
Di pagi hari ada seseorang yang mengetuk pintu rumah Gabriel dan Adrien Agreste.
Saat mereka buka pintu, alangkah terkejutnya mereka bahwa Emilie kembali.
"Apakah itu kamu Emilie atau kamu saudara kembarnya Amelie Graham de Vanily?" kata Gabriel.
"Aku Emilie, apakah itu kamu Adrien, sekarang kamu sudah besar" kaya Emilie.
"Apakah kamu ibuku? "kata Adrien.
"Iya, aku ibumu" kata Emile. Lalu Adrien memeluk ibunya.
"Ibu kemana saja selama ini, kenapa meninggalkan kami? " tanya Adrien.
"Maaf sayang, waktu ibu tersesat dan sekarang ibu bisa kembali" kata Emilie.
"Ibu, aku punya pacar namanya Marinette, apa ibu mau bertemu dengannya? " kata Adrien.
"Undanglah dia besok kerumah, kita akan bersama" kata Emilie.
"Ibu aku sangat rindu ibu, ibu tahu semenjak ibu menghilang ayah selalu mengurung ku dirumah" kata Adrien.
"Adrien yang malang, ibu harap ayah tidak mengurung mu lagi" kata Emilie.
Nathalie yang melihat Emilie kembali harus sedih karena Gabriel tidak membuka hati untuknya.
"Apa benar kamu mengurung Adrien dirumah? tanya Emilie.
"Iya, aku ingin dia aman supaya tidak menghilang seperti kamu" kata Gabriel.
"Seharusnya kamu tidak mengurung dia, dia perlu melihat dunia luar bukan hanya dirumah saja" kata Emile.
"Adrien, ayah tidakbsetuju kamu berpacaran dengan Marinette, ayah memilih kamu bersama Lila".
__ADS_1
"Lila telah mengurung Marinette di gudang, apa itu yang namanya teman yang baik?, asal ayah tahu, Lila sudah di pencara" kata Adrien.
"Apa, kamu serius? " tanya Gabriel.
"Benar ayah dan dia di pencara seumur hidup, mana mungkin aku bisa menikah dengan tahanan?" kata Adrien.
"Biarlah anak kita memilih jodohnya, Gabriel, apa kamu mau waktu kamu kecil dipaksa dengan orang yang kamu tidak cinta? " tanya Emilie.
"Terserah kalian" kata Gabriel.
Besoknya Marinette ke rumah Adrien. Saat masuk Marinette penasaran karena tidak mengenal Emilie.
"Silahkan masuk" kata Adrien dan Emilie.
"Adrien, siapa ibu yang disebelah kamu? " tanya Marinette.
"Dia ibuku, yang menghilang selama 9 tahun" kata Adrien.
"Ibu bukan masalah, dan kamu jangan panggil saya ibu Adrien tapi panggil ibu saja karena kamu akan jadi menantu ibu" kata Emilie.
"Saya hanya pacarnya bu, dan mengapa ibu tahu bahwa kami pacaran? tanya Marinette.
"Karena Adrien menceritakannya" kata Emilie.
Seketika pipi Marinette menjadi merah karena dia malu karena ketahuan pacaran dengan Adrien.
"Kata Adrien kamu adalah seorang designer, apa kamu bisa membuatkan ibu sebuah gaun? tanya Emilie.
"Tentu bisa bu,ibu mau model apa, warna apa?" tanya Marinette.
"Sesuaikan saja dengan rambut,mata dan kulit saya" kata Emilie.
"Baiklah" kata Marinette.
__ADS_1
Hmm ternyata Emilie sudah membuat tes menantu idaman tanpa Sepengetahuan Marinette.
"Dalam 3 hari apa bisa selesai, ibu memerlukannya untuk pesta" kata Emilie.
"Akan saya usahakan bu" kata marinette.
"Baiklah" kata Emilie.
"Tunggu sebentar, kamu juga ikut, ibu mau memperkenalkan designer pembuat baju ibu sekalian calon menantu ibu, kamu juga bisa membawa orang tua kamu" kata Emilie.
"Baik bu" kata Marinette yang sebenarnyamerasa malu jika semua tahu bahwa dia adalah calon istri Adrien Agteste.
"Ibu, bukannya sebelum menikah, tunangan dulu" kata Marinette.
"Itu terserah kalian mau tunangan dulu atau langsung nikah" kata Emilie.
"Baik bu" kata Marinette.
Sebenarnya Marinette tidak kepikiran untuk menikah muda tapi jika dia menikah dia ingin mempunyai anak yang bernama Emma Agreste dan Hugo Agreste.
Hmm Marinette, kamu baru pacaran sudah pikirkan nama mereka, terperencana sekali.
Kemudian Marinette pamit pulang dan menceritakan apa yang terjadi kepada kedua orang tuanya.
Sabine:"Wah, ibu akan jadi besan".
"Nanti Marinette, sudah tidak serumah dengan kami" kata Tom.
"Saya janji akan sering-sering kerumah ayah dan ibu kok" kata Marinette.
"Baiklah" kata Tom dan Sabine dan mengelus rambut putri mereka.
Sekian cerita kali ini dan di tunggu sambungannya, bye dan happy reading.
__ADS_1