Karena Cinta Aku Berubah!

Karena Cinta Aku Berubah!
Konflik 2 keluarga...


__ADS_3

Seperti kata Kevin tadi siang disekolah. hari ini Keila tengah bersiap-siap dengan baju gaun pendeknya untuk segera pergi bersama keluarga menuju kekediaman Abbas.


"Kei, udah siap?"tanya Sri kepada putrinya itu.


"Udah, ma."jawab Keila.


"Ayo kita segera berangkat!"ajak Haryan.


Mereka bertiga segera masuk kedalam mobil. mobil melaju dengan pelan dan sesekali mereka bercakap dalam mobil terkecuali Keila, gadis remaja itu masih saja terlarut dalam isi kepalanya. rasa takut dan gugup menyerang batinya kala itu, entah apa yang akan terjadi nanti dia tidak tau yang jelas dia akan mengeluarkan segala unek-unek yang dia simpan selama ini.


30 menit kemudian mereka tiba dikediaman keluarga Abbas. beberapa bodyguard menyambut dan mengantar mereka ke tempat Abbas dan Kevin berada.


"Silahkan masuk nona, nyonya dan tuan... tuan besar sudah menunggu didalam."ucapnya ramah.


Keila serta orang tuanya mengangguk tersenyum, dengan langkah kaki berat Keila hendak masuk.


"Kei, Ayo!"ucap Sri kepada Keila yang masih tertegun.


Keila mengikuti kedua orang tuanya dan mengekor di belakang.


"Selamat malam, pa."sapa Haryan dan Sri kepada Abbas.


"Ya. malam..."jawab Abbas.


"Malam, kek."sapa Keila.


Abbas tersenyum mengangguk kemudian mempersilahkan mereka duduk, Kevin yang hanya diam menyapa dengan senyuman bersalaman dengan Sri dan Haryan.


Sejenak Abbas dan orang tua Keila tengah bercakap-cakap, dan akhirnya menatap ke arah Keila tak terkecuali Kevin.


Apa maksudnya menatap begitu?


"K-kalian kenapa menatap Keila begitu?"gugup Keila


Abbas hanya menarik nafas dalam memparhatikan Keila.


"Kei, kakek mendengar laporan beberapa hari ini kamu mengetahui banyak hal... apa tentang keluarga kita? atau asmaramu?"selidik Abbas.


Dia memang Abbas berucap tanpa berbasa basi, tidak ada raut wajah yang mengepresikan pikiranya membuat semua disana harus berhati-hati jika berkata.


"Keila nggak ada hubungan asmara, kek... kakek juga tau sendiri."jawab Keila pelan.


"Apa kamu sudah tau tentang pertunangan yang kakek rencanakan dari awal?"


"Ya."

__ADS_1


"Kamu kecewa dengan ini?"


"Ya."


"Kamu membenci kami semua?"


"Tidak!"


"Kamu marah?"


"Ya."


"Huhh. apakah hanya kata dan Ya dan Tidak yang akan terus keluar dari mulutmu?! tidakkah kau ingin berkata sepatah dua patah?"


Keila menarik nafas dalam, rasanya dia bingung ingin memulai dari mana.


"Apa Keila bisa mengatakan semua isi hati Keila hari ini?"tanya Keila kepada Abbas.


Abbas mengangguk sementara Kevin masih setia diam dan menatap Keila, kedua orang tua Keila tidak berani berucap apapun dan hanya memilih diam saja kala itu.


"Berikan alasan tentang kecelakaan Naura dimasalalu,"pinta Keila.


Seketika semua disana membesarkan tatapanya bola matanya kearah Keila, mereka pikir Keila akan membahas soal penolakan pertunangan ini, tapi tidak di sangka yang keluar adalah tentang kematian Naura.


"Kenapa lo nanya tentang dia?"kini Kevin yang berucap setelah diam dari tadi


"Tapi..."


"Gue mau tau kecelakaan itu pasti ada hubungannya sama gue!"


"Baiklah. kakek akan menceritakan tentang dia..."ucap Abbas.


"Tapi, kek!"cegah Kevin.


"Sudahlah, kita tidak bisa menyembunyikanya lama-lama... meski belum saatnya namun sebelum keadaan semakin buruk, lebih baik Keila juga tau."


"Baiklah...,"pasrah Kevin.


Keila menatap Abbas lekat-lekat menunggu kata pertama yang akan Abbas keluarkan.


"Naura meninggal tidak murni kecelakaan, itu semua disengaja dan sudah direncanakan..."


"Direncanakan? jadi dari awal kakek sudah tau dan sengaja menutupinya?!"


Abbas mengangguk, lalu melanjutkan perkataanya. "ada seseorang yang sengaja membuat kekacauan waktu itu, dia ingin menjatuhkan harga dirimu didepan banyak orang dan membuat keluargamu bangkrut... karena hanya ada kamu dan Dara disaat itu tidak ada pihak lain yang akan mendukungmu, demi menolongmu kakek memutuskan untuk menjodohkan kamu dengan Kevin. agar kamu tidak membantah ditunangkan dengan Kevin dengan terpaksa kakek berbohong dan mengatakan bahwa Naura adalah tunanganya dan kamu pihak yang disalahkan harus bertanggung jawab menggantikan Naura menjadi tunangan Kevin sesaat,"Abbas menjelaskan kepada Keila secara inci.

__ADS_1


J-jadi inilah kebenarnya?


"Tapi disurat yang kamu tanda tangani itu tidak untuk sementara... tapi selamanya. selamanya kamu akan menjadi tunangan atau calon istri Kevin, untuk saat ini surat itu hilang dicuri... sebelum surat itu ditemukan, kamu bebas mau berbuat apapun atau bahkan membantu mencari surat itu dan membakarnya agar tidak terikat lagi dengan Kevin... kakek sudah membebaskan kamu untuk memilih,"


Keila hanya diam terpaku tanpa harus menjawab atau bertanya, ada banyak pertanyaan muncul diotaknya.


"Baiklah..."ucap Keila kemudian. semua orang disana bingung, apa maksud ucapanya barusan.


"Karena kakek sudah memberitahu alasanya, percaya atau tidaknya Keila masih belum yakin... tapi Keila tidak akan meragukan kakek, karena Keila juga adalah pihak yang paling bersangkutan dengan pelaku yang menyebabkan Keila dalam kondisi ini, maka izinkan Keila menyelidikinya perlahan..."jelas Keila kepada yang disana.


"Tidak boleh! kamu masih terlalu kecil... jangan gegabah, mereka mengincar nyawa kamu, nak!"ucap Haryan.


"Karena itu Keila ingin menyelesaikan ini, antara nyawa serahkan saja pada tuhan."


Semua tertegun dengan penuturan Keila tak terkecuali Kevin, dia ikut tersenyum dan mengangguk.


"Tapi..."ucap Haryan.


"Tenanglah om, ada saya... saya akan menjaga dia."potong Kevin sebelum Haryan berucap lagi.


"Baiklah. jika ada nak Kevin, saya bisa sedikit legah..."


"Terimakasih."ucap Keila kepada Kevin.


"Bagaimana dengan keputusan kakek soal ini?"Kevin bertanya kepada Abbas.


"Kakek menyerahkan semuanya pada kalian berdua, ingatlah dengan baik untuk saling menjaga dan jangan sampai terpancing... Kevin, jagalah Keila."


"Tentu."


Keila tersenyum bangga, tidak mengira awalnya yang ingin marah-marah dan mengeluarkan seluruh unek-uneknya, dan pada akhirnya berakhir begini. memang yang dipikirkan lain dengan yang dilakukan.


"Kakek memberi kalian waktu satu tahun mendatang, di saat sudah tiba maka kita akan menyelesaikan semuanya."


"Baiklah."jawab Kevin dan Keila.


Saat itu tiba, aku tidak tau keputusan apa yang akan aku ambil nanti... pergi meninggalkan Kevin atau menetap dan mencoba untuk menerimanya... semua akan terjawab setahun mendatang.


Kevin menatap ke arah Keila dengan penuh pertanyaan dan pikiran.


Entah apa yang kamu pikirkan sekarang, aku berharap dalam setahun mendatang hatimu bisa menerimaku... aku tidak tau apa yang terjadi jika kamu meninggalkan aku sendirian.


_


Selamat membaca, sampai jumpa lagi...

__ADS_1


Vote sertakan Like...


__ADS_2