
Ku ukir detik ini di hati, meski tak terjawab setidaknya masih ada waktu kedepanya. tolong tuhan iya kan dirinya untukku...
___
Novel ini update setiap Selasa yah:)
Happy reading..
___
Sore ini Keila sedang kedatangan tamu yang tidak lain adalah Kevin sendiri. keadaan rumah sepi pasalnya orang tua Keila sedang bepergian jauh ke luar kota, guna memperbaiki masalah bisnis disana.
Mereka sepertinya ingin jalan-jalan sore berdua, sudah seperti ke kasih namub belum ada kepastian. yasudahlah jangan tergesa-gesa, mungkin nanti akan tiba saatnya.
Kevin yang sedang menunggu Keila di ruang tamu sambil melirik fokus ke layar handphone, tanpa disadari sedari tadi Keila sudah berdiri tepat di hadapanya.
"Kevin.." Keila menegur Kevin yang masih belum menyadari kehadiranya.
"Vin?"
Krik-krik!
Masih belum dapat jawaban juga, Keila jengah lalu menabok kepala Kevin kuat.
Pletak!
"Aw!"Ringis Kevin sembari memegang kepalanya yang agak lumayan sakit
"Apaan sih lo hah?! sakit njirtt!"Kevin menatap kesal ke arah Keila
"Lagian sih... dari tadi gue tegur, lo masih aja nggak nanggepin gue."jawab Keila sambil melipatkan kedua tanganya di dada.
"Tapi nggak gitu juga kalik!"
"Banyak protes! buruan, jadi nggak nih jalan-jalanya? kalo nggak jadi gue masuk kamar lagi nih ganti baju tidur."
"Yaudah, Ayo!"Kevin berdiri lalu menarik lengan Keila tanpa persetujuan dari sang pemilik tangan itu.
Deg!
****
"Kita mau kemana?"Keila bertanya kepada Kevin yang mengendarai motor sport. kali ini mereka menggunakan motor dan bukan mobil, agar kesanya agak romantis.
"Jalan-jalan"jawab Kevin dari balik helm full face nya.
"Iya tau... tujuanya maksud gue!"ketus Keila kesal.
"Kita ke bukit di belakang rumah nenek angkat gue dulu, gimana?"tawar Kevin.
"Dimana tuh?"
"Udah ikut aja!"
"Serah deh, yang penting asik hehe..."
Dibalik helm ada sebuah senyuman terukir di sudut bibir Kevin, sudah tentu hanya dia yang menyadari itu. Keila mana bisa melihatnya.
****
Tok! tok!
Kevin mengetuk sebuah pintu rumah yang terlihat sudah sangat kuno dan tua sekali, agak serem sih bikin bulu kuduk Keila merinding seketika.
"Assalamualaikum..."Kevin mengucap salam sembari mengetuk pintu
"Permisi, Eyang!"Panggil Kevin sedikit berteriak.
Cekrek!
Pinth terbuka dan keluarlah wanita yang sudah tua, sejenak dirinya memperhatikan siapa yang datang sore hari begini.
"Kevin?? Cucuku..."ucapnya senang. tampak sekali wajahnya penuh kerinduan dan kesedihan, di sorot matanya mengatakan bahwa dia kesepian. memangnya kemana keluarganya, sudahlah mungkin bukan urusan Keila untuk bertanya.
"Iya eyang. ini aku Kevin, cucu eyang."jawab Kevin tersenyum getir. wajahnya penuh tanda tanya kala itu, membuat Keila bingung ada apa antara Kevin dan nenek tua itu.
Saat tengah menatap mereka berdua yang penuh kerinduan, perempuan yang sudah lansia itu beralih kearah Keila penuh pertanyaan.
"So-sore eyang.."sapa Keila gugup dan tersenyum sebisanya.
"Gadia cantik... Kevin dia siapa?"tanya perempuan tua itu kepada Kevin.
"Ah... kenalan, dia tunangan Kevin eyang."Kevin menarik Keila ke dekatnya untuk memperkenalkanya.
W-what??? nggak salah nih? dia bilang tunanganya? gila! _Keila membatin
"Rupanya kamu sudah memiliki calon, eyang bangga mendengarnya... semoga kalian tetap harmonis."
Jika diperhatikan dengan teliti, nada bicaranya menunjukkan sebuah kesedihan mendengar pengakuan Kevin barusan.
"Silahkan masuk dulu... "
"Maaf eyang... lain kali saja kami mampir kedalam, kami kemari hanya untuk melihat keadaanmu, sebenarnya tujuan kami kemari adalah untuk meminta izin agar bisa pergi kebukit melewati jalan pintas dibelakang rumah eyang."jelas Kevin.
"Baiklah jika begitu, silahkan lewat sini."
****
Setelah melewati jalan pintas menuju bukit yang berada di belakang rumah eyang Kevin, mereka berdua dengan cepat sampai di tujuan. pepohonan yang masih segar-segar serta udaranya yang masih dingin menusuk tulang kedua sejoli ini.
"Jika tau bakal se capek ini jalan kaki, kenapa tidak bawa saja motornya kemari!"kesal Keila sembari mengomeli Kevin.
"Jalanya licin, karena hujan deras semalam. kalo kita menggunakan kendaraan motor bisa bahaya bodoh!"jelas Kevin sambil menjitak kepala Keila.
"Ish sakit tau! jahil banget tuh tangan... mau gue goreng rasanya campur tepung terigu."
"Ck."
****
"Tadaa... kita berhenti disini!"ucap Kevin setelah melewati beberapa perpohonan.
"Apa? disini? apa yang perlu dilihat di tengah hutan lebat ini?"
"Sini!"
Kevin menarik lengan Keila dan menunjukkan sesuatu.
"Wawww, Udaranya sejuk banget..."
Mereka menikmati ke indahan bukit indah itu, sesekali bercerita.
****
"Setelah ke bukit tadi, sekarang kemana lagi?"selidik Keila.
"Lo mau ke mana?"tanya Kevin balik
"Gue mau ke... Aha! kita mandi ujan aja gimana? sekarang kan hujan nih."
"Apa? mandi hujan? udah gede peak! ingat umur, Ck. lagian hujanya nggak deras tuh, gerimis gini."
****
Setelah berdebat panjang lebar, mereka berdua akhirnya memutuskan untuk makan di pinggiran jalan dan ke panti asuhan. setelah selesai dari sana mereka segera kembali untuk pulang ke rumah.
"Kevin. makasih yah atas waktunya... gue seneng banget,"Keila berucap sambil tersenyum bahagia.
"Iya. kalo gitu gue langsung pulang soalnya udah mau maghrib, gue mau ke masjid."
Astaga, ternyata meskipun nyebelin. dia tetap mengingat kewajibanya sebagai umat muslim, jadi hanyut perasaan gue... ish! Kei, stop mikir yang enggak-enggak deh!
"Yaudah, hati-hati Vin. salam buat om dan tante."
"Okeh."
Keila melambai-lambai kan tangan saat Kevin sudah pergi dari pekarangan rumahnya
****
Ke esokkan paginya, Keila sudah standbay di meja makan untuk sarapan pagi.
Tingting!
Notip pesan masuk ke handphone miliknya, tidak ingin menunggu lama Keila langsung membaca isi pesan dari Kevin itu.
📩 5 menit sebelum gue tiba, lo harus udah ada di depan pintu utama👌
Keila hanya memutar kedua bola mata malas, setelah itu mulai mengetik dan membalas pesan singkat Kevin.
📨 Ok.
Sesuai dengan keinginanya, Keila sudah berdiri lebih awal di depan pintu utama menunggu jemputan.
Suara mobil Kevin memasuki pekarangan rumah, langsung saja Keila berlari kecil menghampiri Kevin yang masih di dalam mobil dan membuka pintu mobil untuk masuk.
"Tumben langsung masuk?"ucap Kevin saat Keila sudah duduk anggun di kursi sebelahnya.
"Gue males dengar suara klakson mobil lo yang jelek itu!"jawab Keila
"Ck. jelekkan elo dari pada mobil gue!"
"Enak aja, udah buruan berangkat... atau mau pemanasan dulu nih?"
Setelah tiba di sekolah, mereka berpisah di parkiran.
"Gue ke kelas duluan, Bye mamang supir."Keila melambai-lambai tanganya menjauhi Kevin.
"Ck. mamang supir? dikit lagi lo bakal jadi milik gue!"gumam Kevin dengan senyum iblis kesayanganya.
****
"Keila!"
Suara teriakan Deinda, Lisa, serta Hanggun. terngiang dengan jelas memasuki pendengaran Keila, mereka sudah stay duluan ternyata. tapi kenapa tidak masuk kelas dan malah majang di koridor.
"Eh... kalian kenapa masih di koridor?"Keila berucap setelah menghampiri mereka.
"Itu... hari ini kita nggak belajar Kei."jawab Lisa.
"Nggak belajar? kenapa?"
"Guru-guru ada rapat"
"Owh gitu... bagus deh,"Keila sedikit legah.
Mereka ber empat duduk santai di koridor, sudah lama tidak seperti ini.
"Guys... gue pergi dulu yah."Deinda berpamitan dan berdiri dari tempat duduknya.
"Mau kemana Dein?"tanya Hanggun
"Wc"jawan Deinda tersenyum getir
"Owh yaudah, mau di temenin?"
"Nggak perlu, Gue bisa sendiri."
Deinda pergi dari sana.
"Eh, lo pada laper nggak?"Lisa memecahkan keheningan.
"Laper banget"
"Males ke kantin"
"Lo beliin"
__ADS_1
Jawaban para sahabatnya membuat Lisa menyesal sudah berbasa basi sedari tadi.
"Hfft... Yaudah, kalian mau pesen apa?"pasrah Lisa.
"Apa aja deh, nih uangnya."Hanggun memberikan uang 200K kepada Lisa.
"Busyet, ini mau beli apa aja?"tanya Lisa.
"Terserah... yang penting enak hehe,"jawab Hanggun.
Lisa mengerti lalu pergi menuju kantin.
****
Saat tengah asik-asiknya mereka bercerita, Riko datang menghampiri sekumpulan sahabat itu.
"Eh, riko?"Deinda sedikit kaget menatap lekat ke Riko.
Yang lain hanya diam berpura-pura tidak memperhatikan kehadiran Riko, berbeda dengan Keila. ntahlah dia merasa sedikit tidak enak hati melihat Riko.
"Kei. bisa kita bicara sebentar?"suara Riko mengalihkan pandangan Deinda, Lisa, Hanggub serta Keila.
Sejenak Keila beralih melihat Deinda namun hanya senyum masam yang terpancarkan, sudah jelas Deinda pasti cemburu.
"Soal apa? ngomong aja."jawab Keila semaksimal mungkin.
"Bisa minta waktunya sebentar?"Riko memelas. ada rasa tidak enak hati untuk menolak, namun ada juga rasa lain yang sulit di cerna.
Keila mengangguk, lalu berkata. "Okeh"
Sebelum pergi dari gengnya, Keila berpamitan kepada para sahabatnya.
****
"Sekarang kita udah berdua, lo mau bahas soal apa ke gue?"selidik Keila.
Mereka duduk di bangku taman yang terletak agak jauh dari kerumunan orang-orang
"Kei... Gu-gue mau minta maaf, soal kejadian di bali itu... semua salah gue."lirih Kevin dengan tatapan sendu nya.
Apa dia mau mengungkapkan sesuatu ke gue? tapi apa...
"Jujur aja, lo tau kan kronologi masalah waktu di bali itu? apa... ada hubunganya sama gue?"
Riko tidak menjawan, dia hanya diam dan merenungi sesuatu hal
"Rik... kalo lo hanya minta maaf tanpa menjelaskan sesuatu, maka maaf lo gue tolak! karena, setiap permintaan maaf slalu mempunyai alasan agar seseorang dapat memaafkan dan mengerti..."
"Gu-gue... gue salah Kei, nggak seharusnya gue ngehianatin Kevin dan keluarganya..."
Ng...ngehianatin Kevin?! apa maksudnya? bukanya yang bertengkar dengan Riko itu Jodi... lalu Kevin?
"Ma-maksud lo apa?"
"Kejadian di bali itu berawal dari gue, gue yang menyebabkan keributan dan liburan menjadi kacau... gue udah buat Kevin marah dan pergi malam itu, sepenuhnya ini salah gue Kei... andai aja gue nggak melontarkan kata-kata konyol, mungkin Jodi nggak bakal ngehajar gue dan Kevin nggak mungkin pergi. liburan itu pasti jadi momen terbaik antara kita semua... ta-tapi gue--"
Terlihat jelas sebuah penyesalan di mata Riko, ini drama atau tulus? Keila tidak bisa membedakanya, apa yang terjadi sebenarnya? kenapa bisa serumit ini di pahami. apakah semuanya berhubungan dengan cinta atau Keila, entahlah Keila bingung dalam pikiranya sendiri.
"Sekarang gue di jauhin sama sahabat-sahabat gue, dan di benci oleh kakek Abbas... gue harus gimana lagi? gue juga nggak bisa nentuin perasaan ini bisa menetap kepada siapa..."
Pe-perasaan, mungkinkah perasaan yang dimaksud itu adalah perasaan untuk gue?
"Kasih tau gue Kei... letak kesalahan gue dimana? apa gue salah jatuh cinta sama --"Riko tidak melanjutkan ucapanya.
Keila bingung melihat Riko, langsung saja Keila berbalik badan dan melihat laki-laki yang berdiri di belakangnya menatap nanar ke arah mereka.
Ke-Kevin!
"Kevin. sejak kapan lo berdiri di belakang gue?"selidik Keila yang berusaha menahan keterkejutanya.
"Barusan"
Kevin tidak melirik Keila, dia hanya melirik tajam ke Riko. artinya menandakan agar tidak mengatakan apapun.
"Kalian ngapain berdua disini?!"tanya Kevin
"Kita lagi cerita soal masalah di bali waktu itu, hehehe..."jawab Keila.
"Untuk apa membahas sesuatu yang sudah lama berlalu?!"
"Gue cuman pengen tau aja kebenarannya, gue mau tau permasalahan kenapa dengan kalian semua... gu-gue hanya--"
"Stop! lo nggak perlu tau masalah antar persahabatan gue, ini privasi! dan lo nggak perlu tau sesuatu yang sudah lama terjadi!"bentak Kevin.
"Vin!"Riko membentak Kevin
"Apa?! lo nggak puas buat masalah? jangan sok paling bersalah deh lo, lagian lo puas kan udah buat semua kacau sampai detik ini? berhenti nge drama Rik... lo cowok, bukan cewek!"ucap Kevin seperti mengingatkan Riko.
"Maksud lo apa?!"ucap Riko tak suka
Perlahan Kevin berjalan mendekati Riko, dan langsung mendekati telinganya. "Dari awal, lo nggak pernah nganggap gue sahabat."Kevin berbisik di telinga Riko.
"Ayo pergi!"Kevin menarik lengan Keila menjauh dari sana.
"Ck. Sial!"umpat Riko.
****
"Aww, Aww. Sakit!"Keila meringis.
Kevin melepaskan genggaman tanganya
"Lo apa-apaan sih Vin? kasar banget!"
"Kalo Riko ndeketin lo dan ngatain sesuatu... jangan percaya ucapanya."
"Kenapa? gue perlu tau masalah di bali itu Vin... gue pengen tau semuanya."
"Kenapa?! Nggak penting!"
"Penting buat gue! ini nyangkut tentang persahabatan gue dan juga persahabatan elo! semenjak kejadian itu sahabat-sahabat gue saling berjarak, meski nggak mereka perlihatkan, tapi dibelakang gue mereka saling menjaga jarak. itu semua karena lo sumbernya!"teriak Keila.
"Karena elo akar dari semua masalah ini! lo yang buat mereka semua tutup mulutkan? supaya nggak ada yang ngasih tau gue tentang masalah itu, lo nggak ngerti perasaan orang Vin... lo egois! lo nggak perduli tentang sahabat lo yang udah kacau, lo mentingin ego lo sendiri, dan..."
Lo nggak ngerti perasaan gue...
"Ck. belum saatnya lo tau, suatu saat gue bakal kasih tau lo semuanya... tapi untuk sekarang, terserah lo aja mau nuduh gue kayak apa. gue nggak perduli! yang jelas jauhi Riko kalo lo pengen nyawanya tetap aman!"dari nada bicaranya, sudah jelas Kevin menyembunyikan sesuatu. tapi apa.
"Ma-maksud lo?"
"Lo pasti tau maksud gue, gue pergi dulu... dan ingat satu hal, gue nggak pernah nggak ngerti perasaan lo. karen--"
"Vin!"teriakan David membuat Kevin tidak sempat melanjutkan ucapanya.
Nama mu sudah menjelma dihatiku..
"Kenapa?"tanya Kevin saat David berjalan mendekat.
"Ada sesuatu yang perlu kita urus, ikut gue!"bisik David.
Kevin paham saat ini ada Keila, Kevin langsung pergi bersama David. namun sejenak dia melirik Keila, lalu berucap tanpa suara namun dapat Keila pahami dengan jelas. "Jangan dekat-dekat cowok lain lagi, gue cemburu..."
Setelah itu Kevin segera pergi.
Deg!
Jantung Keila tak beraturan saat ini, namun berusaha dia netralkan.
Apa yang mereka bicarakan barusan? kenapa sepertinya merahasiakan dari gue? apakah tentang gue? atau yang mereka bahas di bali itu... tapi, sudahlah. memikirkan ini gue jadi pusing. dan lagi... ucapan Kevin yang sempat terpotong David tadi...
Tanpa sadar, dirinyapun tersenyum.
****
Keila yang masih terpaku akan pertanyaan-pertanyaan di benaknya, terus saja ia melamun.
disisi lainya terlihat David, Kevin bersama Jodi tengah berkumpul di ruang musik. mereka sepertinya membahas sesuatu, karena penasaran akhirnya Hanggun yang tidak sengaja lewat pun menguping.
"Jadi gimana?"tanya Jodi
"Kita harus cepat nyari keberadaan surat perjanjian itu"jawab David
"Kenapa itu bisa hilang? bukankah kakek Abbas sudah mengcopy nya beberapa lembar?"tanya Kevin
"Copy'anya memang masih ada, tapi yang asli hilang."jelas David.
"Apa?! hilang?! bagaimana mungkin, kakek menyimpanya di tempat rahasia... hanya gue yang tau!"
"Mungkin ada yang sengaja mencurinya Vin"ucap Jodi
"Gawat... jika itu hilang, maka perjanjian pertunangan antara lo dan Keila bisa di batalkan."jelas David.
"Ya... kakek Abbas pasti sedih, karena jika Keila tau soal perjodohan ini. dia akan nolak, terlebih lagi nggak ada berkas yang bisa nahan penolakan dia."ucap Jodi.
"Kalian benar, kakek sangat ingin Keila jadi tunangan gue... meskipun berkas itu hilang, kita harus cari tau siapa pencurinya!"ucap Kevin.
"Iya, kita juga harus jauhi Keila dari Riko. karena... bisa saja sewaktu-waktu dia membocorkan semuanya, dan ini soal hanya menunggu waktu saja."
"Tunggu... atau jangan-jangan dalangnya adalah Riko?"tebak Jodi.
"Benar! bisa saja, karena hanya dia yang paling tau soal ini bukan?"sambung David.
"Sial!"umpat Kevin.
Dia udah bergerak lebih dulu, penghianat ini perlu di singkirkan! jika tidak, dia akan mengacau...
"Dari awal kan gue udah bilang, Riko itu pasti ada niat terselubung sama lo Vin. mangkanya dia sok akrab gitu ke elo, apa lagi masalah tentang masa lalu dulu..."jelas Jodi.
"Kenapa lo bisa tau masalah itu?"
"Sebenarnya gue dapet informasi yang nggak kalian semua ketahui"
"Apa?"kepo David dan Kevin.
Hanggun yang sedari tadi menguping, sangatlah terkejut mendengar pembicaraan mereka. agar tidak ketahuan, Hanggun langsung bergegas pergi dari sana. pasalnya seseorang sedang mencurigai dia yang menguping.
****
Hanggun berjalan masih dalam tidak paham dan percaya, ekspresi nya dalam rasa ketakutan dan bingung. berjalan mondar mandir di sisi koridor.
"HEI!"Keila mengejutkanya dari belakang.
"Astaga... Keila!"
Keila memperhatikan muka Hanggun penuh kegugupan bercampur kebingungan. "Ada apa?"
"Ha? E-enggak, nggak kenapa-kenapa... hehehe."
"Sudah jelas kalik, ekspresi lo gelagapan gitu. pasti nyembunyiin sesuatu, ayo katakan ada apa?!"nada interogasi keluar dari mulut Keila.
"Ehm, Anu ta-tadi gue... gue nguping pembicaraan Kevin dan--"
"Hanggun!"Abbas meneriaki nama Hanggun. sudahlah sekarang Hanggun yang tidak jadi meneruskan ucapanya, apa semua orang yang berhadapan dengan Keila akan berakhir begini? menyebalkan bagi Keila.
"A-abbas, kok lo disini? kenapa nggak sama Kevin dan yang lainya?"ucap Hanggun masih gelagapan.
"Gue ada perlu, ikut gue bentar."
"Mau kemana?"
"Penting, udah ayo!"
"Ta-tapi... Keila di--"
"Kei, pinjem Hanggun boleh?"
"Silahkan."
__ADS_1
Setelah mendapat Izin, akhirnya Abbas membawa Hanggun pergi
"Sungguh datang disaat yang tidak tepat! kenapa dengan semua orang hari ini? aneh sekali... seperti sedang di kejar masalah saja!"ucap Keila.
Sejenak mengambil nafas kasar, akhirnya Keila berjalan menuju kantin untuk menemui Lisa dan yang lainya.
****
"Dein, akhir-akhir ini gue perhatiin lo suram amat... ada apa?"Lisa prihatin kepada sahabatnya yang jadi murung itu.
"Gapapa Lis, gue baik-baik aja."jawab Deinda.
"Yakin nih? gimana sama hubungan lo dan Riko?"
"Seperti yang lo liat, hanya gue yang berharab ke dia... sementara dia, dia berharab ke sahabat gue sendiri... bukankah itu miris?"
"Hfft. Keila maksud lo?"
"Siapa lagi?"
"Hahaha, gue tau nih... lo nggak negur Keila akhir-akhir ini karena cemburu kan?"
"Ck. apaan sih!"
"Beneran kan? Deinda, Deinda... lo tenang aja, Keila nggak mungkin ngerebut cowok yang disukai temanya sendiri. percaya sama gue!"
"Kenapa mesti percaya? bisa jadi aja gitu..."
"Keila udah punya masa depan, jadi nggak mungkin ngegebet cowok lain!"
"Masa depan?"
"Iya... itu Kevin, dia kan udah di jodohin sama Keila. gue denger bakal tunangan pas kelas 3 nanti..."
Deg!
Keila yang mendengar itu tak percaya, jadi Kevin dan dia sudah di jodohkan oleh kedua belah pihak. pantas saja keluarga Kevin sangat menjaga dan menentangnya berhubungan dengan laki-laki selain Kevin. apakah ini berkaitan dengan masalah-masalah yang berdatangan, kenapa Lisa bisa tau soal ini.
"Apa?! bagaimana bisa itu terjadi? Keila tau soal ini?"Deinda tak percaya.
"Enggak, hanya gue, elo, dan geng Kevin yang tahu."jawab Lisa.
"Riko juga tau?"
"Iya, tapi Riko nggak termasuk geng Kevin!"
"Ha?"
"Lo nggak tau yah? Riko tuh penghianat di keluarga Kevin, dia ada kaitanya dengan masa lalu Kevin."
"Masa lalu apa maksud lo?"
"Soal kematian Naura, Riko ada kaitanya dengan itu. cewek yang sempat di rumorkan jadi tunangan Kevin itu lo... masih ingatkan? dulu jadi berita hot lo."
"Iya masih, kok lo bisa tau semuanya?!"
"Dari Jodi dan kakeknya Kevin, gue dikasih tau sama mereka... gue juga nggak tau kenapa, tapi katanya sih supaya gue nggak kebingungan aja sebab gue udah lama banget deket ke Kevin."
"Gue semakin nggak ngerti."
"Hahaha, ada banyak hal yang nggak lo ketahui."
"Karena itu, gue pusing... tapi kenapa lo kasih tau gue? bukanya ini privasi kalian?"
"Ya... karena lo spupu Jodi, calon ayuk ipar gue... iyuww jijik hahaha..."
"Ck!"
Keila semakin terkejut, ada banyak kejutan yang Keila temui hari ini. untung dia tidak ada penyakit jantung, jika ada mungkin saja sudah sekarat saat ini sangking kagetnya dia.
Jadi sahabatnya sudah tau segalanya, dan dirahasiakan darinya. sahabat macam apa ini, pantas saja Kevin bertingkah aneh dan misterius selama ini. ternyata dia sudah tau semuanya, Keila baru mengerti sekarang, kenapa Kevin sangat menjaganya dan bersikaf aneh padanya dulu.
Kenapa mereka tidak memberitahu Keila soal semua ini, bahkan tega membiarkan dia kebingungan sendirian dengan ini sementara yang lainya masih bisa tertawa terbahak-bahak dan tersenyum bahagia.
"Ingat yah, jangan beritahu Keila soal ini!"
"Kenapa? dia berhak tau Lis... kita nggak boleh nyembunyiin masalah sebesar ini sama dia!"
"Belum saatnya, bahaya kalo dia sampai tahu... gue bisa di bacok sama kakek!"
"Emang lo ada hubungan apa sama keluarga Abbas?"
"Gue tuh sebenarnya spupuan sama Riko, dan Naura. kami tuh satu paket aja!"
"Artinya sama Kevin?"
"Ya sepupu juga, Kevin kan sepupuan sama Riko... karena itu kakek sekarang lagi bingung banget soal penghianatan Riko ini."
"Gue nggak yakin deh dia berhianat hanya karena masa lalu itu"
"Memang bukan, ini soal Keila."
"Keila?"
"Iya, penghianatan ini soal merengut nyawa Keila."
"Apa?! Ja-jadi... Riko... Keila... di-dia ada motif lain kepada Keila?"
"Yaps betul sekali, dia pengen nyawa Keila."
"Ke-kenapa? nggak, ini nggak mungkin!"
"Memang sulit dipercaya, gue aja yang udah bertahun-tahun masih sulit mengerti. bagaikan mimpi... ntar gue ceritain yang sebenarnya."
Keila tidak tahan lagi dengan itu, apa maksud perkataan Lisa? Riko ingin merengut nyawanya? kenapa? apakah dirinya pernah berbuat salah sebelumnya tapi apa. kenapa sulit sekali mengingat nya. saat hendak menghampiri Deinda dan Lisa. tiba-tiba saja Kevin, Jodi, David, Hanggun bersama Abbas mendekati mereka disana. itu mengurung niat Keila untuk kesana, langsung saja Keila segera bergegas pergi.
****
Hari-hari terus berjalan, waktu terus berputar melewati malam. Kevin yang jarang muncul dihadapan Keila, Lisa bersama yang lainya jarang berkumpul. Riko yang sering mendekatinya setiap saat, perubahan demi perubahan terus terjadi, semakin hari kepala Keila serasa mau meledak kala memendam masalah itu sendirian. pasalnya tidak satupun dari sahabat atau yang lainya ingin bercerita tentang rahasia itu kepada Keila, bagaimana mungkin Keila hanya diam saja. namun untuk menyelidik saja dia tidak bisa sebab pengawal rahasia keluarga Abbas dan keluarganya terus menjaganya 24jam.
Saat ini siapa yang harus dipercaya, mungkin diri sendiri saja agar lebih aman. setiap hendak mengingat-ingat sesuatu kepala Keila bagaikan di pukul dengan kayu keras, bayang-bayang aneh menyerang sarap otaknya terus menerus. rasanya sangat sakit dan menggigil kala nyeri itu menggangu, apa yang terjadi sebelumnya kepadanya. apakah dia mempunyai masa lalu yang sempat terlewati sehingga begini.
Keila tengah duduk melamun di kolam renang, soal yang dia dengar beberapa hari lalu sengaja dia sembunyikan, berpura-pura tidak tau apapun sampai keadaan membaik. soal perjodohanya dengan Kevin masih dalam rencana untuk menggagalkanya, meskipun dia sebenarnya senang dijodohkan tapi dia juga merasakan sedih karena semua orang menyembunyikan rahasia itu darinya. dia tidak mau hidup dalam lingkungan penuh kebohongan dan rahasia, menjaga jarak dari orang-orang ini mungkin hal baik baginya.
Aku sadar sesuatu hal, perlahan rasa itu tumbuh berjalan dengan larutnya waktu... namun saat ku terima kenyataan, serasa empedu pahit menyerbu. kenapa harus ada banyak lika-liku di keluarga dan lingkungan hidup ini? kenapa semua orang menyembunyikan itu dariku, apakah mereka tidak tau bahwa aku merasa tidak di butuhkan dalam segala hal... aku seperti tidak berguna, mungkinkah mereka punya alasan yang lebih masuk akal dari pada alasan-alasan yang sudah sering aku dengar?, tapi aku hanya kecewa saat ini...
"Nona muda. maaf mengganggu... di depan ada tuan muda Kevin ingin bertemu."suara bodyguard kepercayaan papanya datang menghampiri dengan sedikit mebungkukkan tubuhnya.
Tidak ada respon dari Keila.
"Nona??"
Krik-krik!
"Nona muda... di dep--"
"Aku tau! pergilah!"jawab Keila sedikit membentak
Bodyguard itu paham dan pergi.
•Di ruang tamu•
Terlihat Kevin sedang duduk santai sambil menyeduh teh yang telah disajikan pembantu rumah
"Kevin"
Kevin menoleh ke arah Keila yang terlihat sendu
"Ha-hai, apa kabar? lama nggak menyapa."ucap Kevin.
Keila duduk di kursi satunya. menatap ramah Kevin dengan sebisa mungkin.
"Tumben kerumah, Rindu yah sama gue?"
"Ck. kepedan!"
"Becanda kok, gue tau lo sibuk sama hal-hal... bagaimana sekarang?"
"Apanya?"
"Kesibukan elo, apa udah kelar?"
"Masih ada beberapa hal yang masih perlu di tuntaskan."
"Ohh"
"Gue perhatiin, selama beberapa hari ini... Riko sering deketin elo,"
"Oh itu, bukankah wajar bagi dia...sebagai orang yang punya perasaan ke gue, dia mau berhubungan dekat ke gue?!"
"Maksudnya?!"
"Gitu deh.."
Tampak tatapan tak suka Kevin di wajahnya, langsung saja Kevin berdiri dan mengatakan. "Gue harap lo nggak lupa soal ucapan gue waktu itu mengenai dia, atau lo benar-benar akan melihat mayatnya di depan pintu utama!"
nada ucapan itu sudah jelas sedang memperingati dan bukan mengancam, Keila merinding sih tap dia tahan ke takutanya sebaik mungkin.
"Gue ingat, akan lebih baik jika dia cepat mati... dan masalah elo bisa selesai dengan muda, sementara gua bisa hidup tenang tanpa gangguan dan berbagai ancaman bahaya... bukankah begitu Vin?"nada Bicara Keila sekarang seperti sedang menyindir akan sesuatu hal.
"Maksud lo?"
"Ah enggak, becanda doang hehe.."
"Tapi, gue bepikir lo nggak lagi becanda."
"Jangan terlalu parno, mungkin saja itu hanya pikiran lo aja."
"Ck. lo tau sesuatu?"
Bukan hanya sesuatu, tapi setengahnya kalik! dan gue akan cari tahu lagi lebih dalam sampai ke ujung akarnya! ngerti lo brengsek... Tenang Kei, rileks.
"Soal apa?"
"Ehm, enggak. lupakan! gue masih ada urusan, gue pergi dulu... jaga diri baik-baik."
Sebelum pergi Kevin sejenak berbalik badan menatap sendu ke arah Keila 'Mungkinkah dia sudah curiga sesuatu? atau sudah tau? '.
"Kenapa? ada sesuatu yang tertinggal?"tegur Keila.
Kevin berjalan mendekati Keila kemudian mengelus-elus kepalanya.
Deg!
Jantung ini kenapa sulit sekali dikendalikan? hanya di elus begini sudah goyah? dasar lo Kei,lemah!
"Gue tau lo nyembunyiin sesuatu dari gue Kei, jika tahu sesuatu cobalah mencari tahu dan jangan ragu."ucap Kevin tersenyum kecut.
Apa tatapan gue sangat mudah di ketahui?!
"Gue tau apa yang lo pikirkan"Kevin tersenyum getir.
Hah? bagaimana bisa? apa dia punya indera tembus padang pembaca pikiran orang?! dan senyuman apa itu?!
"Jangan kaget, raut wajah lo menunjukkan segalanya."
"Apapun yang akan terjadi kedepanya, semoga lo tetap Keila yang sebelumnya... jangan pernah bimbang akan sesuatu hal, gue pergi dulu. Bye!"
Deg!
Dan saat Kevin benar-benar Pergi, Keila memegang dadanya. tatapan sendu kembali menghiasi wajah nya.
Kevin... andai lo tau perasaan ini, kenapa rasanya sesak saat jatuh cinta sama lo? tapi juga bahagia saat tau gue udah dijodohin buat lo. gue mau menyetujui ini tapi... karena lo nyembunyiin ini dari gue, maka jangan salahkan gue kalo gue nolak dijodohkan sama lo, Kevin... gue benci dibohongi..
__
Jangan lupakan Vote dan Rate..
__ADS_1
See you..