
Riveria memacu mobil dengan kecepatan tinggi, mengejar waktu pertemuan dengan investor dari Singapura di restauran Rangga. Cafe Nostalgia bukan sekedar tempat muda mudi nongkrong untuk sekedar kopi atau camilan ringan saja tapi konsepnya sudah seperti Fine dining yang menyediakan makanan berat seperti pasta dan steak. Pilihan winenya juga beragam.
Hari ini seharusnya training hari pertama di Asuransi Delightful tempat Riveria melamar sebagai freelance Financial advisor, jadi pekerjaan nya adalah paruh waktu tidak terikat jam kantor disana kecuali Senin waktu untuk meeting paripurna dengan semua jajaran management.
Mendadak Rangga memajukan jam pertemuan dengan investor karena mereka membatalkan datang sore harinya dikarenakan setelah meeting di Jakarta si Investor melakukan perjalanan bisnis kembali di Hongkong.
Rangga meminta bantuannya untuk menjadi mitra kerjanya sebagai F&B Consultan di restauran barunya yang baru enam bulan berjalan. Dirinya tidak bisa membagi waktu antara pekerjaan utamanya di hotel dan mengurus bisnis barunya ini. Walaupun Restauran Fine dining di hotel dimana Riveria dan Rangga bertugas sedang tutup dikarenakan kebijakan management terkait penurunan pendapatan yang terjadi disebabkan oleh pandemi covid19 ini, jabatan Rangga sebagai Sous chef masih dibutuhkan hotel untuk manajemen operasional restauran keseluruhan.
Riveria yang sedang di rumahkan sementara oleh pihak managemen hotel menyambut baik tawaran Rangga setelah beberapa saat lalu Rangga melakukan pendekatan pribadi kepada dirinya. Spesial Makan malam yang romantis sebagai titik awal move on dari masa lalu. Sebelumnya di malam itu jelas Riveria meminta Rangga untuk perlahan dalam memulai hubungan pertemanan yang erat karena dirinya belum siap untuk lebih dari sekedar teman untuk saat ini.
Sikap profesional Rangga dan sifat bijaksananya yang membuat Riveria menerima tawaran Rangga. Ia tidak mau canggung dalam keterlibatan nya di projects mereka nanti.
Sebagai F&B Consultan Riveria akan banyak berdiskusi dengan investor dari Singapura ini, menyusun anggaran, konsep restauran dan lain sebagainya sampai ke perekrutan pegawai. Cafe Nostalgia sudah mulai meningkat selama enam bulan ini dan investor ingin perubahan signifikan dimanagemen, menu , dan konsep serta sumber daya manusianya. Beruntung nya cafe Nostalgia tidak terlalu kena dampak pandemi covid19 . Yang patut disyukuri bisa mempertahankan pegawai dan memberi lapangan kerja kepada orang lain.
****
"Hai ! udah lama Dateng?" Riveria mengatur nafasnya yang tersengal-sengal, matanya melirik jam ditangannya pukul 10 pas, matanya mengelilingi sudut Restauran, kok belum datang pikirnya? Tapi ia bersyukur tidak terlambat. Ya dengan keahlian menyetir ngebut dan pemahaman mengetahui jalan jalan tikus dijakarta agar tidak terjebak dikemacetan, dirinya bisa tiba disini on time..Riveria menyeringai dan menarik kursi lalu menghempaskan tubuhnya segera.
" Kamu ngebut lagi ya?.."..Rangga bertanya dengan wajah menyelidik, " bahaya Riv....." ujarnya khawatir. Nada bicara terlihat kurang suka atas aksi kebut kebutan Riveria.
" Gak lah tenang aja aku kan sudah ahli ...ehehe..." riveria mencoba membela diri.
Rangga hanya menggeleng kepala dan tersenyum datar.
Triiit Triiit hape berdering " Yes, Mr Choi...Allright we already here..she bring her CV and reference as well as your request previously.....ummh ...yes...see you soon" Rangga menutup pembicaraan.
" Mereka sudah landing dan segera menuju kesini...."
"I'm ready for it" balas Riveria dengan penuh percaya diri.
__ADS_1
******
"Thank you for coming . We are glad this meeting running so well...." ujar Riveria tersenyum lebar dan membukakan pintu restauran . Mr Choi dan teamnya membalas dengan jabatan tangan erat dan terlihat puas.
" Arrange our second meeting next week. I would like to know the rest of the programs and progress. Nice to work with you Riveria! " Mr Choi masuk ke mobil.
Rangga membungkuk sedikit dan tersenyum lebar pada Mr Choi.
"Well Done Riv!'..... Rangga menepuk lengannya pelan.
" Terimakasih Rangga...." ia melirik jamnya.
Waduh sudah jam 3 lebih ...sesi kedua training juga hampir berakhir....percuma juga balik ke kantor asuransi....harus info secepatnya ke Bu Rahma nih .....
"Rangga kamu masuk duluan saja....aku nyusul sebentar lagi ....aku mau telpon Bu Rahma bisnis manager asuransiku dulu....
***"
Dugggg..... Riveria menabrak dada seseorang ketika membuka pintu restauran. Ia hendak masuk dan orang itu kebetulan mau keluar. Bagai disambar petir menggelegar orang itu adalah....Hah!
Dirinya seketika naik darah dan bingung.
" Eeh....Astaga! .... kenapa...arrgh" Riveria meringis kesakitan karena wajahnya berbenturan agak keras dengan dada Wookie.
" Lagi lagi anda !!!......kenapa ada disini!!!! " bentaknya dengan keras.
"Eh maaf....saya benar benar tidak tahu...kok mbak ada disini sih??!......" Wookie tidak kalah terkaget-kaget . Secara reflek tangannya menyentuh pipi Riveria , " Sakit mbak? ....."
__ADS_1
" Jangan pegang pegang!!! "jawab Riveria ketus dan jengkel. Ia menepis keras tangan Wookie. Dasar Mesum !
Tiga kali bertubrukan dan hari ini yang kedua kalinya menabrak pria yang sama didepannya. Pertanda buruk apa ya Tuhan....
"Kenapa bisa disini anda.....situ ngikutin saya hah!!!"
" Ngikutin mbak....? eh....saya customer disini ...."
" Ohhh massaaak?!! nggak mungkin cuma kebetulan anda bisa berkunjung kesini kan??? Banyak restauran disini kenapa harus disini!!! " alasan saja rutuk Riveria meradang.
Wookie melihat ke arah tamu tamu lain yang sedang memperhatikan mereka berdua. Menatap heran dan berbisik-bisik diantara mereka . Dirinya merasa sangat malu dan membetulkan sikap berdirinya. " Mbak jangan keras keras...saya tidak mau orang lain berpikir macam-macam dengan saya....ehhh buat apa saya ngikutin mbak.... mbak ga tau saya profesinya apa?.....saya tidak ada waktu buat pekerjaan yang gak ada gunanya seperti ngikutin mbak ya..." ujarnya pelan dan tajam. Matanya menatap mata Riveria dengan sebal.
"OK !.....tapi saya sungguh belum bisa percaya omongan anda ! ...Awas minggir.....saya mau lewat!! anda menghalangi jalan saya !" Riveria mendorong kasar badan tegap Wookie.
Wookie menangkap tangan Riveria dan menariknya sedikit mendekati dirinya. " Ssst... mbak ....saya udah minta maaf ....jangan pergi sambil marah begitu...." ujarnya menahan sabar.
" Ehh lepas!!! kamu mesum ya! jangan main main ya sama saya!!! Saya peringati anda!! "menarik kencang tangannya dari genggaman Wookie.
Astaga ! Ini wanita berkata aku mesum!!! Sungguh......Wookie tetap menahan kesabaran nya. Ia cuma berpikir bahwa ini kesempatan nya untuk mengatakan " Saya ingin berbicara baik baik dengan mbak...saya mau berterimakasih akan sesuatu hal"
" Apa?! berterimakasih?? Oh benar benar sudah gila ya anda! jangan mempermainkan saya ! sekali lagi saya sudah memperingati anda ya! Tolong keluar saya tidak mau berurusan dengan anda lagi!! " Riveria mendengus jengkel dan menatap mata Wookie dengan amarahnya. Ia bergegas pergi menjauhi Wookie dan menggerutu dalam batin.
Siaall...Sialllll....udah training batal .....kenapa juga harus Ketemu orang itu lagi?? Sontoloyo mesum?! Kenapa juga di cafe Nostalgia?? ....Awas aja ya...saya akan laporkan ke Bu Rahma .....
Tapi buat apa? apakah ada hubungan nya toh dia pemegang polis terbesar sepertinya ....dan apa tadi....dia bilang apa aku tidak tahu profesinya? Ihhh Sakit jiwa....buat apa tahu profesi dia....benar benar sontoloyo......
****
Hai para pembaca Novelku yang baik dan Budiman ☺️ .. Terimakasih banyak atas semua perhatian dan dukungannya , Jangan lupa untuk tekan tombol like , favorit dan Vote ya...😁☺️🙏...dan mari saling dukung sesama writer juga untuk semua penikmat karya seni.... Author akan selalu terbuka dengan saran dan kritik...ini adalah karya pertama di Noveltoon semoga kedepannya banyak kisah nyata yang aku bungkus dengan fiksi yang aku mau share... 🥰🥰
__ADS_1