Kakak Kelas Tercinta Calon Tentara

Kakak Kelas Tercinta Calon Tentara
Kencan 2


__ADS_3

"Cita cita mas mau jadi tentara?''


"Iya sayang, mas ingin buat bangga umik dan demi masa depan kita agar selalu bisa membahagiakan kamu"


''Iya semoga saja''


"Aku boleh minta satu hal ngga?"


''Boleh, mas mau apa?''


"Aku pengen mengenalkanmu pada ibuku''


Wati gugup ketika Adi mengatakan hal tersebut, Wati tidak tau harus jawab apa karena Wati takut ketika dia menemui ibu Adi, Ibu Adi malah tidak menyukainya dan bahkan mungkin menyuruh Adi untuk menjauhinya..


"Kapan ya mas?"


"Nanti aku kabari lagi''


"Aku takut mas, Aku takut ibu kamu tidak bisa menerimaku dan tidak menyukai ku, aku belum siap untuk bertemu dengan keluargamu, takutnya nanti misal aku disuruh jauhi kamu gimana?"


"Halah kamu ngomong apa sih , Sayang gausah khawatir ya Ibuku pasti bisa terima kamu , beliau sudah menyukaimu dan beliau juga sering menanyakan kabar kamu , beliau pengen sekali bertemu dengan mu, aku yakin nanti kalau kamu bertemu dengan Ibuku pasti ibuku memperlakukan kamu seperti putri nya sendiri sebagaimana beliau memperlakukan Wiwit (adiknya Adi) , Sayang gausah takut ya'' Adi berusaha meyakinkannya


"Tapi mas...''


"Ssttttt.... Udah gausah tapi tapi an , pokoknya kamu nanti harus ketemu sama Ibuku dan mengenal lebih dekat dengan nya"


''Mas yakin Ibu bakal terima aku?" tanya Wati khawatir


"Aku yakin, udah gausah murung gitu mereka pasti restuin kita" Adi tersenyum

__ADS_1


"Iya mas harapan ku seperti itu"


"Pasti sayang"


''Oiyah Wisuda nya mas kapan?"


"Sepertinya hari Kamis"


"Semoga berjalan dengan lancar''


"Iya semoga saja , doa in mas ya''


"Aku selalu doakan kamu mas dan selalu dukung semua impian dan harapan kamu"


"Terimakasih ya sayang"


"Sama sama mas" sambil menahan air mata


"Setelah mas wisuda mungkin, belum ada pemberitahuan lebih lanjut"


"Gitu ya, Semangat ya sekolah nya semoga dapat nilai yang memuaskan dan harus rajin belajar juga"


"Siap mas, pasti"


Mereka berbincang sangat lama dan akhirnya mereka pulang....


Sesampainya dirumah Wati berbaring dan Adi mengirimkan sebuah pesan menanyakan nya apakah Wati sudah sampai dirumahnya dengan selamat lalu Adi menyuruhnya untuk beristirahat.


Wati merenungi semua yang Adi katakan tadi, tidak menyangka cita citanya bakal jadi abdi negara, Wati berfikir bahwa jikalau nanti Adi benar menjadi seorang abdi negara maka dia akan selalu ditinggal pergi bertugas untuk menjaga negara nya..

__ADS_1


Waktu mereka berdua juga tidak banyak nanti nya karena pasti nya Adi jarang berada di rumahnya, mereka pasti sering dipisahkan oleh jarak, kekhawatiran dan kerinduan yang sangat dalam.


Dia sedih dan sedikit khawatir tapi dia tidak bisa apa apa karena sudah menjadi keinginannya untuk menjadi seperti itu , sebagai pasangan yang baik Wati harus mendukung dan bangga atas keinginan Adi.


"Kak, Ibu dimana?" Tanya Adila ( keponakan Wati )


"Loh kapan kamu kesini ?''


"Tadi sehabis pulang dari les''


"Aku tidak tau coba tanyakan budhe"


"Kakak darimana?''


''Tadi keluar sebentar ada keperluan, Oiyah ini aku punya permen kamu mau ngga?''


"Iya mana , asiiiik dapat permen dari kakak cantik" Adila kegirangan


"Dasar... gigimu nanti tambah habis loh"


"Aaaah biarin mana kak ayooo"


''Iya iya ,bawel...."


Wati berdiri mengambil permen karet yang dia simpan di laci meja nya dan memberikannya kepada Adila keponakannya, Adila lalu beranjak pergi dari kamar Wati dengan membawa permen tersebut lalu Wati mengikutinya.


"Loh sudah pulang kamu" Tanya ibu Wati


"Iya barusan ,Adila tanya ibunya dimana bu?"

__ADS_1


"Di belakang ibu suruh ambil piring mau dia pinjam untuk selamatan besok dirumahnya''


"Terimakasih budhe" Jawab Adila sambil lari memanggil ibunya.


__ADS_2