Kawin Kontrak Dengan Pria Muda

Kawin Kontrak Dengan Pria Muda
Setelah Cahaya Matahari


__ADS_3

Seingatnya sudah dua kali dirinya tidak sengaja bertubrukan dengan wanita ini.


Pertama sebulan lalu dan hari ini yang kedua. Suatu kebetulan yang tidak menyenangkan sama sekali. Entah kenapa tiba-tiba muncul dipikiran nya untuk mengatakan sesuatu kepada wanita yang sedang berbicara di ruangan Bu Rahma.


" Eh ...Wookie? ...sudah selesai urusan dokumen diatas?...ibu baru saja mau ke lantai 20 lho...?"...ujarnya sedikit keheranan. Perkiraan nya 10 menit lagi dia akan menyusul Wookie keatas. Hari ini penyerahan berkas klaim mama Liam. Dan pengajuan premi baru untuk asuransi kesehatan Wookie. Sebelumnya Wookie sudah mempunyai Polis asuransi jiwa terlebih dahulu.


"Mmh....iya... Sudah di bantu Bu Susi tadi...kalau tidak salah tinggal tunggu diruangan beliau ...nanti tinggal tanda tangan dokumen disitu...." Wookie menjelaskan duduk perkara nya.


" Oo ...iya..ah...ya, kamu nunggu dulu di ruangan Bu Susi kalau begitu...ok? sebentar ..." Bu Rahma mengangguk-angguk kan kepala nya kearah Wookie mengisyaratkan supaya ia menunggu diruangan sebelah . Ruangan atasannya yaitu Bu Susi , salah satu Board Director dari Asuransi Delightful.


" Kebetulan Bu Susi sudah dari lantai 20 sebentar lagi dia kembali dan saya kasih dokumen persetujuan dulu ke Accounting...." Bu Rahma membereskan beberapa tumpukan berkas diatas mejanya dan memeriksa lembar perlembar.


" Wah sampai bu Susi sendiri yang menangani dokumennya ..." celetuk ku tanpa sadar.


Bu Rahma mengangkat kacamatanya beralih dari lembaran kertas didepannya, " Ha-ha-ha, itu kan beliau memang sudah dekat dengan keluarga mereka....dari orangtuanya pria tadi itu sudah lama jadi pemegang polis disini...."


"Eh..iya Bu...." Riveria menyesal sudah asal bicara .Kikuk mendengar penjelasan Bu Rahma.


" Mmh...itu loh pria yang tadi...yang masuk keruangan ibu... bukannya tadi dibawah kalian tabrakan dekat pembatas antrian pintu masuk? "


Hah?! .....jadi tadi itu si sontoloyo itu toh? ihhhh...tangannya meraba pelan bahunya yang ditabrak .

__ADS_1


'" Hmm...yang tadi itu..." senyum nya sedikit masam.


Lobby utama sebesar itu kenapa bisa nabrak orang sih? mabok apa ya?.......gak jelas.....


Riveria menggumam sendiri... ternyata si cowok muda yang menabraknya tadi bukan seorang karyawan seperti pikirannya. Pemegang polis asuransi juga seperti dirinya...dan Bu Rahma sebagai financial advisor nya . Huh ....pantas ...Bu Rahma tadi melambai kan tangannya kearah dirinya tapi pria tersebut berjalan kesamping dengan cepat memotong arah jalan didepannya.


Bu Rahma keluar ruangan membawa dokumen keruangan bu Susi yang berseberangan dengan ruangannya. Terlihat dengan jelas oleh Wookie kedatangan Bu Rahma yang bergegas masuk , sudut matanya menatap Riveria yang terlihat dari dinding kaca pembatas ruangan Bu Rahma. Tidak sengaja terjadi kontak mata antara mereka berdua beberapa saat. Riveria dengan muka sedikit ketus memalingkan wajahnya dengan bergeser ke arah sofa menghadap jendela luar. Dari situ ia bisa melihat jejeran gedung pencakar langit dan bangunan lainnya. Pagi yang cerah . Sinar matahari masih menerpa dengan lembut menembus kaca jendela.


" Wookie ...Bu Susi info kesaya barusan dia chat kalau ada visit customer ke kantor nya jam 10 ini , beliau sudah melimpahkan dokumen semua kesaya untuk diurus hari ini , tinggal ditandatangani saja berkas ini" Bu Rahma menyodorkan pulpen ke Wookie.


Dokumen diperiksanya dengan cermat , sambil mengangkat map dan membaca perhalaman matanya mencuri pandang ke arah Riveria beberapa kali. Dirinya tidak bisa tahan untuk tidak memperhatikan wajah Riveria. Dia ingat sebulan lalu bentakan keras dari depan pintu masuk kamar mandi wanita. Dan tubrukan pagi ini adalah yang kedua. Wookie tidak melihat dengan jelas ada yang berjalan ke arah Bu Rahma. Dirinya mengira Bu Rahma melambaikan tangan kearahnya. Wookie berjalan cepat lurus saja tanpa menyadari dirinya menabrak seorang wanita.


Hmmh... pasti karena dua botol wine semalam sama Bimo....tubuhku sudah sebulan ini di jejali minuman beralkohol...


"Wookie? eh...kamu kenapa...sakit?..." Bu Rahma menatap Wookie yang terlihat sedikit berkeringat .


Anak ini tidak mendengarkan penjelasan ku panjang lebar tadi ....mungkin dia tidak fokus...batin Bu Rahma.


Cepat cepat Wookie menyadarkan diri dari lamunannya, " Maaf Bu Rahma....." ujarnya sambil tersenyum. " Saya percaya semua sudah di tangani dengan baik dan benar oleh ibu dan Bu Susi seperti biasa....saya tidak perlu khawatir "


" Tapi ibu lihat kamu agak kurusan belakangan ini , jaga kesehatan mu, Oiya nanti sore saya jenguk mama Liam lagi kerumah sakit, kebetulan Deswita juga mau ikut sowan ke mama...." Bu Rahma tersenyum penuh arti.

__ADS_1


Wookie menangkap maksud Bu Rahma, pastinya ia mau menciptakan keakraban dengan mempertemukan anaknya dan mama. dokter Deswita adalah putri Bu Rahma yang tempo hari datang kekantor asuransi ini mampir memeriksa kesehatan mama yang agak lemas karena terkunci dikamar mandi. Dirinya hanya mengangguk angguk mendengarkan perkataan Bu Rahma. Sesekali menghela nafas perlahan.


*****


" Bu Rahma, maaf saya potong pembicaraan sebentar, saya ada perlu sebentar sama ibu.." Tiba tiba Riveria sudah berada diambang pintu kantor Bu Susi. Matanya beralih menatap sedikit ketus Wookie tapi tersenyum kecil. Wookie terkejut , dan hanya diam terpaku di sofa.


"Ohh Ada apa Riv? Sorry kelamaan ya saya disini...." Bu Rahma bangkit dari duduknya dan berjalan cepat kearah Riveria.


" Bu saya mau minta izin ada meeting dengan investor restoran milik teman saya . Baru tiba dari Singapura. Kalau boleh saya ikut sesi kedua training asuransinya setelah jam 1 siang?......bisa Bu?...... "


" Ok Riv tidak masalah , materi sesi 1 nanti saya print dan saya kasih ke kamu " ujar Bu Rahma menepuk pundak Riveria seraya mengangguk .


Wookie bangkit dari sofa dengan sedikit ragu ragu. Ia mengumpulkan keberaniannya untuk berbicara.


" Maaf....tadi saya nabrak mbak dibawah...." ujarnya sambil otaknya berputar keras untuk menemukan kalimat apa yang akan di katakan selanjutnya. Ia tersenyum lebar kearah Riveria.


Riveria tersenyum kaku menanggapi permintaan maaf Wookie ," Ya ... tidak apa. " ia merasa sedikit aneh.


Nih Orang kan yang mau masuk WC wanita waktu itu? Astaga ?!.....Nubruk gue udah 2 kali ??....patut dicurigai nih ....gue betot juga kalo Ampe macem macem ni Cowok!!! Dasar Mesum !


*****

__ADS_1


Hai para pembaca Novelku yang baik dan Budiman ☺️ .. Terimakasih banyak atas semua perhatian dan dukungannya , Jangan lupa untuk tekan tombol like , favorit dan Vote ya...😁☺️🙏...dan mari saling dukung sesama writer juga untuk semua penikmat karya seni.... Author akan selalu terbuka dengan saran dan kritik...ini adalah karya pertama di Noveltoon semoga kedepannya banyak kisah nyata yang aku bungkus dengan fiksi yang aku mau share... 🥰🥰


__ADS_2