
....
'Dia... Murid dari tetua agung Luo Zi!? Sejak kapan dia memiliki murid..? Karena dia murid dari Tetua Luo Zi,aku tidak boleh sampai membuat muridnya marah,jika tidak.. Mungkin saja aku bisa mati..!' pikir si penjaga sambil menelan ludah
sambil mengusap tangannya,si penjaga itu tersenyum dan berkata:"Ehm,tuan muda Huang,bolehkah saya bertanya kenapa anda kesini..?"
'Lihatlah dia... Setelah mengetahui siapa aku,dia langsung mengubah sikapnya,mungkin yang dikatakan tetua itu benar' pikir Huang Se sambil tersenyum.
"Kenapa kau masih bertanya? Bukankah aku sudah bilang aku kesini untuk mempelajari teknik?" sambil merasa sombong.
"Ah. . . Ma-maafkan saya!" sambil mengeluarkan banyak keringat di wajah.
"Huh? Kau tidak salah apa-apa,lupakan saja aku tidak akan bilang hal ini kepada masterku!" sambil tersenyum.
"Tuan Muda.." merasa ingin menangis.
Huang Se lalu bertanya kepada si penjaga itu tentang teknik-teknik yang berada di paviliun itu.
Note:Tingkatan Teknik di alam mortal di bagi menjadi 3: Rendah,Menengah,Atas.Sedangkan Tingkatan Senjata di bagi menjadi 5 Tingkat:Rendah,Menengah,Atas,Bumi,dan Langit.
Teknik-Teknik Di <> hanyalah berisi teknik tingkat rendah-menengah dan hanya ada beberapa teknik tingkat-atas yang tersedia di paviliun itu.Ada 3 Lantai di <>,Lantai pertama berisi teknik tingkat-rendah,lantai kedua berisi tingkat menengah,sedangkan lantai ketiga berisi tingkat-atas.
Sangat sulit untuk menemukan teknik di lantai ketiga karena banyak sekali rak yang kosong.
———————————————————————————–—
Setelah selesai bertanya kepada si penjaga,Huang Se lalu pergi ke lantai kedua untuk mencari teknik yang cocok dengan dirinya.
...-Lantai Kedua-...
Sesampainya di lantai kedua,dia melihat banyak sekali teknik-teknik yang tersusun,dia kemudian mencoba untuk melihat beberapa teknik yang tersusun di rak,dia mengambil beberapa teknik. . . Lalu dia membacanya,ti- dak lama setelah dia membaca beberapa teknik yang dia ambil,dia merasa bahwa teknik yang dia ambil tidak cocok dengan dirinya.Dia kemudian berdiri dan menatap seluruh rak,dia kemudian mencoba untuk mengandalkan instingnya.Tidak lama setelah fokus menatap rak-rak itu, dia menemukan bahwa ada suatu teknik yang cocok dengannya,teknik itu adalah teknik kultivasi,teknik itu bernama "Consciousness Of Nothingness".Dia kemudian mengambilnya dan mencoba untuk membaca beberapa bagian yang ada di dalam teknik itu.
__ADS_1
Setelah beberapa saat,dia perlahan mulai mengerti beberapa bagian yang ada didalamnya.
'Perlahan,aku mulai mengerti bagian pertama dari teknik ini...' pikir huang se sambil menghela nafas,dia kemudian memasuki lautan kesadaran nya.
...-Di Dalam Lautan Kesadaran Huang Se-...
Di dalam lautan kesadarannya,dia melihat beberapa lotus yang berada di dalam kesadarannya.Dia melihat bahwa ada sebuah lotus yang telah mekar di dalam kesa- darannya,lotus itu berwarna biru.
'Apa ini karena aku melatih Teknik "Consciousness Of Nothingness" ?' pikir Huang Se.
Dia kemudian mencoba untuk tenang,dia perlahan mendekati lotus itu dan sedikit menyentuhnya.Setelah dia menyentuhnya,dia langsung terpisah dari kesadarannya.Perlahan,semua isi bagian pertama dari teknik "Consciousness Of Nothingness" masuk ke dalam pikirannya.Dia berteriak kesakitan,penjaga yang menjaga paviliun itupun kaget dan langsung bergegas pergi ke lantai kedua.
Tap! Tap! Tap! Tap! ...
Penjaga itu berlari dengan sangat cepat dan langkah kaki nya terdengar oleh Huang Se.
'Apakah itu si penjaga yang tadi? ...' pikir Huang Se sambil menatap pintu.
Sesampainya di lantai kedua,penjaga itu melihat Huang Se yang terkapar serta tubuh Huang Se yang penuh dengan darah.Penjaga itu juga melihat bahwa ruangan yang ditempati Huang Se dipenuhi dengan darah.Dia kemudian panik dan berpikir bahwa dirinya akan mati.
'Jarak disini dengan ruang pengobatan adalah 2KM... Dan jika ingin sampai kesana dengan cepat.. Aku harus menambah kecepatan ku! Aku tidak peduli jika tubuhku akan hancur,setidaknya aku masih hidup!' dia kemudian menambah kecepatannya,dia langsung melesat jauh.
...-Lautan Kesadaran Huang Se-...
"Uhh... Sialan,bagaimana tubuhku bisa menjadi seperti ini? Bukankah aku hanya melatih suatu teknik kultivasi? Dan... Harusnya teknik kultivasi itu tidak membahayakan kan..? Ck,karena sudah menjadi seperti ini mau tidak mau aku harus memahami seluruh bagian pertama dari teknik "Consciousness Of Nothingness" ini" dia kemudian mena- tap lotus warna biru itu sesaat.
'Haruskah aku pergi kesana? Sekalian memahami lotus warna biru itu..? Mungkin itu pilihan yang bagus' dia kemudian pergi ke arah lotus berwarna biru dan duduk bersila di atasnya.
Huang Se secara perlahan mulai memahami bagian pertama dari teknik "Consciousness Of Nothingness",dia juga mulai mengetahui fungsi dari Lotus berwarna biru.
'Aku mulai mengerti fungsi dari lotus ini... Lotus ini bisa membantuku memahami teknik secara langsung.(Bisa di bilang seperti baru belajar langsung bisa mempraktekan nya) Dan lotus ini belum sepenuhnya ku pahami.Entah apa yang akan terjadi jika aku bisa memahami semua hal-hal yang ada di lotus ini..' Huang Se kemudian menghela nafas..
__ADS_1
'Teknik ini... Ini mengandung pemahaman yang sangat dalam! Dan ini rumit... Tapi,jika aku berhasil mempelajari teknik kultivasi ini... Penyerapan Qi ku akan menjadi cepat dan Qi ku akan menjadi lebih kuat!' Huang Se kemudian menjadi semakin fokus untuk memahami Teknik itu.
Beberapa hari terlewati,Huang Se perlahan membuka matanya.Dia telah selesai memahami Bagian pertama dari teknik "Consciousness Of Nothingness".Saat dia membuka matanya,sebuah tanah muncul,dia terkejut ketika melihat tanah itu,dia mencoba menyentuh nya tapi dia malah terpental.Dia mencoba untuk menyentuh tanah itu sekali lagi dengan pelan,muncul sebuah formasi yang mengelilingi tanah itu.
"Hmm... Apa ini fondasi untuk membangun sebuah dunia di dalam tubuh? Hahahha... Mana mungkin,itu hanya terjadi didalam legenda saja,tidak mungkin itu nyata" dia kemudian tertawa,lalu dia pun kembali ke dunia nyata.
...-Dunia Nyata-...
"Tuan muda..." *Hiks* *Hiks*
Huang Se yang baru kembali di kejutkan dengan si penjaga yang sedang menangis.
"A-apa yang terjadi?" sambil menatap wajah si penjaga.
Tidak lama setelah Huang Se sadar,masternya pun datang dengan nafas yang ngos-ngosan.Dia kemudian melihat Huang Se yang telah sadar,dia langsung memeluk Huang Se dengan erat.
"Ka-kau... Akhirnya kau bangun,Anak Angaktku!!" melesat dengan cepat lalu memeluknya.
'An-anak angkat!?' dia kemudian bertanya kepada master nya.
"Ma-master,siapa yang kau panggil anak angkat?" merasa kebingungan.
"Tentu saja itu kau,memangnya siapa lagi?" menjawab dengan nada yang rendah.
'Apa... Aku diangkat menjadi anaknya? ...Oh,sial!' Huang Se kemudian kembali pingsan.
"Hei,kau kenapa? Hei bangun! Bangunlah!"
...-2 Hari kemudian-...
'Aku masih tidak menyangka bahwa aku diangkat menjadi anaknya.. Apa tetua itu tidak memiliki anak?' menghela nafas.
__ADS_1
'Yah,itu malah bagus.Karena aku sudah menjadi anak angkat dari salah satu tetua Agung,aku bisa masuk dan menggunakan salah satu ruangan untuk waktu yang lama di Pagoda Jiwa!' Huang Se kemudian menyeringai dan tertawa.
----