Kakak Kelas Tercinta Calon Tentara

Kakak Kelas Tercinta Calon Tentara
Sebuah Kasih sayang


__ADS_3

Semakin lama Wati memikirkan apa yang dikatakan oleh Adi, Wati berfikir bahwa dia yang dari keluarga terpandang apakah bisa membuat keluarga dengan Wati yang hanya dari kalangan bawah.


Wati melamun memikirkan hal tersebut sehingga dia lupa bahwa dia tidak sengaja menjatuhkan gelas yang ia bawa untuk Ibu nya. "Pruaaakkk" gelas itu pecah, Ibunya yang berada di ruang tamu bergegas ke dapur untuk melihat apa yang terjadi. Wati yang kaget sesegera mengambil dan membersihkan gelas yang pecah dan Ibunya bertanya, "Astaghfirullah hal adzim, kenapa sayang kok bisa pecah kamu gapapa kan". " Engga bu gapapa Wati tadi ga sengaja jatuhin karena melihat kecoa yang merambat di kaki Wati " tuturnya. "Dimana kecoa nya" , " Sudah lari Bu masuk kolong meja ". "Ya sudah kamu pergi biar Ibu yang bersihkan, Ibu takut pecahan gelas ini mengenai tanganmu" .


Pagi itu Wati beranjak pergi ke sekolah , Adi menyapa nya dan dia berkata bahwa dia ingin membicarakan hal penting, lalu sesegera mungkin Wati menghampiri nya. Adi sudah menunggu di kantin sekolah yang letaknya di sebelah timur berdampingan dengan Perpustakaan dan kamar mandi siswa, Adi bercerita bahwa dirinya ingin hari Sabtu bisa main dan mengajak ku menemui keluarganya, Wati seketika kaget dan menolak tawaran Adi. Dia berkata bahwa Wati belum siap untuk bertemu dengan keluarga Adi, Adi terus meyakinkan Wati bahwa Wati bisa dan Wati harus mau dikenalkan dengan keluarga nya. Mereka mengobrol sangat lama dan tak terasa bel masuk sudah berbunyi mereka kembali ke kelas masing masing.

__ADS_1


Waktu itu hari Sabtu, Wati meminta ijin kepada Ibunya agar diperbolehkan main, Wati berkata bahwa dia mau keluar bersama teman nya, akhirnya Wati mendapatkan ijin dengan batasan waktu bahwa pukul 13.00 harus udah sampe rumah, dengan senangnya Wati lalu pergi mandi dan segera bersiap siap.


Adi sudah menunggunya di pinggir sekolah dengan memakai sweater cokelat nya dan celana cream nya yang rapi, dia menunggu sudah lama tapi Wati belum juga tampak. Setelah 25 menit kemudian akhirnya Wati datang menghampiri nya dan mereka pergi bersama. Didalam perjalanan mereka mengobrol " Kita mau main kemana sayang '' Tanya Adi . "Terserah mas aku ikut". "Jangan bilang gitu dong ayo kamu mau kemana ".


" Baiklah ".

__ADS_1


Mereka pergi ke Bromo dengan memakan waktu 45 menit dari rumahnya, mereka terlihat bahagia bisa main bersama. Sampai di tempat wisata mereka berfoto, mengabadikan momen mereka yang menurut nya paling indah, tak terasa pukul 11.00 Adi mengajak pulang untuk menemui keluarganya. Ternyata keluarga Adi sudah menunggu di tempat makan agar bisa makan bersama keluarga besar, Wati yang turun dari sepeda dan melihat keluarga Adi menunggu sudah gemetaran dan takut tapi keluarga Adi menyambut kedatangannya sangat baik dengan di banjiri senyuman.


Wati lalu bersalaman dan Ibunya Adi mencium pipi kanan dan kiri nya Wati, Wati dipersilahkan duduk oleh Ibunya Adi dan ditawari mau makan dan minum apa, Wati tetap tunduk dan tersenyum malu dan Ibunya Adi meyakinkan bahwa mereka senang dengan kehadiran nya dan sangat bahagia punya calon menantu yang seperti Wati. Mereka akhirnya berbincang bincang menanyakan ini itu terhadap Wati dan bercerita banyak sekali.


Tak terasa udah pukul 12.05 Wati pulang diantar Adi karena takut melebihi jam main akhirnya Adi ngebut dalam perjalanan pulang. Wati yang terasa lega dan sangat bahagia bisa bertemu dengan keluarnya Adi berterima kasih kepada Adi bahwa Wati mendapatkan cinta dan kasih sayang ga hanya dari Adi tapi juga hangatnya kasih sayang dari keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2