
Aku adalah Da Qin, seorang transmigator, dikehidupanku sebelumnya, aku adalah anak dari seorang konglomerat, aku mati konyol, aku mati tertabrak mobil saat aku sedang berjalan santai. Aku kemudian secara tidak sadar terbangun di dunia ini dan bereinkarnasi, aku juga membangkitkan sebuah sistem. Dan... Sekarang ini, sistem ku yang tidak perhatian mulai bertindak...
[Host dalam bahaya! Segera melarikan diri atau mati!]
'Mati...? Oleh anak ini? Jangan bercanda, aku tidak akan mati!' pikir Da Qin.
"Itu benar, aku adalah jenius termuda sekaligus tetua termuda. Dan, mengapa kau mengatakan aku ini lemah?" tanya Da Qin sambil menatap Huang Se dengan tatapan sombong.
"Kau hanya berlatih pedang terus-menerus, mengulangi gerakan yang sama sampai sempurna, kau jarang sekali menstabilkan aliran energi spiritual milikmu, apa aku benar?" Ucap Huang Se.
"I-itu benar.." Ucap Da Qin sambil mencibir bibirnya.
"Itulah mengapa aku mengatakan kau ini lemah, aku tidak ingin bertarung denganmu, bukan karena aku lemah... Tapi, karena aku kasihan padamu. Hanya terus berlatih pedang dan pedang, tidak pernah berlatih teknik berlari maupun menghindar. Sudah seperti mesin pemotong saja, dan... Jika aku ingin membunuhmu, aku bisa membunuhmu dari tadi" Ucap Huang Se sambil berbalik dan pergi menuju ke arah batu kultivasi Air Terjun.
"Sudahlah, kau tidak akan mengerti, aku hari ini ingin melatih teknik milikku di bawah air terjun ini, apakah boleh?" tanya Huang Se sambil tersenyum lebar.
"Ya, anda boleh berkultivasi di air terjun ini. Semua murid, ikuti aku, kita akan pergi ke Air Terjun di sebelah sana" Ucap Da Qin.
"Terima kasih, semoga kau bisa mempelajari teknik yang lain, dan semoga kau bisa mengingat sekaligus mengerti perkataan ku yang tadi" Ucap Huang Se sambil tersenyum.
"Ya, terima kasih atas saran anda, kalau begitu saya akan pergi" Ucap Da Qin, dia kemudian pergi bersama muridnya.
"Huu..." Huang Se menarik napas dalam-dalam.
"Hoo... Aku berhasil!! Hahahaha, aku berhasil! Aku berhasil menang beragumen dengannya. Mungkin saja aku ini berbakat! Kalau begitu mari kita berlatih!" Ucap Huang Se sambil menghela nafas.
Raut wajah Huang Se tampak bersemangat dan gembira, dia lalu duduk di atas batu dan menutup matanya. Memahami apa itu elemen air dan berkultivasi.
...Di suatu tempat......
Terlihat Da Qin yang sedang mengawasi para murid sekte northen sword.
"Kalian semua dengarkan aku" Ucap Da Qin sambil menutup matanya.
__ADS_1
"Ada apa tetua?" .
"Kalian tidak boleh melawan orang itu(MC), jika kalian melawannya kalian mungkin akan mati" Ucap Da Qin.
'Wow... Bahkan tetua yang biasanya angkuh sampai bisa bilang begitu, itu tandanya orang itu pasti sangat kuat!' .
"Mengerti?" Tanya Da Qin kepada semua murid sekte.
"Ya! Kami mengerti!" .
'Apa aku harus berlatih teknik Water Step? ...Aku akan melatihnya saat aku sudah selesai dengan semua murid ini' pikir Da Qin.
***
Waktu berlalu, Huang Se saat ini sudah mulai kelelahan dan kapan saja bisa di bunuh oleh air terjun itu. Huang Se kemudian menghela nafas mencoba untuk menstabilkan aliran energi spiritual nya.
'Huu.... Jika aku bisa membentuk tubuh rune ini, maka pada saat ujian pembangungan fondasi dimulai, aku tidak perlu takut! Dan... Hanya tersisa 1 Bulan saja ujian pembangunan fondasi akan dimulai! Aku perlu mempersiapkan semuanya!' pikir Huang Se sambil menghela nafas.
'Jangan terburu-buru untuk menyelesaikannya, aku harus mengerti esensi air di sekelilingku sampai sempurna! Agar rune api dan rune air imbang!' pikir Huang Se.
Kemudian air di sekelilingnya mengalir seperti energi spiritual mengelilingi tubuhnya, air-air itu kemudian masuk ke dalam tubuh Huang Se. Itu adalah fase pertama.
Tidak lama setelah air itu mengalir, air itu kemudian berhenti mengalir dan membentuk sebuah bola besar yang memukul tubuh Huang Se. Huang Se menahan semua itu agar dia bisa sempurna dalam pemahaman esenesi air. Itu adalah fase kedua.
Waktu berlalu, dan hari sudah gelap. Namun ia masih berada di air terjun itu, Huang Se kemudian memahami esensi air di sekelilingnya dan memicu fase terakhir, fase ketiga. Air terjun itu tidak membasahi tubuh Huang Se, air terjun itu membentuk dirinya seperti naga lalu menyiram Huang Se berkali-kali, dia disiram oleh naga itu sampai 10x. 2 Jam berlalu, dia telah di siram naga itu sampai 25x, 7 jam berlalu, dia telah di siram naga itu sampai 50x, itu sudah seperti terkena sambaran petir sebanyak 5x.
"Sakit sekali... Tidak, aku harus bisa menahannya!" gumam Huang Se.
Dan serangan yang di berikan naga itu untuk terakhir kalinya, naga itu masuk ke dalam rune air di tubuh Huang Se dan membentuk pola naga. Seketika hal itu membuat tubuh Huang Se bersinar terang, dan membuat sebuah ledakan.
"Ahhh!!!" erangnya kesakitan.
Boom!!...
__ADS_1
Ledakan itu membuat seisi sekte northen sword kaget, mereka kemudian mencoba untuk mengirimkan tetua tertinggi, namun Da Qin menolak dan meminta dirinya sendiri untuk mengecek hal itu. Dia kemudian segera pergi untuk mengecek air terjun yang digunakan oleh Huang Se. Disana dia melihat Huang Se yang melayang, serta energi spiritual Api dan Air yang mengalir ke sekujur tubuhnya.
"Ini... Apakah dia mendapat pencerahan!? Bagaimana dia bisa mendapat pencerahan?" gumam Da Qin.
.
'Ini... Energi spiritual Api dan Air mengalir dan masuk ke dalam tubuhku! Energi ini terus masuk, seperti tidak akan pernah berhenti! Jika ini terus masuk ke dalam tubuhku, tubuhku akan hancur! Satu-satunya pilihan untuk mencegah hal ini adalah membentuk sebuah Yin-Yang!' pikir Huang Se sambil mengeluarkan keringat.
Huang Se kemudian menepuk tangannya.
"Haa!! Yin(Air/Dingin) Dan Yang(Api/Panas) Bersatu!!" .
"Terbentuklah! Rune Yin-Yang!!" .
Aliran energi spiritual itu kemudian membentuk sebuah pola Yin-Yang. Huang Se yang tidak ingin menerobos lebih awal kemudian terpaksa mengeluarkan energi spiritualnya dan memicu sebuah ledakan.
Boom!
Ledakan itu menghancurkan sekelilingnya, beruntung Da Qin bisa kabur dari ledakan itu, jika tidak, maka dia mungkin akan mati untuk kedua kalinya. Asap-asap mulai mengelilingi tempat itu, begitu juga dengan percikan api. Air terjun itu hancur, namun tidak parah dan tidak membanjiri sekelilingnya. Huang Se kemudian perlahan turun dan membuka matanya, saat dia melihat sekelilingnya, dia terkejut. Karena hal-hal yang berada di sekitarnya telah hancur.
'Apa... Apa yang sebenarnya terjadi!?' pikir Huang Se.
'Kenapa tempat ini hancur...? Bukankah tadi aman-aman saja?' pikir Huang Se sambil terkejut dan mengeluarkan banyak keringat.
Tap... Tap... Tap... Tap!
"Senior.... Anda harus bertanggung jawab, karena anda telah meledakkan tempat ini" Ucap Da Qi sambil menggertakan gigi.
"A-aku meledakkan tempat ini!? Itu tidak mungkin! Aku hanya berlatih disini dan tempat ini hancur sendiri, itu bukan ulahku" Ucap Huang Se sambil mengeluarkan keringat.
"Ah.. Jadi senior tidak ingin bertanggung jawab ya..? Kalau begitu, senior harus mati, hari ini juga" Ucap Da Qin sambil mengeluarkan pedangnya.
"Sial..." gumam Huang Se.
__ADS_1