Kami Berbeda

Kami Berbeda
02


__ADS_3

byur


"b-bunda"


"enak kamu ya,jam segini masih tidur"


"maaf bunda"


"saya tidak perlu permintaan maaf kamu"


Sira gadis itu hanya menundukkan kepalanya,dia takut tapi tidak ada tempat dia berlindung,dia ingin mengadu tapi tidak tau mau mengadu ke siapa,bunda yang seharusnya melindungi nya malah membiarkan nya terluka,bunda yang seharusnya menjadi tempat keluh kesahnya tapi malah menjauh dari nya,bunda yang seharusnya yang mengobati luka nya tapi malah bunda yang menoreh luka kepada nya.


"siapkan serapan sekarang,saya tidak mau anak anak saya kelaparan karna tidak sarapan"Rita pun keluar dari kamar 'anak' nya


"tapi aku juga anak bunda"lirih Sira


"oke Sira kamu gak ada waktu untuk sedih"Sira menghapus air mata nya yang mengalir di pipi nya


"aku harus cepat cepat bersih bersih terus langsung masak sarapan"


Sira dengan segera turun dari tempat tidurnya dan segera mandi.


*****


Sira sekarang sudah berada di dapur untuk memasak sarapan.


"masak apa ya"bingung nya


"Nasi goreng aja kali ya"


setelah lama berfikir Sira memutuskan untuk membuat menu serapan pagi ini aalah nasi goreng.


saat Sira lagi berkutat dengan alat dapur,Sira di kaget kan dengan kedatangan Abang nya yang sedang mengambil air di kulkas.


"bang Gio udah pulang"tanya Sira basa basi,btw Gio udah dua hari gak pulang Karna nginap di rumah teman nya untuk ngerjain tugas kampus nya.


"hm"dan hanya di balas deheman oleh Gio


Sira hanya tersenyum melihat respon Abang nya,dia sudah terbiasa dengan sikap Abang nya kepada Sira.


"mau Sira buatin teh bang"


"ngak"setelah mengatakan itu Gio langsung pergi dari dapur


Sira menghela nafas nya kasar dan menatap senduh punggung Abang nya yaang mulai menjauh.


Sira tidak mau ambil pusing tentang sikap Abang nya,Sira langsung menata nasi goreng yang dia buat di meja makan.


"akhirnya siap juga"


sira berlari keruang keluarga untuk mengambil tas sekolah nya,setelah nya dia kembali ke dapur untuk menyiapkan bekal untuk dia makan di sekolah.


aduh harus cepat nih,kalau engak aku bisa telat ke sekolah.


Sira langsung berlari ke depan rumah nya yang sudah ada ojek yang dia pesan tadi.


"pak ayok jalan saya udah mau telat"


"iya dek"


membutuhkan waktu 20 menit untuk Sira sampai ke sekolah nya.


setelah beberapa menit akhirnya sampai di sekolahnya.


"makasih ya pak,ini uang nya"Sira memberikan uang 5000 ke pada bapak tukang ojek nya


"iya makasih ya dek"


"iya sama sama pak"setelahnya Sira langsung masuk ke area sekolah nya


"Alhamdulillah,untung aja gak telat"


Sira pun melangkahkan kakinya menuju kelasnya XI IPA.


"IRA! TUNGGUIN GUE"


langkah kaki Sira berhenti ketika ada Sira yang dia kenal memanggil nama nya.


"kamu kenapa lari lari Uul"


"hehe gue mau bareng Lo ke kelas nya"


Sira hanya mengangguk kan kepalanya mengerti dengan alasan sahabat nya itu berlari,Uul itu sahabat Sira dari SMP kelas tiga,dan hanya Uul yang tau bagai mana kehidupan Sira.

__ADS_1


"yaudah yuk kita ke kelas"Sira


"hayukk"Uul


BRAK


Uul membuka pintu kela dengan kuat,sehingga menimbulkan suara bantingan pintu yang kuat.


"HELO MAN TEMAN,UUL YANG CANTIK NAN IMUT INI KAMBECK"


"UUL OON BERISIK!!"ucap semua orang yanag berada di kelas


"maap sengaja"dengan sanai nya Uul bicara seperti itu


"enak nya di apain nih si Uul"Bima


"di panggang aja kalau di goreng kagak enak"Elan


"ringan banget tuh mulut kalau bicara"Uul


"kalau berat susah gue Bawak nya"Elan


"bodoh kok di pelihara"sarkas Uul,kemudian Uul menarik tangan Sira untuk duduk di tempat duduk mereka.


"Uul kamu jangan biasain teriak teriak kayak gitu,kasihan kuping aku dan juga teman teman kelas kita"ucap Sira dengan polos tanpa beban


"ish kok Lo ngomong nya gitu sik"Uul memasang mungka pura pura marah kepada Sira


"e-eh bukan gitu,maaf ya kalau ucapan Sira nyinggung perasaan Uul"


Uul yang melihat Sira menundukkan kepalanya menjadi merasa bersalah kepada sahabat nya itu.


"iya iya gak papa,gue gak kesinggung kok"


ketika Sira mau membalas ucapan Uul,tiba tiba guru masuk kedalam kelas,dan Sira langsung menutup mulut nya rapat rapat.


"pagi anak anak"


"pagi buk"


"apa ibuk ada memberikan pr kepada kalian?"tanya buk sisi


"Enggak ada buk"


"oke kalau memang tidak ada pr,sebelum ibuk memulai pelajaran,coba ketua maju ke depan tolong bagi kan nilai ulangan Minggu lalu"


"terimakasih ya Rangga"


"Sama sama buk"Rangga pun duduk kembali di bangku nya


"Lo dapat berapa"tanya Uul kepada Sira


"aku dapat 85"


"gue 75 masak"ucap Uul dengan lesuh


"gak papa,yang penting kamu kan udah berusaha lagian ini kan cuma ulangan harian"hibur Sira


"benar juga sik,lagian pasti masih banyak yang di bawah gue"


"Uul,Sira apa yang kalian bicarakan"buk sisi


"eh gak ada buk"Uul


"perhatikan ke depan,jangan ngobrol terus,nantik ada watu nya untuk ngobrol"


"iya buk"jawab kedua nya


*****


Sira dan Uul sekarang sedang berada di kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah berbunyi untuk di isi.


"Lo mau apa,biar gue yang mesanin"Uul


"aku Bawak bekal jadi kamu aja yang mesan makanan"sira


"ooh oke,tapi tunggu gue dulu,biar makan nya bareng"Uul


"iya"Sira


Uul pun pergi untuk memesan makanan.


"adik yang cantik dan juga manis kita boleh duduk di sini gak,yang lain penuh soalnya"

__ADS_1


Sira yang tadi sedang memainkan hp nya,menonggakan kepalanya untuk melihat siapa yang berdiri di samping nya.


Sira langsung kaget saat melihat siapa yang berada di samping nya,mereka adalah tiga serangkai yang selalu bersama sama di mana pun dan kapan pun tapi jangan salah mereka sangat sangat tampan dan banyak di kagumi siswa/i di sekolah,salah satu dari meraka adalah cucu dari pemilik sekolah ini,cucu pemilik sekolah ini terkenal dengan ketampanan, kepintaran dan juga sikap di ngin nya.


"Ed dah kok malah bengong Sik"


"h-ha apa"


"kita boleh duduk di sini gak"


"ha b-boleh duduk aja"ya kalik Sira melarang mereka pertiga duduk di sini,bisaa bisa dia di keluarin dari sekolah ini.


setelah mendengar jawaban dari Sira,mereka bertiga pun duduk di kursi kosong di meja Sira.


"loh kok kalian bisa di sini"bingung Uul


"gak ada yang kosong,jadi kita gabung,gak papa kan?"


"ya gak papa lah,kalau gue larang sama kayak nolak rezeki"Uul


Sira rasa nya ingin menghilang sekarang juga,siapapun tolong Sira,dia sangat sangat malu sekarang.


"kenalan dulu dong,kita kan belum tau nama Lo berdua"


"kenalin gue Uul"


"nama Aku Sira"


"gue Adit"


"gue Riski"


"satria"


"ternyata kalian kalua di lihat dari dekat tambah ganteng ya"ucap Uul sambil bertopang dagu


"oh ya jelas dong"Riski


Sira menepuk paha Uul dengan pelan,saat Uul dan Sira saling melihat,sorot mata Sira seakan bilang 'jangan kayak gitu,malu tau',tapi apakah Uul perduli?tentu tidak.


"adik manis gue boleh minta nomor wa nya gak"Adit


"Lo manggil siapa kak?"tanya Uul kepada Adit


"teman Lo lah,ya kalik gue manggil Lo"Adit


Uul menatap garang Adit,dan Adit sendiri tidak perduli dengan tatapan Uul kepada nya.


"untuk apa kak?"Sira


"dih suara nya lembut banget"Riski


"diem Lo"Adit


"suka suka gue dong"


Adit hanya menatap malas Riski.


"untuk gue simpan"Adit


"aku cuman punya nomor satu kak,kalau kakak minta nomor aku,nantik aku pakai nomor apa"ucap Sira kelewat polos


Riski dan Uul mati Matian menahan tawa mereka agar tidak meledak,sedang kan Adit tersenyum paksa ke arah Sira.


"gak kayak gitu juga maksud nya dik manis"Adit


"terus gimana,aku gak ngerti kak"jawab Sira,sungguh Sira di buat bingung oleh kakak kelas nya ini,karna sebelum nya tidak ada yang meminta nomor nya.


"maksud nya itu,gue minta nomor Lo untuk gue sv nah batik kalau udah gue sv ntar kita bisa cetingan"jelas Adit dengan sabar


Sira mengangukan kepalanya paham.


"sini hp kakak"Sira


dengan semangat Adit memberikan hp nya ke pada Sira.


setelah menekan nomornya di hp Adit,sira pun mengembalikan hp nya ke pada Adit.


"thanks"Adit


"sama sama kak"


"nantik kirim ke gue ya fit"Riski

__ADS_1


Adit hanya mengangguk kan kepalanya sebagai jawaban.


sampai ketemu di part selanjutnya 👐


__ADS_2