
"Lo pulang naik apa Ira"
"angkutan umum"
"yaudah pulang bareng gue aja"
"gak usah deh ul,aku ada urusan di ruangan buk Tina"
"ah yaudah gue deluan ya"
"iya"
Sira melanjutkan jalan nya ke ruangan buk Tina,setelah sampai di depan ruangan buk Tina,sira mengetuk pintu nya setelah nya dia suruh masuk oleh buk Tina.
"permisi buk"
"iya silahkan duduk Sira"
Sira pun duduk di kursi yang sudah di sediakan dan tak lupa ada satria di sebelah nya.
"seperti yang ibuk bilang tadi ke pada kamu satria, Sira lah yang akan menggantikan mika,jadi mohon kerjasama kalian"
"baik buk"ucap kedua nya .
"ini ibuk kasih tolong di pelajarin ya"
"kok cuma satu buk"tanya Sira heran
"maaf ya cuma satu,kalian bisa berdua belajar nya kan,dan dengan itu kalian juga bisa meningkatkan kerjasama"
Sira dan satria saling menatap mata satu sama lain, dan kemudian mereka memutuskan tatapan mereka.
"kalau gitu saya permisi dulu ya buk"Sira langung keluar dan di ikuti dengan satria dari belakang
"hm buku nya aku bawa dulu ya kak,biar aku copy nantik kalau udah selesai aku kasih ke kakak"
"berdua aja"
"ha?"
"gue yakin Lo gak budek"sinis satria
Sira menekuk mangkanya saat mendengar ucapan satria.
"belajar nya di mana?"tanya Sira
"rumah Lo"satria
"j-jangan gak bisa"ucap Sira cepat
"rumah gue"
"gak baik anak perempuan main ke rumah laki laki"
satria menatap jengah Sira.
"apartemen gue"
"g—"
__ADS_1
"gue gak terima penolakan"
Sira langsung kicep saat mendengar ucapan satria.
****
sekarang Sira sudah berada di apartemen milik satria.
"kok kita langsung ke apartemen kak?"
satria hanya menatap malas Sira.
"kak aku pulang dulu deh ya,nantik aku kesini lagi"
"gak usah"
"sebentar kok kak,aku cuma mau bersih bersih dulu dan mau minta izin dulu"
"kalau di izini"sambung Sira dalam hati
"telfon"singkat padat dan jelas
"aku juga mau ganti baju kak"
"pakai switer gue,gak usah ribet deh jadi cewe"sinis satria
Sira menghela nafas pasrah,nasip buruk sedang berpihak kepada nya,Sira sedang berdoa semoga ayah dan bunda nya pulang lambat.
"nih ganti baju Lo"ucap satria membuat lamunan Sira buyar
"e-eh iya kak, makasih"
"hm"
"lurus belok kiri pintu warna coklat itu kamar mandi nya"jelas satria dengan malas.
sira menganguk kan kepalanya mengerti.
beberapa menit kemudian Sira datang dan ikut duduk di dekat satria yang sedang fokus dengan soal soal yang ada di buku.
"kak mulai belajar nya dari yang mana"
satria mendogakan kepalanya melihat Sira,satria termenung melihat Sira,satu kartu untuk Sira sekarang 'imut' dengan switer kebesaran yang membuat tubuh Sira tenggelam itu manambah kesan imut untuk Sira.
"kak satria"Sira melambaikan tangan nya di depan wajah satria yang sedang termenung
"apa"ucap nya dengan datar
"belajar nya mulai dari mana?"
"pelajarin ini,ini udah gue ambil yang poin poin nya aja"
"oke kak"
Sira dan satria mulai fokus dengan soal soal yang mereka pelajari.
sekarang sudah menunjukan jam pukul 16.44,sudah hampir empat jam mereka belajar.
"kak aku udah siap"
__ADS_1
"sini gue lihat"
Sira memberikan buku nya ke pada satria.
satria mengangguk kan kepalanya puas melihat jawaban yang di tulis oleh Sira.
"bagus,pintar juga Lo"
Sira tersenyum senang sat satria memujinya.
"kak kalau gitu aku pulang dulu ya"
"biar gue antar"
Sira hanya mengiya kan uapan satria,menurut nya tidak adak gunanya menolak tawaran satria.
satria mengantar Sira mengunakan motor nya.
"alamat"
"jalan aja kak nantik aku kasih arahan"
satria tidak menjawab ucapan Sira,dia melajukan motor nya membelah jalanan.
"kak stop stop"ucap Sira sambil menepuk nepuk bahu satria
satria pun memberhentikan motornya .
"kenapa?"
"berhenti di sini aja kak"
satria mengernyitkan keningnya,menatap Sira bingung.
"rumah Lo di pinggir jalan?"
"ya enggak lah kak"
"terus?"
"rumah aku udah dekat kok dari sini,kakak ngantar aku sampai sini aja"
"biar gue antar sampai rumah"
"gak usah kak"
"gue gak mau jadi laki laki pengecut karna gak ngantar cewe sampai rumah"
"gak papa kak,lagian rumah aku udah dekat dari sini"bujuk Sira
"oke"setelahnya satria langsung menggas motor nya menjauh dari Sira
Sira menghela nafasnya lega,setidak nya Sera tidak melihat nya berduaan dengan satria.
sira pun mulai melangkahkan kakinya untuk menuju rumah nya yang sudah dekat dari sini.
sesampainya Sira dirumah,Sira langsung masuk kedalam rumah nya.
Sira bernafas lega saat bunda dan ayah nya belum pulang.
__ADS_1
"Alhamdulillah ayah sama bunda belum pulang"
Sira dengan segera melangkahkan kaki nya menuju kamar nya.