
Setelah mereka bertiga menempuh waktu beberapa menit akhirnya sampai di rumah Maya, karena kak Suroyo mengantar Maya terlebih dahulu baru Ana.
Maya turun dari mobil yang sebelumnya sudah berterimakasih sama kak Suroyo yang sudah mengantarnya pulang.
Setelah mobil kak Suroyo tak terlihat lagi baru Maya membuka pintu pagar rumah nya dia kaget ternyata benar motor nya sudah di rumah dan terlihat kinclong dan yang tadinya pas diserempet ada goresan dan stang motornya sedikit bengkok, namun kini sudah kembali seperti baru lagi.
"Waahhh motorku,, seperti baru lagi." Maya memeluk motornya dan sesekali mencium motornya.
Namun dia merasa malu saat kepergok oleh ibu nya.
"ehemm, kemana aja kamu."
"Tadi kita berdua diserempet mobil ma, terus Ana yg luka aku gak papa."
"Tadi yang ngantar motor kamu itu pacar kamu?."
"Bukan ma, itu suruhan kak Suroyo." sambil melangkah ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu.
"Lalu Suroyo yang pacar kamu?." Tanya mama Ratna yang ikut duduk didekat Maya.
"Duuhhha ma, gini ya. Tadi tuh kita di serempat sama kak Suroyo, terus waktu kak Suroyo ngeliat kaki Ana keluar darah langsung di gendong masuk ke dalam mobilnya dan kak Suroyo nyuruh aku ikut juga, lalu dia bilang motor Maya nantik dia suruh orang buat nganter ke rumah."
"Yaahh, kirain mama kamu sudah punya pacar." ucap mama Ratna kecewa.
"Ma, anak mama ini masih kecil, baru kelas 1 SMA."
"Mama berharap kamu itu punya pacar biar cepet nikah, terus ngasih mama cucu." Goda mama Ratna.
"Apaan sih mama ini, udah ah Maya mau kekamar mau mandi dulu." Dengan kesal Ana pergi ke kamarnya.
"cepetan cari pacar ya May, mama udah mau gendong cucu nih." Ucap mama Ratna yang lagi menggoda Maya sambil tersenyum.
__ADS_1
...****************...
Di dalam mobil yang menuju kerumah Ana begitu hening, tidak ada yang berbicara. Ana pun seolah-olah enggan untuk berbicara jangankan berbicara, melihat kak Suroyo pun Ana gak mau.
kak Suroyo pun akhirnya memulai pembicaraan.
"Ana, maafin kakak ya?. kakak gak bermaksut buat nyakitin perasaan kamu. kakak jujur kakak gak suka kamu terlalu dekat dengan cowok lain."
"Udah deh, gak usah bahas yang begituan. Bikin mood gue ilang aja." ucap Ana yang masih kesal.
"Tapi kamu janji dulu ya, kalau kamu maafin kakak. Dan kakak mintak kamu manggil kakak dengan sebutan kakak."
karena Ana masih kesal dan malas untuk berbicara, Ana hanya menjawab iya.
Tapi tidak disangka kak Suroyo mengelus kepala Ana dengan tangan sebekah kirinya, Karena tanggan sebelah kanan memegang setirran mobil.
Ana hanya diam dan membiarkan kak Suroyo melakukannya.
Setelah sampai didepan rumah Ana kak Suroyo keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Ana lalu membantu Ana berjalan.
Mama Aisah yang melihat Ana seperti itu langsung berlari dan membantu menuntun Ana.
Mereka menuntun Ana berjalan masuk kedalam rumah dan mendudukkan Ana di sofa ruang tamu.
"Nak kamu duduk disini dulu ya, ibu buatkan kamu teh panas dulu." Perintah mama Ratna kepada kak Suroyo.
Setelah membuatkan teh panas untuk kak Suroyo, mama Ratna pun ikut duduk dan bertanya.
"Ini kanapa kaki kamu kayak gitu An?."
Ana diam, dia tidak tau mau menjelaskan bagaimana. Akhirnya kak Suroyo yang menjawab.
__ADS_1
"Itu tante, tadi kan saya masih di ruangan OSIS, mungkin karena Ana lama nungguin saya , jadi Ana pulang bersama Maya dan di tengah jalan di serempet mobil dan kebetulan saya yang melihat Ana terluka jadi saya mengantarkannya pulang lagi."
"Haa gila nih orang, dia yang nyerempet gue malah kagak ngaku. mencari pencitraan, dasar!!." umpat Ana dalam hati.
Setelah teh panas yang dibuatkan mama Ratna habis kak Suroyo pamit untuk pulang.
"Tan, Suroyo pamit dulu ya." sambil mencium tangan mama Ratna.
"Iya, terimakasih ya nak. hati-hati dijalan." Yang dibalas senyuman oleh kak Suroyo.
An, kakak pamit dulu ya." mengulurkan tangannya kepada Ana untuk bersalaman.
Ana pun menyambut tangan kak Suroyo.
kak Suroyo pun melangkahkan kakinya menuju mobil yang ia parkir kan.
Ana yang ingin berjalan menuju kamarnya terhenti saat mendengar pertanyaan dari mamanya.
"Suroyo itu pacar kamu An?."
"Bukan ma, dia kakak kelas Ana." jawab Ana melanjutkan langkah kakinya menaiki tangga.
"Tapi kok dia perhatian banget sama kamu, atau dia suka sama kamu."
"Udah ma, gak usah bahas itu lagi." Ana masuk kedalam kamarnya dan segera menutup pintu kamarnya, lalu meletakan tas dan sepatu pada tempatnya. Ana yang merasa badannya lengket pun langsung mengambil handuk dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Hai kak, buat yang udah baca jangan lupa tinggalin jejaknya ya. Biar semangat untuk up lagi.
like,komen dan vote author ya🙏🏻
Terimakasih😊
__ADS_1