Kakak Tiriku

Kakak Tiriku
rumah lama


__ADS_3

Dari dulu sampai sekarang anna tak tahu apa yang membuat kakak angkatnya begitu  membencinya. Dan saat menyiksa nya, kakaknya selalu memperlakukan nya seperti boneka, anna bingung apakah dulu pernah berbuat salah sampai kakaknya sebegitu benci padanya, tapi seingatnya sejak anna masuk ke keluarga sean, sean sudah membencinya dan sekarang saat anna telah menjalani kehidupan yang normal dan sudah mulai pulih dari traumanya, kenapa dia kembali? Anna takut, sangat takut.


.


.


.


Beberapa hari kemudian hari hari anna normal seperti biasanya kuliah - tugas -  kerja.  Kakaknya belum mengusiknya lagi.


"Anna apakah kau melihat rayeol? " tanya mui sambil menghampiri anna yang sedang melihat-lihat buku di perpustakaan kampus.


" tidak mu memangnya kenapa?" Tanya anna.


" huf...ya ampun  sebenarnya di mana cecunguk itu berada!!! aku sudah mencarinya dari tadi!!!, dia sedang dicari oleh dosen tadi dan dosen itu meminta ku memanggil rayeol!"ucap mui dengan wajah kusutnya.


"perlu bantuan mu ?"tawaran anna pada mui.


"Apa kau mau membantu ku" kata mui memastikan.


" tentu saja kenapa tidak" ucap anna sambil tersenyum tipis.


" terima kasih anna andai saja cecunguk  itu mengangkat telpon ku, aku tak perlu mencarinya. Emm... anna bagaimana kalau kita berpencar?"


"baiklah... kalau sudah ketemu hubungi aku ya mu"


" pasti anna" dan mereka pun berpencar untuk mencari rayeol. Anna sudah mencari rayeol di kantin, aula, atap, dan lorong  tapi nihil tak ada rayeol di sana dan anna pun memutuskan untuk mencari rayeol di parkiran. siapa tahu rayeol ada di sana.


tapi saat sedang berkeliling di parkiran tanpa sepengetahuan anna, ada mobil yang mendekat dan membuka pintu mobil dan langsung menarik anna ke kursi belakang dan membelap hidung dan mulut anna dengan sapu tangan dan semua penggelap.

__ADS_1


.


.


.


.


Kepala anna pusing setelah tersadar dari pingsannya.  Anna melihat dirinya sedang berada di sebuah kamar bernuansa abu-abu. Anna seperti pernah melihat kamar ini tapi kapan? apakah ini kamar teman anna? tapi yang mana? saat anna masih berpikir dengan kepalanya yang sedang pusing itu. Tiba tiba terdengar suara pintu terbuka dan diikuti suara langkah kaki seseorang dan itu adalah langkah kaki sean kakaknya.


tentu saja anak panik dan langsung menggeser tubuhnya ke belakang sampai menempel ke kepala ranjang. Anna takut, entah kenapa anna sangat membenci saat-saat seperti ini.


" kenapa aku ada di sini?"


ucap anna dengan suara liriknya.


tapi masih bisa didengar oleh sean.


"mak.... maksudmu ap... apa?"


" karena kau ayah dan ibuku meninggal!!" ucap sean. sambil menarik rambut anna


" apa maksudmu?"


" karena kau ayah dan ibuku meninggal dasar gadis membawa sial!!!"


" aku tidak mengerti maksud ucapanmu tapi bagaimana ayah dan ibu bisa meninggal?!!"


" saat kau pergi, mereka mencarimu dan mereka kecelakaan dan meninggal di tempat!!! "ucap sean sambil menarik rambut anna lebih kuat.

__ADS_1


" akh...hiks...ma...maafkan aku... ta...tapi itu juga karena salah mu hiks..."


"Itu semua salah mu!! seandainya kau tak pergi ayah dan ibu ku tak kan meninggal"


"seandainya kau tak melukaiku waktu itu aku juga tak kan pergi bodoh!!!" Emosi anna mulai meluap, anna lelah selalu menjadi pihak yang di persalahkan.


"Kau sudah berani rupanya"ucap sean sambil melayangkan tangannya untuk menampar anna, tapi anna dengan sigap menangkap dan menggigit tangan sean, dan membuat tangan sean yang sedari tadi menjambak rambut anna terlepas, anna tanpa membuang buang waktu langsung lari ke arah pintu, dan ternyata pintunya tidak di kunci.


Annapun bergegas lari ke pintu keluar. Dan saat anna menoleh ke belakang, ternyata sean tidak mengejarnya. Ada sedikit rasa senang di hatinya.  Saat anna berusaha membuka pintu keluar, ternyata pintunya di kunci, pantas saja sean tidak mengejarnya. Saat anna masih berusaha membuka pintu,ada tangan yang menarik rambut anna.


"akh...."teriak anna sambil memegangi rambutnya yang di tarik.


" kau mau kemana he?" Ucap sehun sambil tersenyum miring.


"Hiks.. lepaskan aku, aku mohon"


"Tidak akan! Sebelum dendam ku terpenuhi!"


'Dan juga rindu ku'lanjut sean dalam hati.


"Tapi sampai kapan? Hiks..."


"Sampai kau mati" ucap sean sambil melepas jambakannya dan beralih menarik tangan anna, menyeret anna ke suatu tempat. Anna meronta ronta  sambil menangis, dan berusaha melepas cengkraman sean.


Anna di bawa ke suatu tempat yang anna yakini adalah bekas kamarnya dulu.


Dengan kasar sean melempar tubuh anna ke tempat tidur dan mengunci pintu dari luar, meninggalkan anna yang menangis di dalam kamar.


di samping rasa sakit yang diterimanya anna sedih karena mengetahui ayah dan ibu angkatnya telah meninggal. mau bagaimanapun mereka adalah orang yang telah memberikan anna kasih sayang dan anna menyayangi mereka tak terkecuali kakaknya. anna sangat menyayangi kakaknya walaupun kakaknya jahat. Dalam lubuk hati anna entah kenapa anna tak bisa membenci kakaknya.

__ADS_1


Saat mata anna sudah lelah menangis, mata anna mulai terpejam membawa anna ke alam mimpi. mungkin jika ada  yang melihat kondisi anna sekarang mungkin mereka akan menatap iba.


__ADS_2