
"Wookie, SPAJ kamu tinggal di tanda tangan saja ya, ibu sudah revisi isinya barusan...mm mau dibaca dulu? " Bu Rahma menjelaskan dokumen yang dipegangnya sambil tersenyum.
Ketika seseorang ingin bergabung dengan program asuransi jiwa, kita pasti diminta untuk mengisi SPAJ – Surat Permintaan Asuransi Jiwa, pastikan kalau produk dan manfaat nya serta akad perjanjiannya sudah diteliti dan disepakati dengan benar.
"Aku percaya sama Bu Rahma...as always.." membalas senyuman Bu Rahma.
"Ehh bisa aja kamu...." Bu Rahma menjadi malu dipuji begitu, kalau lihat wajah tampan wookie siapa sih yang gak terperdaya sama senyuman nya itu loh ...ck ck ck....batin Bu Rahma cepat cepat menyingkirkan pikiran nya
" Masa pemulihan mama semakin baik Bu Rahma, Rumah sakit yang ditunjuk asuransi Delightful sangat service excellent Aku senang mama di operasi disana "
" Pastinya perusahaan kami selalu mengutamakan nasabahnya yang terbaik, gak pernah setengah-setengah loh ... kenyamanan dan keselamatan nasabah adalah prioritas pertama..."
"Maka dari itu aku setuju untuk polis program penyakit kritis ini Bu,kombinasi yang baik dengan polis pertama aku untuk wafat dan asuransi kecelakaan" Wookie mebaca dengan seksama dan teliti lembar perlembar, semua dia pahami klausul dan akad dalam SPAJ yang dipegangnya...
Tut tuut.. telepon dimeja Bu Rahma berbunyi
"Sebentar saya terima telepon dulu Wookie "
Keliatannya dari Business Director Bu Susi . Agak lama membahas klaim nasabah yang bermasalah
Tidak berapa lama suara Tring tring tring....Hape Wookie berdering
" Maa.. kenapa...? Wookie mengerutkan dahinya
" hhhhh....Nak mama di toilet ...pintunya gak bisa dibuka ini....mama engap.....hhhh...." terdengar mamanya menghela napas berat dan tersengal sengal...
__ADS_1
Secepat kilat Wookie bergegas keluar dari ruangan Bu Rahma.
Bu Rahma yang sedang serius menjawab telepon wajahnya terlihat kebingungan.
*********
Bu Rahma tergopoh-gopoh merangkul dan membantu mendudukkan Mama Wookie disofa ruangan kantor nya...Takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan segera menelpon dokter on call yang ada diseberang gedung asuransi Delightful. Pusat Perbelanjaan yang ada disekitar Bundaran HI itu adalah anaknya seorang dokter umum yang jaga klinik di sana. Kebetulan juga anak gadisnya ini masih single dan inilah kesempatan untuk mempertemukan nya dengan Wookie.
"Nak mama minta air..." pinta mama Wookie lemah
Wookie bergegas mencari dispenser disekitar ruangan dan langsung mengambil segelas air hangat untuk mama
Mamanya terlihat sudah agak baikkan tidak pucat pasi lagi. Jantungnya berdegup kencang was was dan keringat dingin meluncur seketika waktu mama menelepon dari toilet. Hufft Ya Tuhan...
"Deswita mau kesini sebentar lagi , jangan khawatir dia bisa langsung kesini dekat kok 15 me nit sampai ....dia anakku yang dokter jaga di klinik Mall Grand Internasional..."tangannya sambil mengusap-usap lembut tangan Mama Wookie
"Jeng Rahma Ndak usah repot-repot .....maaf saya jadi bikin khawatir saja ini...."
Wookie merasa tidak enak dengan Bu Rahma, betapa perhatiannya ia pada Mama Wookie dan dirinya.
*******
Mama Wookie diperiksa dengan baik oleh dokter Deswita, sepanjang pemeriksaan Bu Rahma banyak mempromosikan anak gadisnya itu , kelihatan sekali dari nada bicaranya
Mama Wookie tersenyum kecil sambil melirik wajah anak tampannya tersebut....Wookie hanya tersenyum dan mengangguk angguk kan kepala sambil mendengarkan ocehan Bu Rahma.
Manis. Cantik. Hmm....Wookie menghela napas diam diam...hatinya lagi ingin menghindar dari sebuah relationship....karena bersama Femmy pemilik Franchise restaurant yang imut dan cantik itu dirinya sedang menjalani masa introspeksi masing masing....padahal gaun pengantin sudah dipesan dan undangan sudah mau dicetak. Wajahnya mendadak tertunduk dan melamun sejenak.
__ADS_1
"Ehh ii...iya.. terimakasih banyak dok" ujarnya tergagap. Wookie tergagap membalas perkataan dr Deswita yang mengatakan mamanya baik baik saja. Tekanan darah nya normal. Dan menganjurkan belum boleh banyak aktivitas keluar rumah dan harus ada yang mendampingi kemanapun.
Bu Rahma tersenyum puas sendiri berpikir Wookie bersikap malu malu terhadap anaknya dan tergagap menjawab pertanyaan Deswita.
Deswita pun tertunduk malu ketika Wookie mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan
" Tidak apa apa mas Wookie" sambil tersipu malu menangkupkan kedua tangannya . " Social Distancing mas....." ujarnya masih tersenyum.
"oooiya ya ...maaf ...maaf lupa dok.. hehehe...." Wookie menggaruk-garuk sendiri kepalanya malu.
Mama Wookie tergelak kecil melihat kelakuan Wookie. Ia berpikir Wookie tertarik oleh dr Deswita , padahal mama Wookie tahu Wookie sedang mempersiapkan pernikahan dengan Femmy....hufft anak ini ...apa perlu sekarang ia beritahu Bu Rahma kalau Wookie sudah punya tunangan? Mau menikah lagi.... hadeuh Mama Wookie tidak berani melihat wajah Bu Rahma yang baru saja balik mengantar anaknya ke lift.
******
"Bu Liam tadi sudah saya suruh orang maintenance kantor untuk perbaiki pintu toilet nya, maaf banget lo Bu....untung ibu Ndak apa apa yaa...."
"Iyaa...jeng Rahma Ndak apa tadi untung mbak cantik pakai baju hitam yang nolongin saya dobrak pintunya...."
" ohhhh.....eh...jadi bukan Wookie yang masuk kedalam toilet tadi... aha- ha...." bu Rahma terbahak pendek.....
Wookie melirik mamanya dan tersenyum lebar " Iya ma...tapi mbaknya yang nolongin judes banget kayaknya...karyawan sini ya Bu Rahma?....
Bu Rahma tercekat, " Eee....disini cuma sedikit karyawan yang tetap.... administrasi dilantai 2 dan accounting lantai 3 sih....yang kelantai sini paling calon nasabah atau nasabah lama kadang juga ada calon agen yang Interview sama Bu Susi...." pikirannya menerka nerka ....hmm...apa...eh baju hitam....apa Mbak Riveria ya? batinnya....
Riveria juga pembeli polis asuransi melalui dirinya dan ia juga yang menawarkan Riveria untuk freelance di keagenan . hadeuh ada ada aja deh...biarlah namanya juga kesalahan pahaman.
Interview? Hmm, calon anak baru toh Wookie terkekeh dalam hati. Ia tersenyum simpul.
__ADS_1
******
Hai para pembaca Novelku yang baik dan Budiman ☺️ .. Terimakasih banyak atas semua perhatian dan dukungannya , Jangan lupa untuk tekan tombol like , favorit dan Vote ya...😁☺️🙏...dan mari saling dukung sesama writer juga untuk semua penikmat karya seni.... Author akan selalu terbuka dengan saran dan kritik...ini adalah karya pertama di Noveltoon semoga kedepannya banyak kisah nyata yang aku bungkus dengan fiksi yang aku mau share... 🥰🥰