
4 Hari telah lalu.
Keila bersama Lisa dan Deinda tengah asik menikmati sosis panggang di kantin. Hanggun tidak ikut bergabung karena ditarik Abbas untuk ikut denganya ke suatu tempat, hanya ada mereka bertiga tanpa Hanggun kala itu.
Sosok Kevin bersamaan dengan Jodi dan David yang tidak sengaja lewat kantin melihat sekumpulan geng Keila. ada suatu keinginan mereka menghampirinya, namun ditahan Kevin karena dia masih perlu ke ruang band.
"Bro, nggak mampir dulu di kantin?"Jodi bertanya dengan Kevin.
"Gue mesti cepet-cepet nyelesaikan pentas band kita, nggak ada waktu."Kevin menjawab dengan cepat.
"Lo laper, Jod?"David yang tadi diam kini bertanya dengan Jodi.
"Iya sih, tapi yaudahlah kalo Kevin nggak mau mampir."ucap Jodi kepada David.
"Lo berdua duluan aja, biar gue nggak beliin makanan buat kita."
Kevin mengangguk di ikuti Jodi.
"Kita duluan, bro."ucap Jodi kepada David.
"Yoi."
Setelah Kevin dan Jodi pergi sekarang hanya tinggal David. dia segera memesan pesananya kemudian menunggu hingga selesai.
Disisi lainya Lisa yang diminta oleh Keila untuk membeli sosis panggang lagi 6 tusuk.
"Buruan, lis!"perintah Keila kepada Lisa.
"Ish, kok lo ringan banget yah merintah gue!"kesal Lisa dengan tingkah Keila.
"Udah buruan sana!"
"Suruh Deinda aja sana!"
"Gue maunya lo, nggak mau Deinda!"
"Hahaha... udah sana, itung-itung pahala."suruh Deinda.
"Sial!"umpat Lisa
Mau tidak mau Lisa menurut, pasalnya dia orangnya penyabar sekali.
"Parah banget lo, kok kayak ngerjain Lisa sih, Kei?"Deinda berucap dengan Keila ketika Lisa pergi.
Ini hukuman karena kalian nggak mau kasih tau gue rahasia itu hingga detik ini, lihat aja lo bakal dapat giliran setelah yang lainya!_Batin Keila.
"Ck. suka-suka gue"jawab Keila jutek.
Lisa tengah menghampiri bibi kantin dan memesan sosis bakar pesanan Keila.
"Bi, sosis bakarnya tambah 6,yah."pinta Lisa.
"Baiklah, tunggu yah."
Lisa mengangguk dan berdiri tepat sesampingan dengan David. saat Lisa sadar bahwa disampingnya sedari tadi ada David, Lisa langsung terpaku diam.
"D-david?!"Seketika mulut Lisa berucap sendiri.
David menoleh dan hanya memasang wajah sedikit ramah dihadapan Lisa.
"E-elo juga pesan makanan?"tanya Lisa berusaha untuk berbicara dengan David.
"Ya, seperti yang lo lihat."
"Teman-teman lo yang lain man--"
Belum sempat Lisa melanjutkan ucapanya sudah terlebih dahulu dipotong oleh David. "Duluan, Lis."
David segera pergi dari sana dengan pesanan yang telah selesai dia pesan.
K-kenapa dia dingin banget setiap kali sama gue, apa dia benar-benar nggak ada perasaan sama gue?
Lisa melamun sesaat setelah David pergi, hingga sang bibi kantin beberapa kali menegurnya.
"Lisa!"Deinda berteriak dari mejanya guna menegur Lisa.
Karena kaget Lisa langsung sedikit terkejut dan repleks nampak linglung seperti orang idiot saja.
"A-ah iya?"
"Ini pesenanya."ucap bibi kantin.
"M-makasih, bi."Lisa mengambilnya lalu segera berjalan menghampiri teman-temanya.
"Nih."
"Lis, lo tadi kenapa?"Deinda khawatir dan penasaran.
"Kenapa apanya?"tanya Lisa balik
"Tadi, pas David pergi... gue perhatikan lo melamun gitu mandangi punggung dia, lo sir yah sama David?"
Lisa yang mendengar ucapan Deinda semaksimal mungkin menyela nya.
__ADS_1
"E-enggak! siapa bilang? nggak kok, gue nggak naksir sama dia... apaan sih lo!"
Lisa memasang raut wajah sedikit salting dihadapan Keila dan Deinda. Keila justru sudah tau semua nya tapi dia lebih milih tidak perduli apapun.
"Guys, kalian makan aja sosisnya."ucap Keila kepada kedua sahabatnya itu.
"Lah, kenapa? tadi lo kekeh banget pengen nambah!"ucap Lisa.
"Kenyang gue."
Keila berdiri dan sebelumnya mengambil jus mangga menyeduh hingga habis.
"Gue duluan yah, ada urusan... bye!"
"Eh, Keila mau kemana?!"teriak Deinda.
"Keila!"
"Keila!"
Keil yang sudah berlari jauh tidak lagi mendengar teriakan para sahabatnya.
"Menyusahkan saja!"umpat Keila.
****
Di saat melewati koridor Keila berpapasan dengan Kevin, jantungnya tak karuan kala bertatapan dengan Kevin. mereka berhenti saling berhadapan agak jauh.
Duh! kenapa bisa sepapasan di sini sih? nggak banget lah!
Kevin berjalan mendekat sementara Keila masih tetap pada posisi patungnya.
"Hai!"sapa Kevin
"H-hai!"jawab Keila.
"Ntar sepulang sekolah, kakek mau ngajakin lo sama keluarga makan malam bersama dirumah."
"Makan malam bersama? tumben."
"Ada sesuatu yang mau dibahasnya"
"S-sesuatu?"
Kevin tidak menjawab ucapan Keila lagi, Kevin langsung melewati Keila di ikuti Jodi, David dan Abbas.
"Bas!"
Abbas yang mendengar Keila menyebut namanya langsung saja dia berhenti dan menoleh menatap Keila.
"Ya?"
"Oh, itu dia lagi di toilet."
Keila langsung pergi setelah mendengar jawaban Abbas.
****
Di depan toilet Keila dengan setianya menunggu Hanggun.
Krek!
Hanggun keluar dari toilet dan kaget melihat Keila.
"Kei, L-lo ngapain disini?"
"Gue perlu ngomong sama lo, ikut gue!"
Hanggun mengangguk dan mengikuti Keila. mereka tiba di taman sekolah dan duduk disana.
"Lo mau ngomong apa, Kei?"
"Gue hanya mau nanya aja sama lo."
"Soal apa?"
"Apa lo tau sesuatu yang nggak gue ketahui, Nggun?"
Hanggun sedikit kaget mendengar penuturan Keila, antara bimbang dan jujur dia tidak tau harus apa.
"G-gue nggak tau apa-apa."jawab Hanggun.
"Oh, gue kira lo tau... yaudah gue pergi dulu."
"Mau kemana?"
"Atas atap sekolah."
****
Dikelas Lisa, Hanggun dan Deinda tengah ngerumpi. tiba-tiba saja Kevin dan yang lainya datang masuk kelas.
Kevin melihat sekitar mencari seseorang namun tidak ketemu.
__ADS_1
"Lis, mana Keila?"Kevin bertanya dengan Lisa.
"Eh, iya dia kemana yah?"ucap Lisa baru tersadar ketidakhadiran Keila.
"Dia ada di atap."Hanggun memberitahu mereka.
"Atap?!"
Hanggun mengangguk mengiyakan, langsung saja Kevin keluar kelas menuju atap sekolah.
****
Di atap sekolah nampak Keila tengah berpikir keras menjernihkan isi kepalanya.
"Lo ngapain belum ke kelas? bell udah berbunyi."suara Kevin membuyarkan pikiran Keila.
"Kevin? ngapain lo ke sini?"tanya Keila.
Dihirupnya udara dan menatap kearah Keila.
"Sebenarnya apa aja yang udah lo ketahui?"
"Kalo gue bilang semuanya, apa lo bakal percaya?"
"Maybe."
"Vin."
"Ya?"
"Kenapa lo nggak kasih tau gue semuanya?"
"Buat apa? nggak penting banget kok."
"Penting buat gue."
"Kenapa?"
"Karena gue terlibat! gue terlibat dalam hal konyol ini bertahun-tahun, gue seperti orang idiot yang nggak tau apapun! gu-gue benci, Vin! benci sama semua orang yang bohongi gue termasuk lo! gue benci sama lo karena lo dari dulu selalu nyakitin perasaan gue! lo tau itu? rasanya sakit banget..."ucap Keila hampir menangis.
Sakit banget Vin, membenci orang yang dicintai itu sakit... tenang Kei, jangan menangis disini.
Kevin mulai menarik nafas dalam. ada rasa sedih saat mendengar keluhan hati Keila, Kevin merasakan apa yang Keila rasakan saat ini.
"Lalu, sekarang lo mau gimana?"tanya Kevin.
"Gue pengen lo bantu gue gagalin perjodohan kita, kita masih punya waktu setahun mendatang lagi untuk menggagalkanya... setelah itu mungkin gue bisa bersikaf baik sama lo, seperti biasanya."
"Kalo gue nggak mau?"
"Gue bakal berusaha sendiri."ucap Keila.
"Ck. naif banget."
"Apa salahnya?"
"Kenapa kita nggak mencoba untuk menerima perjodohan ini?"ucap Kevin dengan Keila.
"Maksud lo?"
"Kita masih punya waktu untuk berpikir, nggak baik ngambil keputusan saat lagi dalam kebimbangan dan amarah... akan lebih baik kita mencoba menerima dan saling memberi waktu untuk jatuh cinta, tapi kalo dalam setahun kedepan semuanya nggak ada perubahan... lo bisa batalin perjodohan kita, gimana? setuju nggak?"
"Lo nggak tau isi hati gue, dan gue nggak tau isi hati lo, Vin!"
"Gue tau kok, tapi gue nggak tunjukin sama lo apa yang gue tau... lo berhak marah dan memilih, karena itu kakek ngadain acara makan malam buat kita nanti malam."
"Buat bahas semua ini? semua rahasia-rahasia yang nggak gue ketahui?"
"Yaa."
"Kenapa?"
"Entahlah. kakek berencana ingin memberitahu lo soal ini pas udah kelas 3, tapi karena ada kendala dia berubah pikiran... di malam nanti lo bisa nentukan semuanya."
"Serius?"
"Lo pasti tau kalo gue nggak suka becanda."
"Huh..."
Keila sedikit legah hatinya, ada sedikit celah untuk mengetahui segalanya dari mulut orang-orang. tapi tetap saja dia masih merasakan sedih dan kecewa mendalam.
"Keputusan ada ditangan lo sekarang, gue harap itu yang terbaik."ucap Kevin sambil tersenyum.
Senyum itu, kenapa seperti ada kesedihan dibaliknya... Vin, kenapa gue ngerasa...
Setelah berucap beberapa kata dengan Keila, Kevin segera pergi meninggalkan Keila sendirian di atas atap.
Entah apa yang akan gue katain nanti malam, yang jelas apapun itu... gue harap itu yang terbaik. unek-unek yang gue simpan dan semua isi hati gue! akan gue keluarin nanti malam dihadapan kalian.
Tidak lama Kevin pergi akhirnya Keila menyusul pergi meninggalkan atap sekolah menuju kelas.
___
__ADS_1
Maaf yah, kepaksa nggak up selasa kemarin. dan akhirnya up malam ini guys:(
Sampai berjumpa di next episode...