Jurang Cinta

Jurang Cinta
JC #6


__ADS_3

dering alarm mengusik Arini yang sedang tidur, dia langsung mematikan alarm yang berbunyi nyaring itu dan langsung menuju kamar mandi dan berwudhu untuk melaksanakan kewajibannya, jam sudah menunjukkan pukul 5:00 pagi ia langsung mengambil mukena nya dan melangsungkan ibadahnya,


dan selesai sholat ia langsung memasak sarapan untuk ia makan sebelum berangkat ke kantor, selesai sarapan ia rapi rapi untuk berangkat ke kantor,


lain halnya dirumah adi, Adi sudah memulai sholat di dalam kamar nya, selesai berdoa ia melanjutkan kegiatan nya, yaitu pergi mengurus kantornya, ia langsung mengambil baju dan jas formalnya untuk digunakan ke kantor, sudah rapi ia langsung turun untuk sarapan bersama orang tua dan adik nya,


"pagi ma,pa dan adik cantikku" sapa Adi "pagi" jawab mereka yang ada di meja makan "kak ucapan kakak tadi malam nggak serius kan" tanya Kirana "kalau iya gimana" jawab Adi "jangan dong kak please" Kirana memelas ke Adi agar tak jadi memblokir kartu nya, "nanti aja bicara nya kita makan dulu" papa Adi menengahkan pembicaraan adik dan kakak itu, dan langsung makan,


selesai makan mama Adi bertanya "emang kakak kamu bicara apa Ki?" tanya mama Adi "kakak mau blokir kartu aku ma, tega banget kan" jawab Kirana "emang kamu buat masalah apa sama kakak kamu?" tanya mama adi,


"Kirana cuma becanda ma sama kak Adi, eh malah ditanggepin serius, kan gak asik" jawab Kirana "yaudah kamu usaha dong buat bujuk kakak kamu, biar kartu kamu nggak jadi di blokir" jawab mama Adi,


selesai sarapan Adi siap² berangkat bersama Kirana karena jalur sekolah Kirana kekantor Adi sejalur, "kak jangan blokir kartu aku ya, nanti gimana dong aku mau beli sesuatu" Kirana dengan wajah yang memelas "iya ribut banget sih masih pagi juga" jawab Adi, Kirana langsung memeluk kakak nya "makasih kakakku paling tampan" jawab kirana,


Adi sudah sampai didepan gerbang sekolah Kirana, "udah sampai turun gih" Adi menyuruh Kirana untuk turun "iya, nanti aku kekantor kakak ya aku mau ngajak kak Arini belanja" jawab Kirana "ya lakukan apa yang kamu suka" jawab Adi,


Adi melanjutkan perjalanan nya kekantor, setelah sampai ia langsung melangkah menuju ruangan nya, saat sudah berada didalam ruangan nya ia melihat sekeliling mencari Arini, dan tak mendapati Arini didalam, "belum datang rupanya",

__ADS_1


tak berselang lama Adi duduk pintu ruangan nya terbuka, Adi pun menoleh ke arah pintu dan langsung tersenyum, karena yang datang Arini "maaf pak saya telat" Arini langsung melangkah menuju meja Adi "kamu telat 5 menit kamu harus di hukum" jawab Adi sambil tersenyum memikirkan sesuatu,


"baik pak saya akan terima hukuman nya" jawab Arini pasrah "sini mendekat" perintah adi, Arini melangkah mendekat ke Adi "hukuman nya apa pak?" tanya arini, "sini lebih dekat lagi" jawab Adi "Arini berjalan dua langkah dan Adi langsung menarik Arini dan Arini langsung terduduk di pangkuan Adi,


"apaan sih pak lepasin" Arini brontak berusaha melepaskan dirinya untuk menjauh dari Adi, namun usahanya sia sia "kamu manggil aku apa tadi?" tanya Adi "iya maaf sayangku lepasin dong ini kan di kantor nantik diliatin orang kan gak enak" jawab Arini,


"kis dulu baru aku lepasin" jawab Adi "apaan sih kamu nyari kesempatan aja" jawab Arini "yaudah kalau nggak mau" Adi semakin mengeratkan pelukannya, pelukan Adi melonggar dan Arini langsung berdiri karena suara ketukan dari luar,


Arini yang sudah duduk di mejanya langsung membuka laptop dan mulai mengerjakan pekerjaan nya "masuk" saut Adi dari dalam,


"kamu kok gitu sih sayang" jawab Julia yang tak tau malunya langsung duduk di pangkuan Adi, Arini yang melihat langsung naik pitam, dan berjalan ke arah julia dan langsung menarik Julia dari pangkuan adi yang mengakibatkan Julia jatuh tersungkur,


"beraninya kau, kau tak tau siapa aku" Julia yang emosi karena ditarik oleh Arini, dan langsung mengangkat tangan nya ingin menampar Arini, tetapi tangan nya langsung ditahan Adi dan dihempaskan ke bawah "ngapain kamu ngalangin aku untuk menampar perempuan yang tak tau diri ini sayang" jawab Julia,


"kamu yang tak tau diri dasar perempuan murahan" jawab Arini "jaga ucaapan mu wanita gila" jawab Julia, Adi langsung menengahkan pertikaian itu dan langsung memindahkan Arini disampingnya "kamu" menunjuk Julia "masih berani kau nampak kan wajah mu di hadapanku ******" jawab Adi,


"sayang kamu nggak papa kan" Adi menangkup kedua pipi Arini "nggak papa" jawab Arini "kamu jangan nanggepin wanita gila ini dia hanya mengada ada jgn kamu percaya ucapan nya" Adi sambil merangkul Arini, "kamu keluar dari ruangan ku dan jangan berharap aku akan kembali padamu, karena aku sudah memiliki kekasih dan calon istri yang lebih baik darimu" Adi menunjuk muka Julia,

__ADS_1


"baik kita lihat saja, hidup mu tak akan tenang ****** aku akan merebut nya dari mu" sambil melenggang keluar ruangan Adi, Arini yang disebut ****** langsung naik pitam dan ingin mengahajar Julia, namun Adi menahan nya "kamu ngapain sih ngalangin aku aku kan ingin menampar mulut wanita gila itu" Arini cemberut karena Adi menghalanginya "nggak usah kamu tanggepin wanita gila itu" jawab adi,


dan Adi langsung mengajak Arini duduk di sofa yg ada diruangan nya, "udah ya jangan emosi lagi, aku nggak akan berpaling dari kamu" jawab Adi "kalau mau berpaling pun nggak papa" jawab Arini padahal ia sangat takut jika Adi kembali pada julia, karena ia kini sudah mulai mencintai Adi "yaudah aku kejar dia lagi keluar" Adi berdiri untuk memancing Arini,


"pergi aja kamu jangan cari aku lagi, sekalian nikah sama dia" jawab Arini memalingkan wajahnya menahan emosi, Adi langsung duduk dan memeluk Arini "jangka ngambek dong" Adi memeluk Arini "tapi mau pergi ya pergi aja aku nggak akan ngelarang" jawab Arini "mana mungkin aku pergi ninggalin bidadari untuk kembali ke iblis" jawab adi,


"kamu haru percaya sama aku, bahwa aku nggak akan ninggalin kamu" Adi meyakinkan Arini, Arini langsung membalikkan badannya dan memeluk Adi erat "kamu janji ya nggak akan pergi" jawab Arini "iya, tadi kayak nya ada yang cemburu" Adi menggoda Arini "apaan sih kamu siapa yg cemburu" jawab Arini menundukkan kepala menahan malu,


"ya kalau nggak ngapain marah" jawab Adi "nggak siapa yg cemburu kamu nya aja yang kepedean" langsung berdiri, melangkah menuju meja kerja nya namun belum beberapa langkah Adi langsung menarik Arini dan langsung melu**at bibir ranum arini.


*********


**BERSAMBUNG.....


MAAF MASIH BANYAK TYPO**.


*********

__ADS_1


__ADS_2