di sela makan siang nya bersama Arini, "ya ngomong aja" Arini menjawab sambil mengunyah, "mama nyuruh kamu kerumah" jawab Adi, Arini yang lagi minum langsung menyemburnya kemuka Adi "maaf sayang, apa kamu bilang tadi?" tanya arini,
"ya nggak papa, mama aku nyuruh kamu kerumah" jawab Adi "kok mendadak, mama kamu tau aku dari mana?" tanya arini ,"kan kemarin adik aku ke sini dia kan lihat kita" jawab Adi "aku takut di" jawab Arini sambil menunduk "apa yang kamu takutin?" tanya Adi "takut mama kamu nantik nggak bisa Nerima aku" jawab Arini "kan ada aku nggak ada yang perlu kamu takutin oke" Adi menggenggam tangan Arini,
"yaudah aku ngikut aja sama kamu" pasrah arini, "yaudah nanti malam aku jemput kamu" "iya" jawab Arini,
**********
**BERSAMBUNG...
MAAF MASIH BANYAK TYPO,
TERIMAKASIH SUDAH MENYEMPATKAN MEMBACA*.
**************
__ADS_1