Karina, The Ex-Humble Beauty

Karina, The Ex-Humble Beauty
Bab 2 - Millan Intercultural School [sudah revisi]


__ADS_3

Pagi hari, sekitar jam enam, Karina sampai di kelasnya. Karina menghampiri kursinya dan duduk di sana. Karina memperhatikan seisi kelasnya lamat-lamat.


"Ehm, Salsa ...." Karina memanggil gadis yang duduk di kursi meja sebelah.


"Uh? what's wrong?" tanya Salsa dengan raut wajah yang terlihat sedikit terkejut. Salsa kaget karena Karina tiba-tiba mengajaknya bicara duluan. Padahal, sebelumnya Karina tidak pernah berinisiatif.


[Terjemahan: "Eh? Kenapa?"]


"Salsa, do you know someone named Bella Safira?" tanya Karina dengan sedikit takut.


[Terjemahan: "Salsa, kamu tau gak orang yang namanya Bella Safira?"]


Bella Safira adalah nama teman di media sosial kakaknya. Karina tidak sengaja mengetahuinya. Selain itu, katanya, Bella Safira juga berada di sekolah yang sama dengan Karina.


Karina menebak kalau Salsa akan mengetahuinya. Salsa itu anak OSIS, jurnalis, dan juga bertanggung jawab atas forum sekolah. Jadi, terlalu banyak berita yang Salsa tau. Salsa memang bisa dibilang sebagai murid yang paling up-to-date.


"Bella Safira? Are you talking about Bella Safira, the girl who likes Kenzo?" tanya Salsa.


[Terjemahan: "Bella Safira? Maksud lo Bella Safira, cewek yang suka sama Kenzo?"]


Kenzo adalah salah satu murid tampan dan populer. Kenzo juga merupakan ketua tim inti eskul basket. Jadi, bisa dibilang, Kenzo memiliki terlalu banyak fans untuk dihitung.


"Um, I don't know, Sa. I just want to know, I heard Bella is pretty. Kelas berapa sih dia?" tanya Karina sambil merasa lega karena Salsa tidak terlihat kesal ketika Karina bertanya padanya.


[Terjemahan: "Em, aku gak tahu, Sa. Aku cuma mau tahu, denger-denger Bella itu cantik. Kelas berapa sih dia?"]


"Cantik dari mana, Kar? I just found out that you can be sarcastic too," kata Salsa sambil terkekeh.


[Terjemahan: "Cantik dari mana, Kar? Gue baru tahu kalau lo bisa sarkas juga."]


"Maksudnya?" tanya Karina.


"Bella Safira who likes Kenzo is really geeky, Kar! Makanya Bella diejekin terus, she likes Kenzo, who is one of the most handsome boys in this school. Kalau Bella Safira yang lu cari itu cantik, kayaknya bukan yang itu deh, Kar," jawab Salsa.


[Terjemahan: "Bella Safira yang suka sama Kenzo itu culun banget tau, Kar! Makanya Bella diejekin terus, soalnya dia suka sama Kenzo yang notabenenya salah satu cowo ganteng di sekolah ini. Kalau Bella Safira yang lu cari itu cantik, kayaknya bukan yang itu deh, Kar."]


"Oh, iya, kayaknya bukan. Makasih ya, Sa," jawab Karina.

__ADS_1


"I've never heard you being curious about things like this, Kar. Selama ini, gue kira lo cuma peduli sama akademik, lomba akademik sana sini, sama eskul dance lo."


[Terjemahan: "Gue gatau kalau lo penasaran soal ginian juga, Kar. Selama ini, gue kira lo cuma peduli sama akademik, lomba akademik sana sini, sama eskul dance lo."]


"Hehehe, iya sih. Tapi, aku nyadar juga, I've been too ignorant of other things. Jadi, aku cuma mau nyoba buat lebih bersosialisasi sama lebih peduli berita sekitar aja," jawab Karina sambil terkekeh kecil.


[Terjemahan: "Hehehe, iya sih. Tapi, aku nyadar juga, aku terlalu mengabaikan hal-hal lain. Jadi, aku cuma mau nyoba buat lebih bersosialisasi sama lebih peduli berita sekitar aja."]


"Oh, I see ... that's good! Ya, udah, lo jadi temen gue aja mau, gak? Dijamin lo auto tau semua berita-berita yang lagi hot di sekolah ini. Gue kenalin juga deh sama temen-temen gue yang lain. Mau gak, Kar?" tanya Salsa dengan nada yang sangat bersemangat.


[Terjemahan: "Oh, gitu ... bagus dong! Ya, udah, lo jadi temen gue aja mau, gak? Dijamin lo otomatis tau semua berita-berita yang lagi panas di sekolah ini. Gue kenalin juga deh sama temen-temen gue yang lain. Mau gak, Kar?"]


"Mau, Sa. Makasih ya, udah mau jadi temen aku," kata Karina sambil tersenyum.


"No problem! I'm really happy to have a super smart and super beautiful friend like you! I'm sure my friends will be happy too!"


[Terjemahan: "Gak masalah! Gue malah seneng bisa punya temen super pinter dan super cantik kayak lo! Gue yakin temen-temen gue yang lain pasti bakalan seneng juga!"


Setelah cukup lama Karina berbincang-bincang dengan Salsa, Karina dan Salsa berhenti berbicara karena bel telah berbunyi. Karina sebenarnya tidak memperhatikan pelajarannya. Karina sedang merenungkan ucapan Salsa sebelumnya.


Tringgg ...


Bel berbunyi, menandakan jam istirahat telah tiba.


"Karina, ke kafe, yuk? It's my treat!" kata Salsa.


[Terjemahan: "Karina, ke kafe, yuk? Gue yang traktir!"]


"Eng-"


"Don't say no! Kalau gak, gue ngambek sama lo, nih," ujar Salsa ketika melihat Karina ingin menolaknya.


[Terjemahan: "Jangan bilang gak! Kalau gak, gue ngambek sama lo, nih."]


"Oke," jawab Karina dengan pasrah.


Kafe yang dimaksud oleh Salsa sebenarnya seperti kantin di sekolah lain. Hanya saja, sekolah ini memiliki kantin yang terlalu mewah. Harganya juga sangat tidak ramah bagi kalangan menengah ke bawah. Kantin seperti itu, lebih cocok disebut kafe.

__ADS_1


Sekolah ini juga menyediakan makanan gratis untuk siswa yang menginginkannya. Tentu saja, itu tidak akan semewah yang ada di kafe. Karina biasanya mengambil makanan ini untuk menghemat uang.


Sekadar info, Karina bersekolah di sekolah swasta yang sangat mahal, Millan Intercultural School. Bagaimana tidak disebut mahal, untuk siswa reguler dengan tingkat SMA, biaya uang sekolah perbulannya adalah sekitar tiga ratus juta rupiah atau mungkin lebih. Iya, tidak salah baca, itu memang sekitar tiga ratus juta rupiah perbulan.


Interior sekolah ini sangat mewah, bahkan hotel yang pernah Karina kunjungi pun kalah mewahnya. Sekolah ini memiliki fasilitas yang luar biasa lengkap. Sekolah ini memiliki banyak ruang kelas dengan AC, proyektor, WI-FI, loker pribadi, lapangan olahraga dengan berbagai macam alat yang memadai, kolam renang, taman yang indah, tempat parkir yang luas, dan masih banyak lagi fasilitas yang belum disebutkan.


Sekolah ini rata-rata diisi oleh anak-anak dengan latar belakang yang luar biasa. Mulai dari anak pejabat, anak pemilik perusahaan ternama, anak artis, atau bahkan selebritis yang masih remaja. Intinya mereka semua luar biasa, dan sulit dijangkau.


Lalu, bagaimana Karina bisa bersekolah di sini? Jawabannya, tentu saja, dengan otak Karina yang sangat pintar di bidang akademik. Karina berhasil bersekolah di Millan Intercultural School melalui jalur beasiswa. Ini juga merupakan salah satu hal yang membuat Jesica iri setengah mati.


"Karina kenalin, ini temen-temen gue," ujar Salsa.


"Hi, you're Karina Neltharina, Salsa's classmate, who everyone calls super smart and super pretty, right? You're really pretty, living up to your reputation. Well, I'm Tessalonica, I'm usually called Tessa," ucap Tessa dengan tempo bicara yang sangat cepat, hampir seperti tidak ada jeda.


[Terjemahan: "Hai, lo Karina Neltharina, teman sekelasnya Salsa, yang kata orang super pinter dan super cantik, kan? Nah, gue Tessalonica, gue biasanya dipanggil Tessa."]


Tessa terlihat seperti tipe gadis kutu buku dalam anime. Rambutnya dikepang dua di samping serta memiliki poni yang menutupi seluruh dahinya. Tessa juga memakai kacamata. Tessa adalah gadis yang cantik, sehingga Tessa tidak terlihat cupu dengan penampilan seperti itu.


"Iya, halo, Tessa. I'm Karina."


[Terjemahan: "Iya, halo, Tessa. Aku Karina."]


"Hello, Karina! My name is Keysa, usually called Key. Soalnya kalau dipanggil Sa, yang nengoknya tiga orang," ujar Keysa sambil terkekeh kecil.


[Terjemahan: "Halo, Karina! Nama gue Keysa, biasanya dipanggil Key. Soalnya kalau dipanggil Sa, yang nengoknya tiga orang."]


Berbeda dengan Tessa, Keysa terlihat seperti gadis yang sangat ceria. Keysa terlihat manis dengan lesung di kedua pipinya. Panjang rambutnya hanya sesikit lebih di bawah dari bahunya. Rambut Keysa lurus dan juga memiliki poni yang menutupi dahinya seperti Tessa. Terlihat paling ramah dan mudah didekati dibandingkan dengan Salsa maupun Tessa.


Salsa juga bisa dibilang ramah dan sudah jelas memiliki banyak teman. Hanya saja, dari segi aura, Salsa memiliki aura yang cukup menindas dibandingkan Tessa ataupun Keysa. Salsa memiliki rambut yang bergelombang dan tidak berponi. Pada pandangan pertama, Salsa tidak terlihat seperti gadis yang mudah didekati.


Karina terkekeh kecil ketika mendengar perkataan Keysa. Salsa, Tessa, dan Keysa. Mereka semua memiliki nama yang berakhiran -sa. Itu adalah kebetulan yang cukup aneh. Kebetulan bahwa mereka bertiga berteman.


"Iya, hai juga, Keysa."


"Nah, udah kan kenalannya? It's time for us to order some food!" ucap Salsa.


[Terjemahan: "Nah, udah kan kenalannya? Waktunya kita pesen makanan!"]

__ADS_1


__ADS_2