
Tampak hari sudah pagi, Wati terbangun dengan mata nya yang lebam karena menangis kemarin malam, dia berkaca dan segera mandi menggosok muka dan mata nya supaya keluarga nya tidak tau jikalau dia menangis tapi karena menangis yang terlalu lama lebamnya sulit dihilangkan.
Dia memandangi foto nya bersama Adi saat milad kemarin dan merasakan bahagia di sertai sakit yang harus dia terima saat ini, dia berusaha kuat lalu beranjak pergi dari kamarnya menuju ruang depan untuk bertanya pada ibunya dimana sisir nya.
''Bu, Apakah Ibu melihat sisir biru di dekat kaca kamarku?"
" Kamu menyimpan nya di kolong meja kemarin , loh loh ada apa ini kenapa mata mu seperti ini apa yang terjadi kamu habis nangis ya, kenapa sayang?'' (Sambil menyentuh pipi Wati)
"Tidak ada Bu, Kemarin malam Wati hanya mengingat ayah dan kangen sama ayah makanya Wati menangis , Ayah sih ga pulang pulang kerja teruus"
" Hmmm begitu nak, maafkan ayah ya nak ayah hanya ingin membahagiakan ibu dan juga kamu meskipun dia rela jarang berkumpul dengan keluarga nya" (Ibu memeluknya)
"Iya ibu tidak apa apa, Ibu tersenyum ya "
Saat mereka sedang mengobrol tiba tiba ponsel Wati berdering dan segera dia mengambilnya..
__ADS_1
''Sebentar ya bu, ada yang telfon"
" Iya sayang"
Adi menghubungi Wati, Wati melihat nya langsung mematikan telfon nya , Adi tetap saja menelponnya dan akhirnya dia mengangkat telpon tersebut
" Ada apa?, Udah jangan hubungi aku mas"
"Sebentar jangan dimatikan, aku hari ini sangat bahagia aku mau berbagi kebahagiaan ini bersama mu sayang , ya tuhan ini hari sangat membuat ku senang aku mau berikan kabar gembira buat kamu"
''Tindakan ayah kemarin itu hanya menjebakku, dia hanya ingin tau kalau aku mencintai seseorang, tadi setelah aku lari pagi Ayah dan kak Rahmad menghampiri ku di teras, mereka bercerita kalau yang dikatakan mereka itu hanya menjebak diriku , mereka berhasil membuat aku mengakui perasaan ku dengan tangisan ku tadi malam yang terus menerus"
"Maksud mas gimana" Wati bingung
"Ayah mengatakan bahwa beliau setuju dengan hubungan kita, setuju apabila aku mencintaimu dan menyuruhku segera mengenalkanmu kepada ibuku, Lalu tentang perasaan mas Rahmad itu hanya jebakan ayah , mas Rahmad juga mendukung kita"
__ADS_1
''Benarkah mas, Alhamdulillah ya tuhan aku tidak menyangka akan seperti ini"
'' Iya aku juga tidak menyangka ayahku sangat menyukai mu"
Mendengar hal itu Wati sangat gembira dan meneteskan air mata karena hal itu sangat tidak dia percaya akan begini jadinnya, tampak bahagia di matanya dan masih tidak percaya
"Maafkan aku, kemarin aku terbawa suasana aku tidak perjuangan cinta ku dengan mengatakan hal yang bukan sebenarnya kepada ayah , aku sangat minta maaf sayang"
"Tidak apa apa mas lupakan masalah kemarin sedikit demi sedikit aku akan mulai mencintai mas dan menerima mas sebagai pendamping hidupku mungkin nanti nya"
"Terimakasih banyak sayang, ketahui lah aku sangat mencintaimu, aku janji hal seperti ini tidak akan pernah aku ulangi lagi aku akan pertahankan cintaku kepada mu, sekali lagi maafkan aku ya aku menyesal telah melukai perasaan mu atas ucapanku kemarin"
"Udah gapapa mas lupakan aja, masalah ini tidak seberapa dengan masalah yang mungkin nantinya timbul, pokok nya sekarang aku sangat bahagia atas restu dari orang tua mas "
"Iya sayang" Ucap Adi bahagia
__ADS_1