Kakak Tiriku

Kakak Tiriku
pergi


__ADS_3

Keesokan harinya


"Anna ibumu sudah menjelaskannya pada mu kan?"tanya sean.


"sudah tuan"


"baiklah kalau begitu kita berangkat 1 jam lagi"


"baik tuan"


1jam kemudian.


"ibu aku pergi dulu... ibu hati hati di jalan, kalau sudah sampai telepon aku"


"ya nak kau juga hati hati"


"pasti bu"


PERJALANAN DI MOBIL SEAN.


di mobil hanya ada keheningan. karna anna yang sibuk memperhatikan pemandangan dari kaca depan maupun samping. sementara sean sibuk menyetir. tapi tiba tiba anna memecah keheningan.


"tu..tuan"


"ya"jawab sean sambil terus menyetir, tanpa menoleh ke arah anna.


"apakah kita tidak salah jalan?.


emm... maksud saya... setau saya arah ke xxx tidak melewati tempat ini tuan"


"aku memutar jalan, karena jalan yang biasa di gunakan untuk ke xxx sedang macet" jelas sean.


"oh... maaf tuan saya lancang"


"hmm" sean hanya menjawab dengan deheman.


suasana kembali hening.


.


.


.


beberapa jam kemudian.


"anna" panggil sean.


"ya tuan"


"apa kau lapar?"


"tid---"kruyuk""ucapan anna terpotong karena perutnya tiba2 berbunyi. hal itu membuat anna malu.


"hmm baiklah mari kita cari makanan dulu" ucap sean sambil tersenyum geli dan anna, wajahnya sudah bersemu merah karna malu.


.


.


.


"pesanlah makanan yang kau inginkan" titah sean.


"baik tuan"


saat pesanan mereka sudah tiba.


"tuan saya permisi ke toilet sebentar" pamit anna.


"hmm. ya"


saat anna sedang ke kamar mandi, sean memasukan sesuatu ke dalam minuman anna sambil berucap lirih"maaf anna"


.


.


.

__ADS_1


"sudah selesai?"tanya sean saat anna kembali dari kamar mandi.


"sudah tuan"jawab anna.


"kalau begitu cepat habiskan supaya kita tidak kemalaman saan sampai di sana"ucap sean.


"baik tuan"


setelah selesai makan, mereka melanjutkan perjalanan mereka. tapi saat di mobil anna merasa kepalanya sangat pusing, dan anna pun memutuskan untuk tidur, karna memang rasa kantuk tiba tiba menyerangnya."


.


.


.


"uh... aku di mana?" ucap anna saat sudah tersadar dari tidurnya¿. anna berada di sebuah kamar yang emm mewah.


"au.. kepalaku" rancau anna sambil memegangi kepalanya.


saat di rasa sudah agak mendingan. anna memutuskan untuk keluar dari kamar yang ternyata tidak di kunci itu.


saat anna keluar anna melihat kakaknya ada di dapur, dan anna pun menghampirinya.


"tuan"


"anna? kau sudah bangun? duduk lah aku sudah memasak sarapan"ucap sean di sertai senyuman.


"maaf tuan" ucap anna lirih sambil menunduk.


"kenapa anna?" tanya sean.


"maaf tuan, harusnya saya yang membuat sarapan, bukan tuan"ucap anna.


"tak apa aku sedang ingin memasak saja, ayo cepat duduk" ucap sean.


"baik tuan" anna pun duduk di kursi meja makan.


.


.


.


setelah selesai anna pun menghadap ke sean(menuju kamar sean)


setelah mengetok pintu.


"tuan"


"ya anna?"


"apa pekerjaan saya hari ini?"


"seperti biasa, mengurus ku dan rumah ini"


"ba... baik tuan"


"anna tolong pakaikan dasi ini untuk ku"


"baik tuan"


"saat anna sedang memakaikan dasi pada sean tiba tiba,


"anna" panggil sean lirih.


"ya tuan"jawab anna yang masih sibuk memakaikan sean dasi.


"kau belum mandi?" tanya sean membuat anna terkejut.


anna tak menjawab. anna gelagapan, salting. wajahnya merah karna malu.


astaga aku lupa kalau tadi belum mandi!. batin anna.


melihat tingkah anna sean hanya terkekeh geli.


"su... sudah selesai tuan, kalau begitu saya permisi dulu" anna ingin cepat cepatmenyingkir darihadapan sean. anna malu. sean tadi pasti mencium bau tubuhya yang bau?! astaga ini sangat memalukan.


tapi saat anna beranjak pergi, tangan anna di tahan oleh sean. terpaksa anna pun menghentikan langkahnya dan berbalik, tapi saat berbalik tiba tiba saja sean memcium bibirnya sekilas dan pergi meninggalkan anna yang terpaku di tempat. setelah mencium anna, sean sempat berbisik di telinga anna

__ADS_1


"aku suka bau tubuh mu"


entah kenapa jantung anna berdegup sangat kencang saat sean menciumnya tadi. dan menjadi semakin kencang saat sean berbisik padanya tadi, setelah sesadar dari ke blangngannya anna pun berbalik dan anna baru sadar bahwa sean telah pergi.


astaga ini sangat memalukan. tapi kenapa kak sean menciumnya tadi? ini tidak benar! sean itu kakaknya dan akan selalu menjadi kakaknya.


.


.


.


.


saat sedang bersih bersih menggunakan kemoceng, anna berpikir kenapa harus membeli rumah/ lebih tepatnya mansion kalau mereka di sini hanya untuk sehari? padahal nanti sore atau nanti malamkan mereka akan pulang¿. ah entahlah anna bingung. anna tau kalau sean membeli mansion ini dari satpam yang berjaga di posnya yang berada di dekat pagar(satpam mansion sean)


saat pekerjaan rumah sudah anna lakukan, masakpun sudah. hanya tinggal menunggu sean.


.


.


.


brum.. brum...


pasti itu sean. pikir anna.


anna pun segera berlari menuju pintu utama untuk menyambut sean.


"selamat datang tuan" ucap anna sambil membungkuk hormat. itu adalah kebisaan para pelayan di mansion sean yang satunya.


"hmm"


kenapa kak sean hanya berdehem saja? biasanya kak sean memang sering berdehem tapi tak pernah sedingin ini senenjak kak sean hilang ingatan. mungkin kak sean sedang banyak pikiran.batin anna.


.


.


.


anna berdiri menunggu sean di meja makan. sean pun akhirnya datang. berbeda dengan tadi, sean terlihat lebih segar, mungkin karena efek baru mandi. sean kini sudah duduk di kursi.


"anna"


"ya tuan?"


"duduklah"


"baik tuan"anna pun duduk di salah satu kursi di meja makan tersebut.


"makan" titah sean karna anna tak kunjung mengambil makanan.


"baik tuan"


.


.


.


saat makan malam selesai anna memberanikan diri untuk bertanya pada sean.


"tuan"


"hmm"


"emm... maaf lancang, tapi saya hanya ingin memastikan ka.. kapan kita akan pulang?"


"kenapa?! apa kau tak suka berada di sin?" tanya sean dengan nada yang terdengar agak mengerikan.


"bu...bukan begitu tuan, sa... saya suka berada di sini tapi... tapi.."


"tapi ?"


"sa.. saya merindukan ibu saya"


tapi entah kenapa sean malah tertawa. tawanya menakutkan.

__ADS_1


kenapa kak sean tertawa? apa ada yang lucu?. batin anna.


__ADS_2