Kami Berbeda

Kami Berbeda
09


__ADS_3

"makasih ya ul udah ngantar aku sampai rumah"


"iya sama sama"


"kamu mau mampir dulu?"


"gak deh lain kali aja,gue di suruh balik sama mommy".


"kalau gitu aku masuk dulu ya,kamu hati hati di jalan"


"okee,besok ke sekolah bareng ntar gue jemput"


"okee"Sira pun turun dari mobil Uul


saat sudah melihat mobil Uul menjauh dari rumah nya,Sira pun langsung bergegas masuk ke dalam rumah nya.


"kak Sera sama bang Gio belum pulang?"tanya Sira ntah sama siapa


tidak mau ambil pusing Sira pun melangkah kan kaki nya ke kamar.


Ting


tiba tiba ada yang mengirim pesan kepada Sira tapi dari nomor yang tidak di kenal.


...08××××××××××...


gue tunggu di tempat semalam gue ngantar Lo


^^^Anda^^^


^^^siapa?^^^


satria


^^^Anda^^^


^^^loh kak satria dapat nomor aku dari siapa^^^


Uul


^^^Anda^^^


^^^oke,kakak nyuruh aku ke tempat semalam ngapain?^^^


belajar untuk olimpiade


^^^Anda^^^


^^^oke aku bakal ke sana^^^


^^^✓✓^^^


Sira pun langsung keluar dari kamar nya dan bergegas pergi ke depan komplek di mana satria mengantar nya semalam


"udah lama kak"


"baru"


Sira mengangukan kepalanya mengerti.


"naik"


tanpa di suruh dua kali Sira langsung ke motor satria.


motor satria pun langsung di gas dan pergi dari sana.


"kita belajar di mana kak?"


"rumah gue"


"ta—"


"gak usah banyak perotes"


Sira langsung bungkam saat satria berbicara lebih dingin dari biasanya.


setelah menempuh jalan selama 20 menit,mereka sampai di rumah satria yang lebih megah dan besar dari rumah Sira.


Sira berjalan di belakang satria,Sira sudah seperti anak ayam yang mengikuti induk nya berjalan.


"eh ada neng gelis"


"gak sia sia gue ke rumah pak bos kalau gini mah"


"berisik"


Adit dan Riski langsung menutup mulut nya rapat rapat saat mendapatkan tatapan tajam darai satria.


"btw sat kok Sira Lo bawak ke rumah Lo?"tanya Riski


"olimpiade"


Riski yang mengerti dengan ucapan satria hanya mengangguk angguk kan kepala nya.


"sini duduk gak capek Lo berdiri terus"Adit


"h-ha iya"Sira pun duduk di samping Adit, sedangkan satria dia pergi ke kamarnya untuk mengambil buku yang akan di pelajari.


"nih minum dulu Ira"ucap Adit


"makasih kak"


"Yoi"


"bukan nya yang ikut olimpiade si mika sama satria?"tanya Riski bingung


"kak mika gak bis ikut,jadi aku yang gantiin"


"oohh paham paham"Riski


"Ki mau taruhan"tawar Adit


"taruhan apa?"Riski


"taruhan kalau satria Ama si Sira tambah dekat dan mereka berdua sampai jadian,,Lo harus kasih motor Lo ke gue"Adit


"itu mah gak mungkin,Sera aja yang kembarran Sira di tolak sama satria"


"itu mah beda konsep,gimana mau gak"


"oke dill kalau mereka gak tambah dekat+gak jadian motor Lo jadi milik gue"ucap Riski


"oke dil"Adit dan Riski saling menjabah tangan sebagai tanda pertaruhan di mulai


sedangkan Sira yang memang tidak mendengar pembicaraan mereka berdua hanya menatap heran Adit dan Riski.


"belajar di kamar gue"satria menarik tangan Sira menuju kamar nya


"EH WOI SATRIA BELUM HALAL WE!!"


tak


"Riski bodoh,mereka itu mau belajar di kamar si satria biar lebih fokus,otak Lo aja yang mikir nya ke mana mana"ucap Adit sambil menjitak kepala Riski

__ADS_1


"siapa tau kan?"


"otak Lo harus di cuci kayak nya ki"ucap Adit dengan sinis


"Matari nya udah gue ringkas semalam,ini cuma gue ambil poin poin nya aja,Lo fahami ini kalau ada yang kurang jelas tanya aja"jelas satria


Sira menatap kagum Satria.


"kak,kamu kaya nya harus sering sering deh bicara panjang panjang kayak tadi biar keliatan kalau kakak manusia bukan batu"ucap Sira dengan tampang tak berdosanya sedangkan satria hanya menatap datar Sira.


"kalau gue bicara panjang ntar Lo suka lagi"ucap satria dengan tatapan masih fokus ke arah laptop nya


"Kakak diam aja aku suka"ucap Sira dengan polos,Sira tidak bohong kan?satria memang setampan itu bahkan semua orang mengakui itu bohong jika Sira tidak mengakui ketampanan satria.


Deng


satria yang sedang fokus ke laptop nya langsung menegang saat mendengar ucapan Sira,jantung nya berdetak tidak karuan,ada perasaan aneh yang sebelum nya belum pernah satria rasakan.


"kalimat yang udah sering gue dengar"ucap satria dengan tenang dan datar


sira hanya mengangguk angguk kan kepala nya setuju,karna bukan dia saja yang menuju satria tapi banyak yang menuju satria.


Adit dan Riski yang dari tadi menguping pembicaraan satria dan Sira langsung saling menatap dengan tatapan penuh arti.


"siap siap motor Lo jadi milik gue"ucap Adit dan di sambung dengan kekehan nya


"lihat aja dulu ke depannya"ucap Riski


*****


"kak ini udah selesai"


"tarok aja di situ"ucap satria tanpa memalingkan wajah nya dari buku


"kak ini cemilan nya aku makan ya"


"hm"


"kak Kaka ngerjain nya lama banget"heran Sira


tidak ada jawaban dari satria.


Sira tidak lagi bertanya pada satria karna menurut nya percuma tidak akan di balas,Sira memutuskan untuk memakan cemilan yang sudah di siap kan oleh satria di kamar nya.


"Kaka mau"Naura memajukan tangan nya yang ada potato di depan wajah satria


Sira mengerjap kan mata nya dua kali dan kemudian diia bertepuk tangan heboh saat satria memakan potato di tangan nya.


Sira memberikan lagi ke satria dan langsung di teriama oleh satria dan jadi lah Sira dan satria memakan potato dengan Sira yang menyuapi potato ke satria.


"enak kak?"


"hm"


"mau lagi"


satria mengatakan kepalanya tanpa sadar dan itu membuat Sira bersorak bahagia.


"minum"dengan sigap Sira mengambilkan minum untuk satria


"ini kak"


"aaa"bukan nya menggambil gelas nya satria malah membuka mulutnya dengan senang hati sira memegangkan gelas dan membantu satria untuk minum.


entah sadar atau tidak satria menunjukan sisi manja nya ke pada Sira bahkan ke pada orang tua nya satria tidak pernah menunjukan sikap manja nya.


"kak satria lucu kalau kayak gini,jadi kayak bayi Sira suka"


satria memalingkan wajahnya dari Sira.


"sial"umpat nya dengan pelan


"Kak bicara sesuatu?"


"nggak"


"kakak udah selesai?"


"udah"


"kalau. gitu kebawah yuk kak,Sira bosan di kamar kakak terus"ajak Sira


"hm"


mereka berdua pun keluar dari kamar Agam dan berjalan menuju ruang tamu di mana Riski dan Adit sedang ber main ps.


"Hai kak satria"


"ngapain Lo di sini"tanya satria dengan tatapan tajam nya


"aku mau cuma mau ketemu sama kakak"


satria menatap ke dua sahabat nya dengan tatapan menuntut jawaban.


"kita udah suruh pergi tapi dia nya aja gak mau sat"ucap Adit yang mengerti tatapan satria


satria menghela nafas dan menatap Sera dengan datar.


"pergi"usir satria


"tapi ka—,eh Lo ngapain di sini"tunjuk Sera kepada Sira kembaran nya


Sira yang di tanya jadi panik sendiri.


"k-kak a-aku,aku belajar untuk olimpiade bareng kak satria"


" Lo bilang sama bang Gio mau pergi ketaman sama Uul,tapi malah di sini"sinis Sera


"aku beneran pergi sama Uul ke taman,tapi waktu aku udah pulang kak satria chat nyuruh belajar untuk olimpiade"jelas Sira


"alah banyak bacot Lo"


"Weh Weh santai dong santai,kasar amat mulut Lo jadi cewek"Riski


"diam Lo"


"dih di bilangin malah nyolot"Riski


"pergi dari rumah gue"ucap satria dengan tatapan tajam


"oke aku bakal pulang sekarang"


"bagus"ucap Riski dan Adit


sera pun pergi tapi dengan tangan Sira di tarik nya untuk ikut pergi dengan nya.


langkah Sira dan sera terhenti karna tangan Sira di tahan oleh satria.


"dia pulang bareng gue"tunjuk satria pada sira


"kak aku pulang bareng kak Sera aja"tolok Sira,Karan dia tidak mau membuat Sera tambah marah dengan nya


"sama gue"tekan satria

__ADS_1


"kalau Sira di sini aku gak bakal pulang!"Sera


"ngerusuh ajalo Mak lampir"sarkas Riski


"dia Lo kakek cangkul"Sera


"buset kakek cangkul gak tuh"ucap Adit di iringi tawa nya


"diam Lo Didit markudit"Riski


"pergi atau gue seret Lo sekarang!"ancam satri


"ga—"


belum selesai Sera berbicara sayria langsung menyeret Sera keluar dari rumah nya.


"akhh sakit kak lepas"ucap Sera tapi satria seolah tuli tidak mendengar ucapan Sera


"astaghfirullah kak satria lepasin kak Sera"


ucapan Sira tak di hiraukan dengan satria.


"pergi Lo"ucap satria ketika sudah berada di luar rumah nya


"kakak ko kasar sama aku"tanya Sera tak terima


satria tidak menghiraukan pertanyaan Sera.


"kak Sera,Kaka satria"Sira


"kakak gak papa?"tanya Sira je pada Sera


"gak usah sok khawatir deh Lo"Sera


"sini Lo ikut pulang sama gue"


ketika Sira mau berjalan mendekat ke Sera tangan nya di tahan oleh satria.


"Lo bareng gue"ucap nya dengan menatap datar Sira


"aku pulang sama kak Sera aja kak"tolok Sira dengan halus


"bareng gue"tekan nya


Sira bingung sendiri jadi nya,kalau dia tidak pulang bareng Sera,sera pasti tambah marah dengan nya tapi kalau dia gak pulang sama kak satria,Kak satria gak mau ngelepasin tangan nya.


"kak gak papa aku bareng kak Sera aja biar sekalian"


"pergi"bukan nya menjawab ucapan Sira satria malah menyuruh Sera pergi karna supir Sera sudah menunggu


"awas Lo"ucap Sera kemudian pergi dan masuk ke mobil


"kak Sera"ketika Sira mau mengejar sia tangan nya kembali di tahan oleh satria


"kak.."


satria langsung menarik tangan sira masuk kedalam rumah nya.


Sira hanya pasrah sekarang dengan nasip nya.


"udah pergi tuh Mak lampir"Riski


satri hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"kak antar aku pulang sekarang ya"


"hm bentar"satria petgi mengambil kunci motor nya dan setelah nya balik lagi ke ruang tamu


"ayok"


"iya,kak Riski,kak Adit aku pulang deluan ya"


"iya neg gelis"Riski


"sering sering main kesini yak"Adit


"lama"satria menarik tangan Sira menuju bagasi untuk mengambil motor nya


"siap siap motor Lo jadi milik gue"Adit


"ck bacot Lo"ngegas Riski,gak rela dia tuh motor nya akan jadi hak milik Adit


"kak tangan aku sakit Kaka tarik terus"sepertinya hobi satria menari tangan Sira sekarang


"maaf"ucap satria sambil mengelus tanagn Sira yang memerah.


Deng


"kayak nya aku punya penyakit jantung deh,harus di periksa ke dokter kayak nya"batin Sira


"u-udah kak gak papa"ucap Sira gugup


"hm tunggu sini"satria pergi ke dalam bagasi untuk menagmbil motor nya


"naik"


"iya kak"


di perjalanan hanya ada hening,tidak ada yang mengekuar kan suara satu pun,satria yangs sedang fokus mengendaai motor dan Sira yang bingung mau memulai obrolan apa.


"alamat"tanay satria


"berhenti di tempat waktu itu aja kak"


"alamat rumah Lo"


"sa—"


"kasih atau kiya balik ke rumah gue"


"perumahan mawar blok D nomor 13"uca Sira


setelah nya ke adaan menjadi hening kembali.


"maksih ya kak udah ngatar aku sampai rumah"


"hm"


Sira diam di depan satria,sedang kansatria menatap bingung Sira.


"masuk"titah Satria


"aku nunggu Kakak pergi dulu baru masuk"


"masuk"tekan satria lagi"


"iya iya"ucap Sira patuh


"kalau ada apa apa hubungi gue"satria


perasaan sira menghangat saat satria mengatakan itu.


"iya kak,kalau gitu aku masuk dulu,kakak hati hati di jalan"seelah mengatakan hal itu Sira masuk kedakan rumah nya,satria yang sudah melihat Sira masuk ke rumah dengan selamat pun menghidupkan motor nya dan pergi dari kawasan rumah Sira.

__ADS_1


__ADS_2