
setelah mengisi perut di kantin dan di isi obrolan antara Uul,Sira,Riski dan juga Adit,satria?dia hanya mengeluarkan suara 'hm,iya,tidak atau menganguk',Sira dan Uul sekarang suah berada di kelas,kebetulan guru yang mengajar tidak hadir hari ini,jadi siswa kelas XI IPA bisa bebas melakukan apa saja.
"Ira main kerumah gue yuk pulang sekolah"ajak Uul kepada Sira
"hm enggak deh ul,kamu tau sendiri orang tua aku kayak gimana"Sira
"iya juga sik, yaudah kalau gitu gue aja yang main ke rumah Lo,kalau gue yang main ke rumah Lo,gue jamin orang tua Lo gak bakalan bisa marah,karna bokap gue sama bokap Lo menjalin bisnis"Uul
"terserah kamu aja"Sira
"oke,tapi ntar gue pulang ke rumah dulu nantik baru kerumah Lo"Uul
"iya Uul"Sira
"Uul Lo di panggil pak Aris"
"ck ngapain juga tu guru manggil gue Din"tanya Uul kepada Dina
"mana gue tau"Dina
"udah kamu pergi aja ke ruangan pak Aris,siapa tau penting"Sira
"yaudah,gue tinggal gak papa kan?"Uul
"gak papa"Sira
"oke gue cabut dulu,bay Sira"Uul pun pergi ke ruangan pak Aris
Sira hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabat nya.
Sira yang merasa bosan pun memutus kan untuk keluar dari kelas,keliling sekolah mungkin pikir nya.
"kemana ya bagus nya"bingung Sira
"ke perpus aja kali ya"Sira pun memutuskan untuk ke perpus
tapi di saat Sira lagi berjalan,Sira tidak sengaja menabrak orang.
"aduh pantat Sira sakit"ringis Sira
dia yang nabrak dia juga yang jatuh.
Sira pun berdiri walau bongkong nya masih terasa sakit.
"maaf aku gak sengaja"ucap Sira
karna tidak mendapat jawaban Sira pun mendongakkan kepalanya.
"kak satria"
ya yang di tabrak Sira adalah satria.
"maaf kak,aku benar benar gak sengaja"
satria nanya menatap datar Sira.
"apa kakak ada yang luka"
Naura memutar badan satria untuk melihat apa ada yang luka atau tidak,padahal sudah jelas tidak ada yang luka,karna satria sama sekali tidak terjatuh saat dia menabrak nya.
"LO APA APAAN HA MEGANG MEGANG SATRIA!"
untung saja keadaan sekitar sedang sepi,kalau tidak pasti mereka akan di lihatin banyak orang.
"k-kak Sera"ucap Sira dengan terbata
"singkirin tangan kotor Lo dari satria"Sera
Sira dengan segera menjauhkan tangan nya dari satria,tapi tiba tiba tangan nya sudah di pegang oleh satria.
"k-kak"Sira
"kamu kok malah megang tangan dia Sik"tunjuk Sera kepada Sira
"kak lepasin tangan aku"ucap Sira,Sira tidak mau memperumit masalah sungguh.
"emang kenapa kalau gue megang tangan dia"ucap satria
"kamu kan pacar Aku,jadi kamu gak boleh magang tangan cewek lain selain aku"Sera
"sejak kapan gue sama Lo pacaran"satria
__ADS_1
"kamu kok ngomong kayak gitu!"Sera
"gue gak Sudi punya pacar ****** kayak Lo"ucap satria dengan datar
perkataan satria sontak membuat Sera sakit hati.
"ini semua karna Lo"tunjuk Sera kepada Sira
"maaf"hanya itu yang bisa Sira ucapkan, emang kalimat pa lagi yang bisa dia ucapkan selain kata maaf
"Lo! gue benci sama Lo"Sera langsung menarik rambut kembaran nya dengan kuat
"aww s-sakit kak"Sira
"lepas"dengan sekali hentakan satria langsung melepaskan tarikan rambut Sira.
"kamu gak usah ngebela dia"Sera
satria hanya diam dan menatap Sera dengan tatapan tidak bersahabat.
"Lo!"
hampir saja Sera menampar Sira tapi dengan sigap satria menahan tangan sera.
"aarrgg sakit lepas satria"Sera
"pergi"
satu kalimat yang keluar dari mulut satria,dan itu cukup membuat Sera pergi tapi sebelum pergi dia membisikan sesuatu ke pada Sira.
"urusan Lo sama gue belum kelar"Sera
badan Sira menegang saat Sera membisikan kalimat itu kepada nya,dia yakin selepas pulang sekolah dia akan babak belur lagi.
"Lo gak papa"tanya satria dengan datar
"gak papa,makasih ya kak"
"hm"
"kalau gitu aku permisi mau ke perpus"
"Lo kembaran Sera"pertanyaan satria membuat Sira menghentikan jalan nya
tanpa menoleh ke arah sira, satria langsung melengang pergi.
"kak satria kenapa?"bingung Sira
tidak mau ambil pusing,Sira melanjutkan jalannya menuju perpus.
*****
Sira sedang menghabis kan waktunya di perpus,menurut nya tempat ternyaman di sekolah adalah perpus,di perpus dia bisa merasa tenang dan damai,Sira suka ke damaian tapi entah kenapa dunia tidak membiarkan nya hidup dengan damai,selalu ada masalah yang datang kepadanya,Sira berharap bisa mendapatkan ke bahagian walau hanya sebentar.
"serius amat baca buku nya"
"Tirta kamu ngapain di sini?"
"perpus tempat umum kalik"
Tirta adalah teman Sira, tidak sekelas dan juga tidak ter lalu dekat.
Sira mengaruk lehernya yang tak gatal.
"gak usah tegang juga kali,gue gak makan kok cuman gigit aja"
Sira menatap ngeri Tirta,Tirta yang melihat Sira menatap nya takut tak kuasa menahan tawa nya.
"hai yang di sana jangan berisik ini perpustakaan"
Tirta langsung menutup mulutnya rapat-rapat.
"kamu sik,kena tegur kan jadi nya"ucap Sira kesal
"ya maaf,tadi kelepasan"
Sira tak menghiraukan ucapan Tirta,dia melanjutkan membaca buka nya yang sempat tertunda.
"ngambek nih cerita nya"goda Tirta sambil menyolek dagu Sira
"siapa juga yang merajuk"
__ADS_1
"terus kalau gak merajuk,mungka Lo yang ketekuk itu nama nya apa?"
Sira merengut kesal dengan Tirta.
"pergi Sira gak mau temanan sama Tirta lagi"usir Sira
"tapi jadi pacar gue mau kan"ucap Tirta dengan menaik turunkan alis nya
"pacaran? pacaran itu apa?"tanya Sira bingung
Tirta hampir saja menjatuhkan rahang nya sangkin kaget nya,yang benar saja Sira tidak tau apa itu pacaran,orang mana yang tidak tau apa itu pacaran,bahkan bocil bocil saja tau apa itu pacaran dan bahkan ada yang sudah pacaran.
"Lo habis keluar dari gua apa Ira"gemas Tirta
"aku gak pernah ke gua Tirta"
Tirta mengelus dada nya sabar.
"gue ganteng gue sabar"
Sira menatap bingung Tirta,ada apa dengan lelaki itu pikir nya.
"kamu kenapa?"
"ngak gak papa,cuma depresot aja"ucap Tirta dengan senyum terpaksa nya
Sira mengangukan kepalanya mengerti.
"polos baget,sangkin polos nya gue pengen tabok,tapi sayang dia cantik"batin Tirta
"Tirta aku ke kelas dulu ya"pamit sira
"lah kenapa?"
"Uul udah nunggu di kelas"
"ooh,mau di antar"
"gak usah aku bisa sendiri"setelahnya Sira melangkah kan kaki nya menjauhi Tirta.
"susah juga cinta sama cewek bentukan kayak Sira"gumam nya
******
"habis dari mana?"
"aku dari perpus"
"gak mumet apa otak Lo,buku aja yang di baca"
"engga malah aku senang"girang Sira
"dasar kutu buku"
"gak papa,yang penting aku suka"
"serah lo dah"pasrah Uul
"ul aku mau nanya"
"apaan"
"pacaran itu apa?"
huk..huk..hukk
Uul tersedak air Karana pertanyaan yang di lontarkan oleh Sira.
"Lo tau kata itu dari siapa?"
"Tirta"
"Tirta goblok,Lo nempati gue di pertanyaan yang mudah di jawab tapi susah di jelas kan"batin Uul purtasi
"jadi pacaran itu apa?"tanya Sira lagi
"hm itu..itu..anu hm ah iya pacaran itu dosa gak boleh di lakuin"reflek Uul menjawab seperti itu,ya walaupun memang benar,di agama Islam tidak di bolehkan pacaran tapi dia seperti mengatain diri nya sendiri Karna Uul pernah pacaran.
"ooh gituu"
"iya, jadi kalau ntar ada orang yang ngajak Lo pacaran biang aja lagi gak mau nabung dosa"
__ADS_1
"oh oke oke"
Uul menghela nafas lega karna sila mempercayai apa yang dia bilang,ingat kan Uul untuk menendang Tirta jika bertemu.