
"Jurang yang terjal tidak selamanya curam,begitulah tepat nya ungkapan hati yang menyeruak menyelimuti kalbu, adakalanya semesta tak berpihak namun bukan berarti ia tidak mengaturnya bukan.hembusan angin yang begitu lembut menyapa kulit seakan ia berkata bahwa aku bersamamu di setiap waktu,bahkan lukamu akan segera sembuh.
-----------------++++++
Bak terhempas di jurang yang terjal,lalu tercabik oleh hewan buas begitulah rasa sakit yg sani rasakan semenjak kepergian ibu nya 18 tahun yang lalu,hidup dengan ayahnya sama baginya hidup di neraka yang nyata.Bagaimana tidak ayahnya yang hobi berjudi dan mabuk-mabukan terkadang melampiaskan kekesalannya terhadap putri semata wayangnya jika ia sudah kalah berjudi,belum lagi sani yang baru pulang sekolah menengah atas harus bekerja paruh waktu agar bisa tetap melanjutkan sekolah dan bertahan hidup sebab ayahnya hanyalah seorang pengangguran, namun herannya ada saja uang nya untuk berjudi,jangan di tanya dimana ia mendapat kan uang jikalau bukan mengmabil secara paksa gaji harian sani hasil dari membantu ibu dari sahabatnya yaitu ayu menjadi seorang waiters d sebuah cafe bernuansa klasik,dia hanya akan menjadi waiters ketika salah satu dari karyawan tetap ibu nursi tidak masuk dia juga kerap membuat kue untuk di titipkan ke warung tetangga bersyukur nya kuenya yang begitu lezat selalu habis,hfff rasanya lelah sekali namun aku harus semagat untuk menggapai cita-cita ku sebab mengharapkan bapak untuk bekerja itu sangat tidak mungkin, bersyukur nya aku selalu menyisihkan separuh gaji harian yg aku terima untuk di tabung, sebab jika menyimpan nya semua di dalam dompet bapak pasti mengambil nya secara paksa untuk membeli minuman beralkohol dan berjudi,bu..apakah sani akan sanggup bertahan seperti yang ibu katakan derai air mata lolos begitu saja di pipi mulusnya apa lagi mengingat perlakuan ayahnya yang sangat membencinya semenjak ibunya meninggal karna tertabrak truk demi menyelamatkan sani yg masih balita yang berada di tengah jalan demi mengambil boneka beruang miliknya, ayahnya menyalakan sani bahkan sangat membeci sani atas kecelakaan yang menimpa istrinya bahkan ia menganggap sani adalah anak pembawa sial..karena awalnya ia adalah seorang pegawai di salah satu tambang batu bara di Kalimantan timur namun dia harus mengalami PHK karena tempat ia bekerja hampir saja gulung tikar yang d sebabkan harus mengurangi sebagian kariawan agar tetap bisa bertahan,anak pembawa sial bgaiamana tidak ia berkata demikian karena semenjak tragedi kecelakaan yg menimpa istrinya, seminggu kemudian ia terkena PHK,,aku sangat membeci mu anak setan,sialan,mati saja kau membuatku susah ia terus mengumpat sambil terus memukul sani ...bahkan sani kerap tidak berdaya dengan luka d sekujur tubuhnya namun ia tak berhenti memukul anaknya,,sani meringis berjalan ngesot menyusuri kamarnya yang berukuran 2x3 bernuansa biru langit,ia menundukan kepalanya sambil terus menangis menahan sakit,tidak lama pintu rumahnya terbuka ya siapa lagi kalau bukan tetangganya yg sangat peduli terhadap nya yaitu itu ibu rukmi seorang paruh baya yang tidak d karuniai seorang anak melangkah masuk ke dalam kamar sani lalu memeluknya dengan erat dan membantu mengolesi obat di sekujur tubuh mungilnya nya.Kamu yg sabar ya nak ,sani harus percaya Allah itu tidak pernah tidur ,suatu saat sani akan bahagia serta menemukan seseorang yang mencintai, menyayangi serta melindungi dan menerima sani dengan tulus dan tangan terbuka,maafkan bpaakmu ya ndo dia hanya sedang kalut,sani hanya mengangukan kepalanya.
__ADS_1
Pagi yang cerah pertanda matahari telah memunculkan wajahnya di balik awan putih
------------+
Hai sani linda teman kelas sani menyapanya,sani tersenyum setidaknya masih ada teman-temannya yg baik ya meskipun sinta and the geng suka membulinya bahkan terkadang mengerjainya habis-habisan bahkan terkadang mengumpat nya dengan sumpah serapah dari mulut kotornya..sinta anak dari salah satu guru di SMA tempat sani sekolah yaitu sekolah SMA CITRA BUANA
__ADS_1
Bak terhempas di jurang yang terjal,lalu tercabik oleh hewan buas begitulah rasa sakit yg sani rasakan semenjak kepergian ibu nya 18 tahun yang lalu,hidup dengan ayahnya sama baginya hidup di neraka yang nyata.Bagaimana tidak ayahnya yang hobi berjudi dan mabuk-mabukan terkadang melampiaskan kekesalannya terhadap putri semata wayangnya jika ia sudah kalah berjudi,belum lagi sani yang baru pulang sekolah menengah atas harus bekerja paruh waktu agar bisa tetap melanjutkan sekolah dan bertahan hidup sebab ayahnya hanyalah seorang pengangguran, namun herannya ada saja uang nya untuk berjudi,jangan di tanya dimana ia mendapat kan uang jikalau bukan mengmabil secara paksa gaji harian sani hasil dari membantu ibu dari sahabatnya yaitu ayu menjadi seorang waiters d sebuah cafe bernuansa klasik,dia hanya akan menjadi waiters ketika salah satu dari karyawan tetap ibu nursi tidak masuk dia juga kerap membuat kue untuk di titipkan ke warung tetangga bersyukur nya kuenya yang begitu lezat selalu habis,hfff rasanya lelah sekali namun aku harus semagat untuk menggapai cita-cita ku sebab mengharapkan bapak untuk bekerja itu sangat tidak mungkin, bersyukur nya aku selalu menyisihkan separuh gaji harian yg aku terima untuk di tabung, sebab jika menyimpan nya semua di dalam dompet bapak pasti mengambil nya secara paksa untuk membeli minuman beralkohol dan berjudi,bu..apakah sani akan sanggup bertahan seperti yang ibu katakan derai air mata lolos begitu saja di pipi mulusnya apa lagi mengingat perlakuan ayahnya yang sangat membencinya semenjak ibunya meninggal karna tertabrak truk demi menyelamatkan sani yg masih balita yang berada di tengah jalan demi mengambil boneka beruang miliknya, ayahnya menyalakan sani bahkan sangat membeci sani atas kecelakaan yang menimpa istrinya bahkan ia menganggap sani adalah anak pembawa sial..karena awalnya ia adalah seorang pegawai di salah satu tambang batu bara di Kalimantan timur namun dia harus mengalami PHK karena tempat ia bekerja hampir saja gulung tikar yang d sebabkan harus mengurangi sebagian kariawan agar tetap bisa bertahan,anak pembawa sial bgaiamana tidak ia berkata demikian karena semenjak tragedi kecelakaan yg menimpa istrinya, seminggu kemudian ia terkena PHK,,aku sangat membeci mu anak setan,sialan,mati saja kau membuatku susah,kami merenggut nyawa istriku.. ia terus mengumpat sambil terus memukul sani ...bahkan sani kerap tidak berdaya dengan luka d sekujur tubuhnya namun ia tak berhenti memukul anaknya,,sani meringis berjalan ngesot menyusuri kamarnya yang berukuran 2x3 bernuansa biru langit,ia menundukan kepalanya sambil terus menangis menahan sakit,tidak lama pintu rumahnya terbuka ya siapa lagi kalau bukan tetangganya yg sangat peduli terhadap nya yaitu itu ibu rukmi seorang paruh baya yang tidak d karuniai seorang anak melangkah masuk ke dalam kamar sani lalu memeluknya dengan erat dan membantu mengolesi obat di sekujur tubuh mungilnya nya.Kamu yg sabar ya nak ,sani harus percaya Allah itu tidak pernah tidur ,suatu saat sani akan bahagia serta menemukan seseorang yang mencintai, menyayangi serta melindungi dan menerima sani dengan tulus dan tangan terbuka,maafkan bpaakmu ya ndo dia hanya sedang kalut,sani hanya mengangukan kepalanya.
Pagi yang cerah pertanda matahari telah memunculkan wajahnya di balik awan putih
------------+
__ADS_1
Hai sani linda teman kelas sani menyapanya,sani tersenyum setidaknya masih ada teman-temannya yg baik ya meskipun sinta and the geng suka membulinya bahkan terkadang mengerjainya habis-habisan bahkan terkadang mengumpat nya dengan sumpah serapah dari mulut kotornya..sinta anak dari salah satu guru di SMA tempat sani sekolah yaitu sekolah SMA CITRA BUANA