
Tidak tau apa yang dikatakannya, dia langsung tersenyum begitu mendengar jawaban manis dari sang perempuan yang dicintainya.....
Kala itu sedang rapat , semua guru membicarakan hal penting tentang kemajuan sekolah dan apresiasi acara milad kemarin semua tampak mendengar pidato bapak kepala sekolah dengan baik yakni ayah dari Adi , Tak lama setelah acara itu selesai bapak kepala keluar dari ruangan dan sesampainya di pintu ada salah satu guru yang memanggilnya , guru tersebut segera menghampiri nya dengan tergesa gesa.
Mendengar ada yang memanggil Bapak kepala langsung menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah samping
"Iya, Ada keperluan apa pak" kata beliau
"Tidak ada pak , saya hanya mau mengatakan kalau Adi anak bapak kayak nya sudah jatuh cinta sama seseorang" dengan rasa gembira
''Benarkah? Atas dasar apa bapak berbicara seperti itu" tegasnya
''Kemarin waktu pulang sekolah dia mengantar pulang seorang perempuan ,saya melihatnya"
"Oohh, Apa bapak tau siapa yang diantarkan nya?"
"Kayaknya Susilowati Ningsih dari jurusan IPA"
"Wali kelas IPA siapa?"
" Ibu Erlita pak"
__ADS_1
"Baik pak terimakasih informasinya...."
Bapak kepala yang khawatir itu lalu bergegas memanggil wali kelas dari IPA yakni Ibu Erlita dan menanyakan tentang sikap dan perilaku yang dimiliki oleh perempuan yang sedang dekat dengan putranya.
Selepas itu sesampai di rumah Bapak kepala menemui putra nya ( Adi ) Untuk menanyakan apakah benar dia sedang dekat dengan seseorang, dengan rasa takut Adi menjawab tidak karena dia takut ayahnya marah.
Ayahnya terdiam mendengar jawabannya akhirnya malam tiba , Adi mendengar Ayah dan Ibu nya sedang berbincang lalu tak lama kemudian ayah nya memanggil dengan segera Adi memenuhi panggilan tersebut..
" Ada apa ayah memanggil ku"
" Tidak ada nak ayah hanya mau cerita sedikit tentang kak Rahmad ( Keponakan ayah nya) , Dia sepertinya sudah saatnya menjalin hidup baru dengan orang yang dia cintai''
" Iya ayah benar ,lalu ayah akan apa?"
" Ohh bagus kalau gitu , kenapa begitu yah"
"Sebab ayah menyukai perempuan tersebut dengan kata katanya yang lembut, tindakan nya yang bagus dan memiliki kesopanan yang luar biasa"
"Baguslah yah, siapa orangnya"
"Murid dari Bu Erlita, Namanya Wati"
__ADS_1
Mendengar perkataan ayahnya Adi langsung kaget lalu menundukkan kepalanya, matanya memerah menahan air matanya yang hampir saja menetes, menahan perasaan sakit yang ada dalam hatinya.
" Iya ayah semoga berhasil"
Adi beranjak pergi ke kamarnya lalu dia menangis tersedu-sedu tidak terima dengan perkataan ayahnya dan mulai menguatkan hatinya memberanikan menghubungi Wati kalau dia ingin mengakhiri perasaannya.
"Wat, aku minta maaf sebelumnya"
"Kenapa mas?" Jawab Wati khawatir
" Aku tidak bisa mencintaimu lagi, ayahku akan menjodohkanmu dengan saudara ku ,saudaraku juga menyukai mu aku harus mengalah demi kebahagiaan mereka aku tidak ingin melukai hati ayahku, mulai sekarang kita harus jauh ,jauhi aku dan aku juga akan menjauhimu"
Perasaan Wati pecah ketika Adi mengatakan hal tersebut dan tak terasa kalau gelas yang dibawahnya jatuh sampai jahe panas nya menumpahi kaki nya ,terasa panas dan juga sangat sakit.
Dengan hati yang ikhlas dan pasrah Wati menjawab kalau dia menerima perkataan Adi yang memintanya untuk menghilangkan perasaan nya.
'' Baiklah mas aku akan melakukan apa yang kamu katakan, aku akan meninggalkan perasaanku tapi aku tidak bisa terima jikalau Bapak kepala ingin menjodohkan aku"
"Terimakasih , semoga kita bisa jalani ini semua"
Wati langsung menutup telepon nya.
__ADS_1
Ucapan Adi membuat perasaan Wati terpukul dan teringat luka yang dulu dia rasakan saat mencintai orang yang salah, tidak menyangka bahwa ini terjadi, dia menangis sampe bantal hijau nya menjadi basah bagaikan menyalahkan takdir dan tak kuasa merasakan apa yang telah terjadi terhadap hidupnya saat ini.