
"tempat untuk berpulang yang lebih nyaman adalah pada diri sendiri."
Tak terasa waktu berputar begitu cepat,hari demi hari sani lalu bersama seorang ayah.
Hari in gajian pertama untuk sang ayah karena ia sudah kembali bekerja,sebab sudah sejak berapa bulan yang lalu ia menyuruh sani untuk berhenti bekerja.
Senyum bahagia terlukis di wajah tampan nya meski usianya sudah tak muda lagi.Langkah demi langkah ia berjalan menyusuri lobi kantor, hendak pulang dan mngajak sani makan di luar untuk merayakan ulang tahun sang anak dengan uang hasil jerih payahnya.
Kini ia sudah berada di parkiran,ia mulai menghidupkan mesin motornya,lalu beranjak pergi membelah jalan ibu kota Jakarta.
Rasa lelahnya terbayarkan dengan gajinya yg sepadan,,sebab ia menjadi seorang staf di kantor ternama, butuh berbulan-bulan ia mengirim CV nya ke perusahaan tersebut.
Hingga tiba waktunya ia di panggil untuk melakukan interview,tak menyia-nyiakan waktu ia langsung beranjak ke kantor itu..alhasil ia di terima.kini tibalah saatnya ia menikmati hasil kerja kerasnya.
Sungguh Allah sang pemberi hidup,di saat hati sudah beserah,sudah pasrah,ya sudahlah ALLAH yang atur.sungguh ALLAH pengatur yang terbaik.
Tak terasa waktu sudah beranjak senja sesaat setelah matahari masuk ke dalam cakrawala hingga saat cahaya aram benar-benar hilang.
Namun naasnya ketika hendak membelokkan stir motor menuju ke arah gank rumahnya,entah dari mana mobil truck melaju begitu kencang, seperti nya sang pengendara sedang mabuk dan mengendarai truck dgan brutal .
brakkkkkkkk...
Ia terhempas dari motornya, terseret di aspal sepanjang 10 meter,belum berhenti di situ dari arah berlawanan ada mobil yang juga melaju begitu kencang dan sulit mengendalikan laju mobilnya.
ciiiiiitttttt...Brakkkk
terlindaslah dia,di kepalanya mengucur darah segar,sedangkan kakinya mengalami patah sementara mukanya hendak tak berbentuk lagi.
Mobil sedan hitam berplat xxx,memutar balik mobilnya lalu melaju pergi meninggalkan TKP ,,di sana aman sebab tidak ada cctv
Berbeda halnya dengan persimpangan jalan menuju arah rumahnya terdapat beberapa cctv.
"Gila ,,lu nabrak orang woeee ,gua udah bilang kan gua aja yang bawa mobil biar gak ngebut,, krna lo kebanyakan minum tadi tapi siapa ya yang tadi lubtabrak ."
"ahhh bawel banget sih ,,bisa diam gak,otak gua mumet ni,,,bodoh amatlah..di sana juga aman gak ada CCTV.
Para warga sudah berkerumun,di sana juga sudah ada polisi yang memasang garis police line,dan mereka melakukan indentifikasi, sementara mayat tersebut sudah di amankan pihak berwajib ke rumah sakit, untuk di lakukan otopsi.
Di rumahnya,yang berukuran sedang ,tertata rapih dan bersih ,,rumah yang di penuhi beberapa foto sang bapak dan dirinya.. tiba-tiba saja ia menyenggol foto sang bapak yang berada di atas nakas..dan lagi sejak tadi sani merasakan sesak,gelisah , khawatir sebab sang ayah ketika hendak meninggalkan parkiran kantor,ia sempat menghubungi sani untuk segera bersiap karena mereka akan keluar makan malam di luar,dan merayakan hari kelahirannya.
Namun berjam-jam menunggu hingga waktu menunjukkan pukul 20.15 ,sang ayah belum juga tiba,ia mencoba menghubungi sang ayah namun handphone nya tidak aktif.
"apa.. ,hp bapak batrei nya hbis ya,kok gak aktif sejak tdi,apa jangan-jangan..tidak..tidak..tidak.Bapak pasti baik-baik saja, sekarang pasti bapak menyiapkan suprarise untuk aku,,makanya bapak sengaja menon aktif kan hpnya."
Namun hatinya tetap gelisah,bahkan ia tidak sadar darah segar mengalir dari ujung kakinya,sebab ia tidak sengaja menedang tusukan obat nyamuk."
"auuuu, astagfirullah ..ada apa in ya Allah,bapak pasti baik-baik saja."
ketika hendak berjalan mengambil kotak p3k, ia mendengar ketukan pintu dari arah luar.
"tunggu sebentar."
ceklek
ia membuka hendel pintu,dan alangkah kagetnya ia sebab yang berdiri di depan pintunya adalah seorang polisi.
"mari silahkan masuk pak, mohon maaf pak,ada apa ya ??
"kami dari pihak kepolisian,ingin menyampaikan bahwa bapak anda mengalami kecelakaan,dan beliau...
__ADS_1
ucapan sang polisi menggantung sebab mereka melihat sani yang mematung, pucat pasi terlihat di wajah cantiknya.
Bu nursi yang hendak masuk ke dalam rumah sani,di kagetkan dengan kehadiran polisi.
"assalamualaikum, punten,,in ada apa pak,kok bapak polisi ada di rumah nak sani ??
"wa'alaikum salam warahmatullahi, begini bu kami ingin menyampaikan bahwa,Bapak sani mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat,saat ini mayatnya masih berada di rumah sakit."
"astagfirullah ,,ya Allah,nak sani kamu yang kuat,sing sabar sayang, allah mungkin punya rencana lain,sabar ya nak."
Sambil memeluk dan mengusap lembut punggung sani.Sani hanya mengangguk,bahkan ia beberapa kali tumbang dan tak sadarkan diri, hingga akhirnya mereka tiba di koridor rumah sakit.
Para medis membawa sani serta bu nursi ke ruang mayat, setibanya mereka sani ambruk ,,lemas serasa seluruh tubuhnya tak bertulang.Ia tak pernah putus mengucap,ia beberapa kali meyakinkan dirinya untuk tetap kuat,namun lagi-lagi ia gagal untuk menjadi sosok yang kuat.
Ia melangkah mendekati jenazah,ia sudah meyakinkan dirinya,bahwa ia kuat lalu menyibak kain kafan yang menutupi tubuh sang bapak."
"Allahuakbar, astagfirullah,,ya Allah bapak,pak seandainya sani tahu, sani tidak ingin merayakan ulangtahun ,, asal bapak kembali dengan selamat."
Serasa raganya tercabik, separuh nafasnya hilang, lagi-lagi allah memberikan nya cobaan yang luar biasa,di mana seorang anak remaja seusianya belum tentu mampu menghadapi innsemua ,namun Allah kembali memilihnya untuk tetap berdiri tegar dengan semua pilihanNYA.
Ia memeluk jenazah sang bapak, air mata nya serasa sudah kering namun masih saja mengucur tiada hentinya ,bahkan matanya sudah tak berbentuk,saking sembabnya.Kembali ia menangisi kepergian sang cinta pertama.
"pak,,apa sani akan sanggup ??,apa sani bisa menjalani hidup sendirian,gimana kalau ada orang jahat pak,,,siapa yang jagain sani,klau bapak gak ada ....hikkksss hikkkss
"sani yang sabar sayang,ada ibu di sini,anggap ibu adalah ibu kamu dan paklemu bapakmu nak,,,sayang sudah ya..kasian bapakmu,, harus segera di kafani dan adi di antr ke tempat peristirahatan nya."
Akhirnya mayat sang bapak yang sudah di kafani,, tiba juga di kediamannya,di sana sudah ada para tetangga juga aparat desa yang membantu proses untuk ,pemakaman sang mayat
Sementara di cafe ayu sedari tadi menunggu sani,,,sebab ia sudah mendekor kafe tempat sani akan makan malam dengan sang cinta pertama.
"kok,sani belum datang ya.. perasaan ku juga gak enak sejak tadi,apa sani baik-baik saja."
Tuuuutt..tuuutt...tuuuttt
"kok gak di angkat ya ?? coba sekali lagi deh ,,mana tau sudah di jalan.
Tuuuut..tuutt
"halo, assalamualaikum."
"wa'alaikum salam warahmatullahi,san kamu dimana ??
"maaf neng ayu,in bu nursi,,nak sani lagi berduka !
"maa.. maksudnya bu nursi apa ??berduka,,siapa yang meninggal bu."
"itu neng, bapaknya nak sani kecelakaan,,pas pulang dari tempat kerja,,menuju ke rumah bapaknya di tabrak truck."
"aa....apppaaaa??? innalilahi wa innailahi rajin'un,,sya ke sana sekarang bu."
Raka yang melihat adiknya menangis,lantas bertanya.
"heey..kenapa ??kamu kenapa nangis,,??si elang nyakitin kamu ??
Ia menjawab dengan gelengan.
"truss kenapa nangis,cerita sama kka ."
" sani kak,sani sekarang lagi berduka kak."
__ADS_1
"aaapaa ?? innalilahi wa innailahi rajin'un..ayo de kita ke rumah sani,,kka telfon mama dulu ngasih kabar ke dia.
"tuuttt..
"halo, assalamualaikum ma,,ma,,raka gak jadi jemput mma sebab ,raka dan ade mau ke rumahnya sani,,dia sedang berduka ma."
"innalilahi wa innailahi rajin'un,,iya gak ppa sayang,nanti mma suruh sopir jemput mma,nanti mma nyusul ke sana.
Setibanya mereka di rumah sani,ayu segera menghampiri sani lalu memeluk sahabatnya itu,ia dapat merasakan kerapuhan sani saat ini,,,ia mencoba menguatkan sahabat nya.
Setelah beberapa jam berlalu,semua orang yang melayat kini telah kembali pulang ke kediaman masing-masing..tinggal tersisa sani yang berada di makan sang cinta pertama.
Kini langit cerah berubah kelam berawan hitam, tiba-tiba hujan deras mengguyur ibu kota Jakarta,, sani bahkan tertidur di pusara sang bapak,hingga malam tiba...ia mulai tersadar dari tidurnya,ia bangkit lalu mengusap batu nisan sang bapak,lalu meninggalkan kuburan tersebut dengan langkah yang tertatih.
Setibanya ia di rumah,ia membuka handel pintu lalu terduduk dengan tangisannya.Betapa ia tidak menyangka semua ini akan terjadi,kini tinggalah ia dengan kenangan sang bapak.
Ia tak bisa berfikir jernih,sungguh hidupnya hancur,bahkan ia tak bisa lagi berkata-kata.
Setelah beberapa bulan berlalu kini sani kembali bersekolah sebagai mana biasanya,namun ia menjadi sosok yang pendiam,ia menyibukkan diri dengan bersekolah dan bekerja,karna ia kembali bekerja di kafe milik sahabat nya.
hari demi hari ia lalui dengan bekerja dan sekolah, hingga kini ia tak sdar dirinya sudah hampir menghadapi ujian akhir sekolah.
Kimi sang sahabat yang tak pernah berhenti memberikan semangat datang menghampiri.
"heeei..kantin yuk,laper nih."
"ayo."
"pulang sekolah, hiling yuk ke rumah nenek aku di Bandung,,di sana tuh udaranya sejuk banget kamu pasti betah."
"gak deh,aku kan kerja yu."
"ntar aku bilangin mama,biar nnti ganti shift aja sama nela, gimana??
"eeemm, bolehlah kalau gitu."
"ok deh,nanti aku jemput ya."
"ia,eh tunggu kita berangkat nya berdua??
"gaklah,,entar abang raka yang nganterin,nanti dia balik lagi kerumah karna mama ke luar negri,jadi dia yang handle semua kerjaan di kafe.
Setelah berbincang-bincang kini mereka tiba di kantin, ayu langsung memesan seblah untuk sani,dan bakso untuk dirinya.Dari kejauhan galang memperhatikan sani.Sementara sinta yang melihat itu merasa geram ,namun sebisa mungkin ia tidak marah,takut galang merasa ilfill.
Setelah mereka makan siang di kantin,kini mereka sudah kembali ke kelas,namun sani merasa tak enak badan akhirnya ayu memberitahu guru piket agar sani di izinkan untuk pulang,nabil yang menyadari itu membantu ayu ,,kini ia mengantar kan sani hingga ke rumahnya.
Kini sani berada dalam kamarnya di temani oleh bu nursi.
"nak sani, bangun dulu.. makan bubur dulu ya..terus minum obat biar cepat reda suhu tubuhnya."
"ia bu, trimakasih ya bu,sudah ngerawat sani."
"gak perlu berterima kasih nak,ibu anggap kamu itu anak ibu."
"ia bu."
"ayo sayang buburnya di habiskan ya, tinggal satu suapan lagi."
Setelah makan,kini sani minum obat lalu istrahat...!!
__ADS_1
Setelah beberapa hari istrahat di rumah,kini sani kembali bersekolah seperti biasa.