
**HAI, AKU KEMBALI...
AKU MAU KASIH TAU SEBELUM UP NIH, GUYS AKU TUH PUNYA 2 AKUN DI NOVELTOON DAN MANGATOON, TENTUNYA DENGAN CERITA YANG BERBEDA. OLEH SEBAB ITU AKU JARANG SEKALI UP, PERLU REPRESHING KUAT AGAR BISA BERPIKIR, KARENA AKU PUNYA 5 CERITA YANG BELUM TAMAT NIH.
KALIAN CARI AJA YAH CERITANYA YANG BERJUDUL "FATHUR MY FUTURE" SAMA "HI BABY!" BARANG KALI KALIAN TERTARIK MAMPIR, DI TUNGGU**!
*****
HAPPY READING!
Akhirnya setelah berpikir jelas dan mencari jalan pintas Keila berhasil keluar lewat sebuah lorong entah dimana dia bisa mengetahui ada lorong itu. 10 menit Keila tiba di taman ngos-ngosan menemui Riko yang sudah menunggu sedari awal.
"H-hai, Rik..."sapa Keila dengan nada yang masih dalam kendalinya.
Riko memperhatikan Keila dari atas hingga bawah, keringat bercucuran seperti baru selesai berolahraga saja.
"Dari mana lo?"selidik Riko.
"Gue dari toilet. sakit perut nih,"bohong Keila.
"Ck. bohong,"
"Dih, ga percaya? huuh... mestinya lo bersyukur gue mau nemuin lo disini!"
"Ck. jangan lo pikir gue berharab yah ketemu sama lo, ngarep!"jutek Riko.
Dari nada bicaranya sepertinya dia memang tidak mencintai gue, dia memang masih mencintai Clara. (batin Keila)
"Yaudah. kalo ga mau ga perlu, bye!"ketus Keila kemudian berjalan hendak pergi, dan dengan cepat Riko menahan lenganya.
"Serius aja lo! udah minta ketemuan disini dan sekarang mau nyelonong pergi gitu aja, ngotak dong!"omel Riko.
"Lah, tadi lo jutek sama gue."
"Cih. sebenarnya lo mau ngomong apa sih sama gue, hah?! jangan buang waktu gue, gue masih ada urusan penting, Kei!"
"Gaada. yaudah kalo gitu urus aja urusan lo, gue juga mau urus ursan gue, bye!"dengan langkah cepat Keila meninggalkan Riko.
"Ck. dia aneh sekali, pasti ada yang nggak beres!"gumam Riko.
****
Dengan letih nya Keila pergi ke arah kediaman Abbas guna menemui Kevin disana. pasalnya di telpon Kevin tidak menjawab sama sekali, bahkan sedang di panggilan lain.
Ting tong!
Dengan sekali tekanan bell, akhirnya pintu rumah bak istina itu terbuka lebar. dibalik sana berdiri Abbas sang kakek yang sudah lansia itu menatap keheranan akan kedatangan Keila yang mendadak.
"Loh, Kei kamu?--"belum Abbas melanjutkan ucapanya sudah Keila potong dengan bersalam dan mencari Kevin.
"Maaf kek, buru-buru... Kevin mana Kevin?"celingak celinguk kepala Keila melihat sekitar.
"Kenapa nyari gue?!"suara dingin seseorang dari arah tangga lantai atas mendekati kearah mereka
Eh, nih anak baru bangun tidur atau apa nih? kok kusut gitu setelanya, kayak gembel! (batin Keila)
"Lo abis bangun tidur?"tegur Keila melihat modelan Kevin khas seperti baru bangun tidur
"Nggak, abis mesum sama anak tetangga."dingin Kevin.
__ADS_1
"Hidih, gila!"
"Ya abis bangun tidur lah! udah tau masih nanya, bodoh!"
"Santai kalik. ngegas muluh, huuh."
"Hmm."
"Eh, Vin. sini-sini gue ada berita penting, buruan!"
"aapa?"
"Buruan sini!"bukanya menurut Kevin malah berbalik badan menaiki tangga lagi menuju kamarnya
"Woy! Kevin! Sialan! Kevin, Kevin berengsek! denger nggak?!"teriak Keila.
Tentu saja tidak Kevin hiraukan dan terus berjalan. karena merasa kesal terpaksa Keila berlari menyusulnya keatas, menaiki tangga dengan cepat. sementara sang kakek hanya menatap keheranan.
Sepertinya sudah ada perubahan antara mereka, Kevin tidak kaku lagi... Keila juga tidak penakut lagi, baguslah. (batin Abbas)
"Kevin, Kevin... Wait! wait, wait!"Keila menghadang Kevin dan berdiri dihadapanya.
"Apaan sih, Kei?! gue masih ngantuk mau tidur!"protes Kevin.
"Udah jam berapa mau tidur, buruan gue beneran ada berita penting!"
"Iya, apa?"ucap Kevin. namun masih saja dia melewati Keila.
"Soal Clara, Riko sama Dara!"tegas Keila.
Tap! Kevin benar-benar mematung dan menghentikan langkah kakinya kali ini, dia mematung kemudian berbalik badan kembali berjalan ke arah Keila.
"LO KEMANA?! ABIS DARI MANA, HAH?!"seketika Kevin yang santai berubah dengan sekejab menjadi begitu dingin dan berucap menggunakan nada tinggi sambil memegang kedua bahu Keila.
"Loh, k-kok lo ngebentak gue, Vin?"takut Keila.
"JAWAB!"perintah Kevin
Terlihat raut wajah Kevin yang memucat dan ketakutan melihat Keila. entah Keila salah bicara atau apa yang jelas ada sesuatu yang tidak Keila ketahui dan disembunyikan Kevin.
"Vin, kok lo jadi gini? gue salah bicara, Yah?"
"Gue hanya mau dengar jawaban lo tanpa butuh pertanyaan nggak penting lo itu!"
"G-gue tadi pergi kerumah tua, rumah masa kecil kita dulu."
Deg!
Jantung Kevin serasa berhenti kala itu, dadanya berdebar. dia ketakutan dan menahan cemasnya terhadap Keila.
"L-lo kenapa bisa tau rumah itu?!"
Keila menaikkan bahunya dan berkata "Ingatan."singkatnya.
Deg!
Kevin mati kutu dibuatnya.
I-ingatan? jadi dia dapat petunjuk dari itu, astaga... bodoh! kenapa lo mesti ikutin ingatan lo, hah?! bahaya Kei, bahaya! (batin Kevin)
__ADS_1
"Lo tunggu disini!"
Dengan langkah cepar Kevin pergi ke kamarnya meninggalkan Keila.
"Lah, mau kemana dia?"
10 menit Kevin keluar dengan setelan berbeda dan sudah rapi, seperti biasanya.
"Ikut gue!"tegas Kevin penuh penekanan menarik lengan Keila ke arah jalan pintas menuju suatu arah yaitu bagian belakang rumah besar yang ditempati Kevin dan Abbas penuh rahasia itu.
Dia nyembunyiin apa lagi dari gue? Vin, seberapa banyak rahasia yang lo simpan dari gue... (batin Keila)
Tiba di depan perpustakaan besar.
"Vin, mau ngapain kesini?"
"Ayo masuk!"
"Ngapain masuk perpustakaan?"
"Ikut aja!"
Mereka masuk, dan setiba di dalam Keila tercengang. perpustakaan yang dia lihat dari luar ternyata isinya adalah berbagai macam bentuk robot dan lainya yang bergerak hidup menangani tugas mereka disana. mesin pelacak disana terpampang jelas.
"Astaga, i-ini?!"kaget Keila.
"Ruang penghidup."ucap Kevin.
"M-maksudnya?"bingung Keila
"Kei, apa lo tau selama ini bahwa semua orang disekitar lo adalah robot?"
Deg! jantung Keila serasa mati kala itu, bagaimana mungkin.
"Hah?!"
"Sahabat yang nemenin lo selama ini mereka adalah robot, orang tua lo juga... yang asli di sekap oleh Riko."jelas Kevin.
A-apa?!
"Kevin, jangan bercanda!"
"Apa lo liat tampang muka gue lagi bercanda?!"
Memang terlihat tidak sedang bercanda, Keila semakin pangling.
"Huh. harus lo tau Kei, robot itu adalah hasil dari penelitian kakek Abbas. bertahun-tahun dia berusaha menyelesaikan robot cadangan sampai masalah ini selesai di urus, butuh waktu agar robot itu tetap seperti manusia, ada bagian tertentu yang dapat meledakkanya...
Selama ini lo udah dibohongi sama semuanya termasuk gue, yang manusia disini hanya kakek, gue, elo dan sahabat gue... lainya adalah robot, yang asli di tahan Riko...
Inilah alasan sebenarnya kenapa gue dan kakek nggak bisa melakukan apapun sama Riko, jika gegabah semua akan hancur!"
Keila terdiam.
Jadi... selama ini gue di bohongi lebih dari ini, semua orang disekitar gue hanyalah robot, nggak bisa di percaya! t-tapi...
"Rumah tua yang lo masuki itu adalah tempat Riko menyekap mereka. dirumah itu sudah di letakkan bahan peledak yang akan meledak kapanpun, bahkan jika ada penyusup datang... oleh sebab itu gue secemas itu tadi sama lo, gue takut.
Gue bakal nyelamatin mereka demi lo, tapi belum sekarang, belum waktunya... tenang aja, Riko ga bakal nyakitin mereka karena gue juga punya sandera yang bisa nahan dia. sandera yang begitu berarti di hidup Riko, lebih dari apapun baginya."
__ADS_1
Keila seketika paham dan mengerti itu meski sedikit dalam kebingungan.
Astaga, jadi maksudnya tadi gue hampir ngebunuh semua orang disana.. ya tuhan, pantas saja Kevin se cemas itu.