
"Allah tidak pernah salah mempertemukan kamu dengan seseorang ,yang tak tahu akhirnya akan seperti apa,hadirnya membawa salah satu di antara dua hadiah untukmu, yaitu kebahagiaan atau pengalaman"
Setelah beberapa saat pertemuan makan malam antara sani dan keluarga nabil,kini sani semakin semangat menjalani hidup,sebab oragtua nabil sangat menyayangi nya.. bahkan orantua nabil berjanji akan menyekolahkan sani sampai ke perguruan tinggi.
waktu demi waktu telah di lalui bersama bayang-bayang sang bapak,kini sani telah menjadi wanita yang kuat dan tangguh.
Hari ini weekend,sani menghabiskan waktu membersihkan rumah, termaksud kamar sang ayah,,saat tengah asik membersihkan tempat tidur,kini ia beralih ke lemari namun gerak tangannya berhenti di sebuah benda peninggalan sang bapak.
Ia mencoba membersihkan buku album yang berisikan tulisan sang bapak di penuhi debu dan mulai usang. Ia membalik helai demi helai lembaran buku tersebut,,sampai ia berhenti pada satu catatan yang berisikan foto seorang gadis kecil dengan tanggal lahir 23 juli 2002.
"sani gadis kecilku,yang sampai kapanpu akan menjadi putri kecilku,,meski kita tidak sedarah,meski darahku tidak menetes dalam darahmu,,tapi kamu tetap anakku.,"
"Suatu saat nanti ketika kamu bertemu orang tua kandung mu,bapak harap mereka sangat mencintai dan menginginkan mu..nak yang orang-orang bilang itu benar,kamu adalah anak yang bapak selamat kan dari seorang ibu yang entah siapa namanya,ia hanya menitipkan kamu kepada bapak dengan sebuah liontin permata,, yang bapak simpan di laci lemari.Ibu itu ketakutan jika kamu terluka."
"Bapak harap suatu saat nanti kamu akan bertemu mereka dalam keadaan yang bahagia,sebab bapak tidak pernah memberikan mu kebahagiaan sayang."
"Sani putri kecilku,kelak suatu saat kamu akan mengerti,kenapa orgtua kandungan mu menyerahkan mu kepada bapak.Bapak harap kelak kamu akan memakai liontin itu."
salam sayang, untuk putri kecilku..Sani mykaila Maulida.
Air mata sani mengalir begitu saja rasa sesak yang ia rasa sungguh menyiksa,...ia bergegas mencari liontin tersebut,dan benar ia menemukannya di dalam laci tentu saja ada tanggal lahirnya di sana.
Ia kembali menangis ,,ia bingung harus melakukan apa,,,ia kemudian memakai liontin tersebut sesuai dengan amanah sang bapak.
Setelah beberapa jam dalam tangisnya,ia bergegas menyambar Sling bag hari ini ia berencana ke pemakaman mengunjungi sang bapak,ia ingin menumpahkan rasa rindunya yang tak terbalas di sana,ya di atas pusara sang cinta pertama untuk nya.
Setibanya di pemakaman ia menabur bunga,,lalu berdo'a dalam do'anya terselip tangisan,ia kemudian menunjukkan liontin yang ia pakai agar sang bapak melihatnya.
"hikkkksss,,hikkkkss,,pak lihat gak liontin nya udah aku pakai,, bapak senang gak lihat sani memakai ini,sani anggap ini adalah kado ulangtahun sani..hikkksss..hikkkss."
Setelah selesai dengan urusan nya,sani bergegas pulang sebab hari sudah beranjak sore.
Sementara di dalam kamarnya seorang anak laki-laki memandangi fotonya waktu di bali entah kenapa ia memajang beberapa foto tersebut,hatinya merasa nyaman.Namun ia belum tahu apakah ini cinta atau hanya obsesi semata,semakin ia meyakinkan diri untuk menjauh,,namun semakin kuat pula perasaan itu hadir.
Ia bergegas beranjak ke balkom kamarnya, menikmati semilir angin malam,,kemudian memetik senar gitar.. menciptakan bait demi bait puisi cinta yang tersirat.
apakah ini cinta atau ilusi,sungguh aku tak mengerti,aku harap ini hanyalah ilusi..agar tak ada rasa sakit di antara hati kita.
Jika pula ini adalah cinta,maka aku berharap Tuhan tetap menjaganya,agar ia hadir dengan takdir terbaiknya.
Aku tak bisa memegang cinta,aku tak ingin pula menyatakan ini adalah cinta sebab aku takut jika aku keliru, memilih antara cinta dan obsesi.
Sekian lama mencoba meyakinkan hati memilih sesuai dengan logika namun terhempas begitu saja .
Saat sedang asyik memainkan semar gitar.. ponselnya bergetar.
ddrrrt...drrrrt
Terpampang jelas nama sinta,ia hanya melirik nya saja..tak lama ponselnya kembali bergetar, menandakan ada pesan masuk,,ia bergegas merogoh ponselnya,lalu membaca pesan tersebut.
"Lang, Lo Dimana.. tolongin sinta lang,sinta pengen bunuh diri"
sontak saja melototkan matanya..ia bergegas membalas pesan tersebut.
__ADS_1
"kok bisa sih,tunggu aku ke sana.. cepat share look,,!!
Setelah mematikan ponselnya,ia bergegas ke tempat dimana sinta berada.
Setibanya ia di apartemen sinta yang berada di lantai 15 ,ia mendekati sinta..namun sinta menolaknya.Galang tidak berhenti di situ.Ia mencoba meyakinkan sinta.Ia kasihan melihat sinta yang putus asa.
J
"guaaa benci bokap gua,guaaa benci ,,hikkksss,,hiksss."
Galang memeluk sinta,,ia mengusap punggung wanita itu, sungguh ia melihat kerapuhan sinta.Ia mencoba menenangkan sinta,, sampai akhirnya sinta tertidur dalam dekapan nya.
Ia memandangi wajah sinta..ada rasa kasihan terhadap kekasihnya itu,yang beberapa bulan lalu bersama nya,namun terkadang ia abaikan.
"maafkan aku,yang mengabaikanmu,bukan maksud mengabaikan kamu,hanya saja aku butuh waktu untuk menata hati,sebab ada rasa kecewa di hatiku."
Ia mengangkat tubuh sinta lalu membawanya ke dalam kamar,ia membaringkan tubuh kekasihnya itu,,lalu menyuruh Sandra menemani sahabatnya, sementara ia sudah keluar dan pamit pulang,namun sebelum itu ia berpesan agar sandra mengabari nya jika sinta melakukan hal bodoh seperti tadi.
Setelah berpamitan,ia bergegas pulang ke rumah,,namun ketika berada di tengah perjalanan,ia melihat seorang gadis,, mendorong motor nya..ia lalu menepi,, memastikan siapa wanita itu sebab ia seperti mengenal nya.
"loh..sani,,kamu ngapain dorong motor ??
"bensin motor ku habis Lang,,jadi aku dorong ."
"astagfirullah..kamu mending duduk di sana aku cari bensin dulu di sekitar sini.
Setelah berapa jam mencari bensin,ia kembali ke mobilnya melihat sani yang sangat kelelahan, sebab ketika pulang dari sekolah sani lanjut ke kafe.
"San,, mending aku antar pulang,, udah larut malam ni ..motornya taro di kios itu aja.. kayaknya pemilik nya juga belum tidur deh.
"ya udah klau gitu,kamu duluan aja, aku ngikutin dari belakang yah."
Sani pun mengangguk setuju,ia kemudian menghidupkan mesin motornya lalu mulai melaju menuju rumah nya, sementara galang mulai mengikuti nya dari belakang,, setelah memastikan sani sampai dan masuk ke dalam rumah nya..galang berpamitan untuk pulang.
Waktu berjalan begitu cepat hingga kini sani kembali di pertemukan dengan keluarga nabil,,ibu nabil masuk rumah sakit dan harus segera di operasi..namun ia kekurangan beberapa kantung darah .
Kini sani tiba di rumah sakit,, setelah berbincang-bincang dengan dokter dan ayah nabil sani memutuskan untuk mendonorkan darahnya, sebelum mendonorkan darah terlebih dahulu di periksa ke cocokan nya..alangkah terkejutnya ayah nabil , sebab darah sani memiliki kecocokan hingga 99%.
Setelah melakukan donor darah,kini sani berpamitan pulang ,namun ketika hendak keluar kalung liontin yang sani pakai,,tiba-tiba saja terjatuh,,ia berjalan begitu saja tanpa sadar liontin nya sudah tak melingkar di lehernya.
Ayah nabil mencoba mngejar sani,namun kalah cepat dengan langkah sani..ia sudah melajukan motornya keluar dari pelataran rumah sakit.
Ayah sani mencoba melihat kalung liontin itu, perasaan nya tidak asing dengan benda itu.
Sementara di dalam kamar sang istri sudah siuman, setelah ayah nabil kembali ke ruangan ia menceritakan hal tersebut dan memperlihatkan liontin itu, tentu saja sang istri kaget.
,,papa nemu ini dimana???
"liontin ini milik sani ma,tadi terjatuh pas ppa ngejar ehhh taunya sani udah jauh,,jadi ppa simpan aja."
"pah,,ini liontin anak kita pah..ppa ingat gak waktu ke paris ulang tahun nabil dan adik nya ppa hadiahin liontin in."
"astagfirullah,ma berarti sani,,,a..anak kita ma."
__ADS_1
"iya,ppa betul pasti sani anak kita .
Sementara di dalam kamar seorang gadis sedang mencari kalung peninggalan sang bapak.
"loh kok liontinnya gak ada di leher aku ya..??apa jangan-jangan jatuh, astagfirullah itukan pemberian bapak,,,hiksss hikkksss.
setelah beberapa jam mencari , tiba-tiba handphone nya bergetar.
Drrrrrttt..drrrrrtttt
"halo, assalamua'laikum,,ada apa bil ???
"wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatu,san..ini papa nyuruh aku buat jemput kamu,bisa gak ??
"loh ada apa..emang mma kamu sakit lagi??
"oh gak,,itu ppa katanya ada yang mau di omongin ke kamu."
"oh ya udah aku siap-siap dulu,,nanti klau udah selesai aku chat ya !!!
"oh ok..aku tunggu ya."
Setelah beberapa menit berkutat di depan cermin.. sekarang sani menghubungi nabil,,dan kini nabil sudah malajukan mobilnya ke arah kediaman nya.
Setibanya mereka,,sang ibu begitu antusiasnya,,ia memeluk sani,,lalu mengajaknya ke ruang tamu,,mereka berbincang cukup lama hingga kini sang ayah mengeluarkan kalung liontin.
"apa benar ini punya kamu sani ??
"maa syaa Allah,,dimana om menemukan kalung saya ???
"om ketemu di rumah sakit,waktu kamu pulang..om ngejar kamu tpi udah gak keburu,kalung ini dari siapa san ??
" oh itu dari almarhum bapak saya,om."
" apa boleh tau bapakmu dapat darimana nak ???
" ceritanya panjang,,om.(Mulai berkaca-kaca).
Setelah sani menceritakan semua,, berbekal deary sang bapak,kini orangtua nabil saling memandang kemudian memeluk sani.
"Alhamdulillah nak, ternyata kamu anak kami..anak yang pernah mama titipkan kepada seorang laki-laki,,karna waktuotu mantan sahabat mma ingin mengambil dan membunuh kamu,,krna dia depresi anaknya yang seumuran kamu meninggal ,dia menyalakan mma atas meninggalnya anaknya,sebab dia ingin menikah dengan papa kamu,jadi kalau kamu tiada otomatis ppa kamu akan sangat membenci mama,,, ,maafkan mma nak,maafkan hikksss,,hikkksss.
" m...mmm..a,apa betul yang sani dengar in,,apa betul sani anak kandungmu ??
"iya nak,,mama boleh peluk sani ??
"mm..m..ma,,hiksss..hiksss."
"ma..maafkan mma nak, mama tidak tau sejauh mana kehidupan yang sani jalani,tapi mama janji akan berikan kasih sayang yg selama ini terbuang,yang selama ini sani tidak rasakan..mma janji nak.
"i...iya ma."
"namamu gak akan mama ganti,,cukup sani saja... namanya bagus, betapa baiknya laki-laki tempat mama menitipkanmu nak,mama sangat berterima kasih kepada nya."
__ADS_1
Sani mengangguk paham,ia juga merasakan nyaman berada dalam dekapan sang mama.Dan sang mama menceritakan bahwa dia dan nabil adalah kembar yang tak identik,,sang mama juga meminta sani untuk tinggal di rumah mereka.