
tiga hari kemudian.
"selamat datang tuan"sambut bibi jang.
"hmm..ya" ucap sean.
"akan ku antar tuan ke kamarnya dulu ibu"ucap anna yang sedari tadi ada di samping sean, karena memang anna yang menjemput sean dari rumah sakit.
mendengar ucapan anna bibi jang hanya tersenyum hangat.
.
.
.
sesampainya di kamar sean.
"tuan sebaiknya beristirahat dulu, bila ada yang tuan inginkan tuan bisa memanggil saya."ucap anna.
"hmm"jawab sean.
mungkin kak sean masih belum bisa menerima kenyataan bahwa ayah dan ibunya telah meninggal. batin anna.
anna pun bergegas pergi dari kamar sean.
.
.
.
tok tok tok
"masuk"ucap sean.
"tuan saatnya makan malam"ucap anna sambil membawa troli makanan.
"emm... siapa nama mu?"tanya sean.
"an.. anna tuan"ucap anna.
"em... anna bisakah kau menyuapi ku? tangan kanan ku masih sakit dan aku tak nyaman makan menggunakan tangan kiri"jelas sean.
"ba.. baik tuan"
akhirnya anna menyuapi sean sampai habis.
"i...ini minumnya tuan"ucap anna sambil mengarahkan segelas air ke mulut sean.
setelah semua selesai anna pamit untuk pergi setelah memberi sean obat.
.
.
.
SEAN
setelah anna pergi sean memegang dadanya.
"ada apa dengan jantung ku?" ucap sean bertanya tanya. karena saat anna menyuapinya tadi jantung sean terus berdegup dengan kencang. tak mau ambil pusing sean pun memutuskan untuk merebahkan tubuhnya dan tidur.
.
.
.
3 MINGGU KEMUDIAN.
kondisi sean semakin hari semakin membaik. sampai akhirnya terbesit di pikiran anna untuk pergi.
.
.
.
tok tok tok
"masuk"
"permisi tuan"
"ya? ada apa anna?" tanya sean sambil tersenyum ke arah anna dan menata berkas2nya
"tu...tuan sa... saya---"ucapan anna terpotong.
__ADS_1
"Anna bisakah kau ambilkan dasi ku?, sementara aku menata berkas berkas ku?"pinta sean.
"ah... ya"jawab anna.
"ini tuan" ucap anna setelah mengambil dasi dari lemari.
"bisa kau pakaikan?" pinta sehun lagi.
"y...ya... tuan"ucap anna sedikit canggung.
.
.
.
"nah sudah" ucap anna senang sambil melihat dasi yang di pasangkannya di kerah leher sean. karna memang anna tidak terlalu bisa memasang dasi. anna senang karna hasilnya tak terlalu buruk.
"jadi?" ucap sean sambil menunduk.
"jadi?"ulang anna bingung sambil mendongak menatap sean.
"jadi apa yang ingin kau katakan tadi?"tanya sean.
"ohh... i..itu...saya ingin berpamitan pada tuan"ucap anna sambil menunduk.
"maksud mu?"
"sa... saya akan pulang kampung, se.. sebenarnya saya kesini hanya untuk menemani ibu saya, dan ini sudah lebih dari 3 minggu saya di sini, jadi saya ingin pulang, jadi tuan---"jelas anna tapi terpotong.
"tidak" tolak sean cepat dan ekspresi wajahnya berubah menjadi dingin.
"tap.. tapi tuan" ucap anna sambil menunduk.
"aku masih membutuhkan mu anna... bisakah kau lebih lama di sini?"ucap sean dengan wajah yang berubah menjadi sayu
tak ada pilihan lain. batin anna.
"tap... tapi tuan sa... saya harus pulang, ka... karena saya me... merindukan kekasih saya."ucap anna.
mendengar ucapan anna tiba tiba hat sean terasa perih dan sesak.
sebenarnya anna berbohong,anna tak memiliki kekasih, itu hanya alibi anna supaya bisa pergi.
"ka... kau punya ke... kekasih?"
"ya. sa.. saya punya"
"maaf, saya permisi tuan" ucap anna sambil berbalik menuju pintu,tapi tiba tiba tangan anna di tarik oleh sean dan wajah anna menabrak dada sean.
"tu... tuan"ucap anna sambil mendongak
jarak antara anna dan sean sangat2 dekat.
"anna kau tak maukan selama kau pergi ibu mu kenapa napa?"ucap sean lirih sambil menunduk mendekatkan wajahnya pada wajah anna dan menampilkan ekspresi yang membuat anna takut.
"mak... maksud tu.. tuan apa?"tanya anna takut.
"pikir saja sendiri" ucap sean sambil berjalan menjauh menuju pintu, setelah melepaskan genggaman tangannya pada tangan anna. dan meninggalkan anna setelah mengambil tas kerjanya dan pergi ke kantor.
anna seketika membeku di tempat, mencerna maksud perkataan kakaknya tadi. apakah sean akan melukai bibi jang bila anna tepat kekeh untuk pergi? ya tuhan apa yang harus anna lakukan?!.
.
.
.
di dapur, bibi jang sedang berkutut dengan masakannya. dan tiba tiba anna datang dan memeluk bibi jang dari belakang.
"ibu...."
"eh... anna ada apa?"
"hik... ibu...."
"anna? kenapa menangis?"tanya bibi jang sambil berbalik ke arah anna dan tak lupa mematikan kompor.
"i... ibu.... hiks aku harus apa? aku ingin pergi ibu tap... tapi hiks...."
"tapi apa anna?"
"ta... tapi kakak mengancamku ibu... hiks..."(dasar kang ngadu, kalo adik gw udah gw jitakin palanya. tapi untung aja adek gw nggak kang ngadu wqwq )
"apa yang dia katakan pada mu?"
"ka..kakak bi...bilang 'anna kau tak maukan selama kau pergi ibu mu kenapa napa?' hiks.... begitu bu..."
"sudah...sudah tenangkan diri mu anna" ucap bibi jang sambil memeluk anna.
__ADS_1
"pergilah anna.... ibu akan baik baik saja"
"ak...aku takut. ak..aku tau seperti apa sean itu... hiks"
"ibu akan berhenti dari pekerjaan ini. ibu sudah lelah, ibu sudah tua. ibu sebenarnya sudah berencana untuk berhenti bekerja jauh jauh hari. jadi tenangkan diri mu, ibu tak kan kenapa napa"
"benarkah?"
"benar sayang"
"ibu?"
"ya?"
"maaf karna anna ibu berhenti bekerja"
"itu bukan salah mu. kenapa minta maaf?. itu keinginan ibu"
ucap bibi jang sambil mengeratkan pelukannya pada anna.
.
.
.
ke esokan harinya.
"tuan"
"ya bik? ada apa?"
"saya ingin berhenti bekerja tuan"
"kenapa bik?"
"saya sudah tua tuan dan badan sya sering sakit sakitan jadi saya ingin mengistirahatkan tubuh saya tuan"
"baiklah.... tapi apakah anna akan ikut bibi pulang?"
"tentu saja tuan"
"bisakah anna tetap di sini untuk menggantikan bibik?"
"maaf tuan anna akan ikut dengan saya pulang kampung"
"ah.... begitu ya... baiklah saya akan meminta supir untuk mengantar bibi besok, tapi bisakah anna pulang kampungnya besok? karna besok saya ada tugas untuk anna"
"kalau begitu saya pulangnya lusa saja tuan."
"ah... tidak bisa bik karna kalau kau pulang kampungnya lusa maka besok dan lisa kau akan di rumah ini sendirian, karna anna akan menemani ku bertugas di luar kota seperti biasanya. dan baru kembali lusa sore mungkin. dan semua pelayan di rumah ini akan ku liburkan besok dan lusa jadi aku tak ingin terjadi apa apa dengan bibik" jelas sehun panjang × lebar × tinggi.
"ah... begitu ternyata, baik tuan saya akan pulang kampung besok, kalau begitu saya permisi tuan"
"ya bik"
bagus. batin sehun sambil menyeringai.
.
.
.
"anna..."
"ibu... bagaimana tadi?"
"ibu akan pulang kampung besok"
"yes!!! itu artinya----"ucapan anna terpotong.
"tapi..."
"tapi apa bu?"
"kau besok tak bisa meninggalkan rumah ini bersama ibu"
"ke.. kenapa bu?"
"karna tuan sean akan mengajak mu seperti biasa untuk menemaninya bertugas ke luar kota untuk menyiapkan segala keperluannya di sana. ibu akan pulang kampung di antar supir. ibu di minta pulang kampung besok karna besok semua pelayan akan di liburkan, taun tak ingin ibu sendirian di rumah ini bila pulang kampungnya menunggu mu pulang besok lusa."
"oh... begitu ya..."
"tak apa... asalkan anna bisa pergi"ucap anna sambil tersenyum lebar.
ada yang aneh... batin anna.
.
__ADS_1
.
.