
Begitu menyenangkan memasuki kantor baru yang akan menjadi tempat mengais rezeqi kali ini. Musim Corona menjadikan diriku beristirahat dari pekerjaan selama 4 bulan bersamaan ketok palu dari pengadilan agama masih terngiang di telingaku . Pengangguran dan Janda.
Hmmm. Phufft.....
Riveria melirik jam tangannya waktu menunjukkan pukul 10 pagi tepat, diujung sana Bu Rahma memanggil nama ku dari kejauhan.
" Riveria! " tangannya melambai kearahku
" Bu Rahma " sahutku membalas panggilan nya seraya berjalan dengan cepat kearahnya
Gubrakkkk. Aku ditabrak seorang pria muda yang tiba tiba melintas ke arahku . Tasku terjatuh tersenggol oleh tangannya yang kekar. Aku mendelik sebal dan kesal. Tempat seperti ini luasnya dan tidak banyak orang berseliweran kok bisa bisanya nabrak sih. Bloon!
__ADS_1
Pria muda itu bergegas mengambil tasku yang terjatuh dan mengulurkan tangannya untuk memberikan ke padaku.
"Mma..maaf ya mbak saya pikir tadi teman saya" ujarnya sambil menatap ku dan juga Bu Rahma yang berdiri tidak jauh dari meja Lobby resepsionis.
" Wooki kamu udah sampai jam berapa sih ibu whassap gak diangkat ehhh tau taunya kamu udah di Lobby aja? " ujar Bu Rahma heran.
"ya Bu saya lagi nyetir kan tadi...mana bisa balas whassap ibu" balasnya sambil tersenyum , matanya melihat kearah ku sambil mengangguk sedikit.
Dih? Kenapa sih Gue? Baperan amat hari ini.....
" Bu Rahma saya on time kan hari ini, hehehe"
" Iya deh kamu emang gak boleh telat kayak kemaren loh untung Bu Susi yang Interview kamu gak masalah....ayok kita keatas" Bu Rahma tersenyum sambil merangkul pundakku dan berjalan melewati mesin tapping card untuk menuju lift , aku mengikuti dari belakang dan anehnya si pria muda yang tadi menabrak ku berjalan mengikuti aku dari belakang dan satu lift juga sama aku dan Bu Rahma.
__ADS_1
"Wooki kamu keatas duluan ya ibu mau registrasi administrasi karyawan dulu nih nanti 30 menit lagi saya susul . Ok ya" jari jempolnya ditegakkan didepan jasnya.
Aku menoleh sekilas lantai yang diakses pria itu. Oh lantai 20...busyet jauh aja...aku mah turun dilantai 6 kok...hmm mungkin dia pekerja tetap disini, bagus lah gak bakal sering ketemu.
Tapi ...Deg.... kok putih amat ya kayak pemain Korea gitu tampang nya.?...dih... karyawan kok pakai baju nya semi casual gitu... ehhh yah kali aja dikantor ini bebas dalam style pakaian kantor.
Cepat aku menyingkirkan pikiran aneh ini dan menggantinya dengan bayangan tanda tangan kontrak serta melihat akad perjanjiannya.
Cahaya matahari menembus dinding kaca dari lift sinarnya lembut menerpa blazer hitam maskulinku. Pintu lift terbuka dilantai 6 , aku beranjak keluar dan aku bersinggungan lagi dengan bahunya ekor mataku menangkap matanya yang tajam sedang mengikuti arah jalan ku dari belakang. Aneh...bukan GR... tapi Gondok.
Karena lengan kiri yang ngilu. Emangnya dia kira aku mirip temannya siapa? Teman Tantenya kali ? masak masih muda brondong gitu temenan sama Tante tante? jangan jangan dia...hush negatif banget pemikiran ku welzz..... Atau emang ...yah sudahlah....aku baru sadar kadang beberapa orang dari sejak aku umur 30 an dikira aku umur 24 tahunan nah sekarang aku 42 dikira 32 tahun kadang seperti itu dan aku mensyukuri wajahku yang awet muda tanpa make up dan perawatan mahal. Hanya tahun ini aku mengalami cobaan hidup yang berat...di PHK dan menjanda...tiba tiba cahaya matahari yang menerobos disela jendela ruangan Bu Rahma seperti sangat indah dikala merasakan diriku yang GR lebay tentang pemikiran awet muda.
Hai para pembaca Novelku yang baik dan Budiman ☺️ .. Terimakasih banyak atas semua perhatian dan dukungannya , Jangan lupa untuk tekan tombol like , favorit dan Vote ya...😁☺️🙏...dan mari saling dukung sesama writer juga untuk semua penikmat karya seni.... Author akan selalu terbuka dengan saran dan kritik...ini adalah karya pertama di Noveltoon semoga kedepannya banyak kisah nyata yang aku bungkus dengan fiksi yang aku mau share... 🥰🥰
__ADS_1