
Keila melihat siapa yang keluar dari dalam rumah tua itu. tap! matanya melotot melihat Riko disana dengan pakaian aneh, topi hitam seperti begitu misterius.
Sekitar 5 menit berlalu Riko meninggalkan rumah itu, Keila langsung berlari ke arah ambang pintu utama dan memperhatikanya.
"Dia keluar dari rumah ini? berarti dia punya kuncinya, sepertinya didalam ada sesuatu... gimana caranya gue masuk?!"pikir Keila dengan bingungnya.
Kling, suatu ide muncul dipikiranya.
"Kan ada Kevin, yaudahlah telpon dia aja deh."ucap Keila sambil mengeluarkan hp nya dan mencari kontak Kevin.
3 kali panggilan tidak terjawab membuat Keila jadi malas menelponya lagi.
"Sial! tuh cowok dimana sih, susah amat dihubungin."geram Keila.
Dia kembali memasukkan hp nya ke dalam saku baju, dan sebisa mungkin memikir cara agar bisa masuk rumah itu.
Dikelilinginya sekitaran rumah untuk mencari mungkin ada jalan pintas bisa masuk. nihil, rumah itu bagaikan satu toples yang hanya mempunyai satu celah supaya bisa masuk ke dalamnya.
Keila memegang kepalanya, dan sadar dari tadi ada jepit rambut lidi yang mengait dirambutnya.
"Oh yah, coba pake ini aja deh."diambilnya jepit rambut itu kemudian berusaha membuka pintu.
10 menit
Klek!
Lolos, pintu itu berhasil terbuka membuat Keila tersenyum menyeringai.
Langkah kakinya dengan pelan mulai masuk ruangan rumah tua itu, disekitaran dalam rumah begitu rapi dan bersih, sangat berbeda dengan halaman luarnya yang lusuh, mengerikan.
__ADS_1
"Aneh, keadaan didalamnya begitu mewah, artinya Riko selalu menjaga isi rumah ini... mari lihat ada apa dirumah ini."ucap Keila.
Keila memperhatikan dengan teliti rumah itu, tidak berdebu sama sekali. Keila seketika memejamkan matanya, ada sekilas bayangan tergambar didalam kepalanya.
R-rumah ini adalah rumah lamaku! (batin Keila)
Keila tersadar akan sesuatu, suatu kenangan atau ingatan entah apa itu merasuk sisi kepalanya, meski rasanya tidak begitu sakit namun jelas rumah ini selalu ada dimimpinya, sebuah rumah masa kecil dimana dia dan Kevin sering bermain bersama.
Keila langsung berlari menaiki tangga, langkah kakinya membawa kesuatu ruangan yang begitu aneh dilantai atas.
"Ruangan ini... jika tidak salah ini tempat gue menyimpan banyak hal sewaktu dulu, yah. gue nggak mungkin salah!"Keila langsung membuka pintu itu.
Namun usahanya nihil, ruangan itu terkunci sepertinya harus menggunakan sidik jari seseorang.
"Sidik jari?"Keila mencoba menempelkan jarinya disana, semoga terbuka isi pikiranya.
Pintu itu tidak mau terbuka dan artinya sidik jari Keila tidak bisa membuka pintu itu.
"Bagaimana tidak bisa dibuka?! jelas-jelas ini sidik jari gue! siapa yang udah gantinya? riko? oh mana mungkin dia bisa!"ucap Keila.
Tak! Tak!
Kala dengan pikiranya suara langkah kaki berjalan masuk kerumah itu, Keila yang awalnya berpikir menjadi tersadar seseorang sedang menuju kearahnya.
Gawat! ada yang datang, siapa dia? apa riko? sembunyi, gue harus sembunyi! (batin Keila)
Dengan langkah cepat Keila berlari kesuatu sudut dan yang dirasakanya aman, disana Keila bersembunyi.
Untung gue hafal sudut rumah ini, thank otak udah bantu gue ingat rumah ini. (batin Keila)
__ADS_1
****
Sosok laki-laki yang tidak bisa Keila lihat karena yang terlihat hanya sepatu dan kaki jenjangnya menbuat Keila berpikir jauh akan siapa itu.
Bodoh! kenapa gue mesti ngumpet dibawah meja ini, bedebu lagi, kalo ketahuan gawat! gue mana nggak bisa lihat siapa dia. (jengkel Keila dalam hati)
"Siapa yang sudah menerobos masuk?!"ucap lelaki itu sedikit sangar.
Dia tidak bergerak ataupun berjalan, hanya terdengar suara dia menelpon.
📞Lo harus cari tau siapa yang menerobos masuk kemari! kalo enggak, gue bunuh lo!
📞Ruangan itu sepertinya masih aman, dia masih ada didalam, hanya saja kita harus cepat memindakan dia ketempat lain sebelum orang lain menemukanya!
Deg!
Jantung Keila mau copot kala mendengar pembicaraan singkat itu.
Dia? siapa yang mereka maksud didalam ruangan itu? berarti selama ini ada seseorang yang di sekap didalam sana? gawat! gue harus bisa ncegah mereka, tapi gimana? (batin Keila)
"Hem... Lo belum boleh keluar dari ruangan ini, permainan ini belum berakhir! gue masih harus ngebunuh dia agar lo bisa bebas dan aman... Clara, tunggu saja didalam."ucapnya devils.
C-clara?!! ja-jadi Clara ada disini? (kaget hati Keila)
Sudah bisa di tebak wajah Keila begitu terkejut dan memucat mendengar itu, bahkan Keila mengenal suara lelaki yang menyebut nama Clara.
Ini Riko, gue nggak mungkin salah... ternyata Riko yang nyembunyiin Clara selama ini, gue harus bilang ke Kevin sama kakek. (batin Keila)
BERSAMBUNG.
__ADS_1