
Bell istirahat berbunyi. semua murid keluar kelas menuji kantin, taman dan tempat lainya. sementara Keila berjalan ke arah kantin.
Tap!
Tanganya di cegat oleh Kevin, seketika Keila berhenti dan menoleh ke arah Kevin.
"K-kevin?!"kaget Keila.
"Lo mau kemana?"tanya Kevin masih dengan nada dinginya
"Ke kantin, mau ikut?"
"Nggak! pergi aja sama Riko!"ucap Kevin kemudian melewati Keila yang mematung.
Astaga, kenapa sih sama dia? heran deh gue... masih cemburukah? (batin Keila)
Keila dengan cepat mengejar Kevin.
"Vin! tunggu, tunggu dulu!"teriak Keila sambil menghampiri Kevin.
"Ada apa?"Kevin menoleh
"Huuh. lo masih cemburu sama Riko?"
"Ck. siapa yang cemburu? enggak kok!"tukas Kevin.
"Tapi--"
"Stop! gue nggak cemburu, titik!"kekeh Kevin kemudian segera pergi meninggalkan Keila dengan cepatnya.
"Gue tau lo cemburu, Vin! ngaku aja susah amet... hahaha, akhirnya lo naksir sama gue."ucap Keila sambil tertawa dan tersenyum kala melihat tingkah Kevin.
Cemburu tapi tidak mau mengaku... gengsinya melebihi egonya. (batin Keila)
__ADS_1
Setelah itu Keila berjalan ke arah kantin dengan santainya.
****
Di kantin Keila sudah berkumpul dengan sahabatnya, sedari tadi sahabatnya sudah tiba di kantin tanpa menunggu Keila terdahulu sehingga Keila harus menyusul.
"Lama amet, Kei."ucap Lisa.
"Macet di koridor."ucap Keila.
"Hah?!"bingung Lisa, Hanggun, dan Deinda.
"Koridor mana bisa macet? bukan jalan kalik, Kei!"tukas Lisa.
"Tau, gesrek nih anak!"tambah Hanggun.
"Ngakak bet deh."sambung Deinda.
"Ck. berisik!"kesal Keila.
Hanya ada suara garpu dan sendok yang memenuhi meja kantin. mereka jika kelaparan memang begitu, tidak bergeming sedikitpun.
Setelah 15 menit selesai dengan pesananya, Keila dan para sahabatnya barulah kembali berbicara seperti biasanya.
"Abis ini jalan yuk! udah lama kita nggak nongkrong bareng."usul Lisa.
"Boleh tuh, gimana sama kalian?"jawab Deinda dan lanjut meminta pendapat Keila bersama Hanggun.
"Gue acc aja."ucap Hanggun.
"Gue nggak deh kayaknya, ada urusan soalnya."ucap Keila.
"Urusan?!"Kepo ketiga sahabatnya.
__ADS_1
"Iya."ucap Keila.
"Urusan apa, Kei?"tanya Lisa.
Urusan yang begitu rumit yang hanya gue nggak ketahui, hadeh. (batin Keila)
"Rahasia."jawab Keila.
"Oooh."jawab ketiga sahabatnya serentak.
Jika Keila sudah berucap begitu tentu saja dia tidak ingin privasinya diketahui orang, 3 sahabatnya itu sudah paham jelas sifat Keila.
****
Menjelang pulang sekolah seperti ucapanya Keila pergi kesuatu tempat entahlah dari mana dia mengetahui tempat itu, yang jelas firasatnya menunjukkan kesana.
"Rumah ini sangat tua, jika dihitung-hitung sudah sekitar 6 tahun tidak di tempati oleh pemiliknya."guman Keila.
"Berdebu, dan menyeramkan... benar-benar rumah tinggal yang tidak terawat."ucapnya lagi sambil memperhatikan sekitar.
Keila mencoba untuk masuk dan membuka gerbang, namun gerbang rumah yang tidak terlalu asing baginya itu terkunci.
"Sebenarnya ini rumah siapa sih? kenapa aku bisa kemari?"gumam Keila kebingungan.
Rumah itu berada jauh dari keramaian dan sekitarnya sepi, bahkan hampir tidak ada orang yang lewat disekitar sana, tempat itu begitu membingungkan untuk Keila.
Tapi satu petunjuk yang dia temukan di rumah itu, gelang yang masih terlihat baru terjatuh di tanah depan pintu gerbang itu, gelangnya masih terlihat baru.
"I-ini gelang perempuan, dan masih terlihat baru... sepertinya ada orang yang datang sebelum aku, atau didalam ada orang?!"tebak Keila.
Dia penasaran dan terus menatap rumah itu, dan tap pandanganya terhenti kala suara pintu rumah di dalam terbuka. dengan cepat Keila bersembunyi di balik dinding tembok gerbang itu.
____
__ADS_1
Up dulu...