
Di season dua tentang kisah cinta Vrisa, Raden dan Uno, semoga kalian suka dan Happy Reading.
Vrisa, Raden dan Uno hari ini main basket lalu betemu seorang gadis bernama Una.
Bagaimana mereka bertemu?
Saat mereka bertiga bermain, Uno jadi wasit, Vrisa dan Raden tim lawan.
Tidak sengaja bola yang di tendang kena seorang wanita dan yap itu Una.
"Aw" kata Una kesakitan.
Ketiga anak itu berlari menghampiri gadis itu.
"Maafkan kami, apa mau ke dokter? " tanya mereka bertiga.
"Tak osah, nanti juga hilang sakitnya" kata Una.
"Walaupun begitu, tetapi tetap bikin kwatir" kata Uno.
Akhirnya mereka berempat ke dokter, dan syukurlah Una baik-baik saja.
Setelah kejadian itu Una dan Uno jadi dekat.
Uno dan Una jatuh cinta dan jadi pacaran.
Saat tamat SMA Uno lamar Una. Lalu mereka punya anak bernama Nano dan Nona.
Hmm nano itu bukan nya nama permen? sudahlah kembali ke Nano dan Nlona.
Nano dan Nona adalah anak yang baik setiap hari membantu orang tuanya.
Tunggu bagaimana dengan Vrisa dan Raden?
Raden menikah dengan Rena dan Vrisa menikah dengan Vino.
Saat Nona bekerja di sebuah restoran sebagai pelayan, suatu saat ada pelayan lain yang sedang beranya ke tamu.
"Nona, pesan apa?" kata pelayan itu yang bernama Rio.
__ADS_1
"Aku tidak pesan apapun" kata Nona ke Rio.
"Saya tidak tanya kamu, saya tanya nona ini" kata Rio.
Seketika Nona jadi malu ternyata bukan dia yang di tanya.
"Maaf" kata Nona.
"Iya, saya maafkan" kata Rio.
Anak Raden dan Rena bernama Rana dan Anak Vrisa dan Vino jadi Vrisno.
Rana dan Vrisno menjadi dokter.
Kenapa Nona jadi pelayan? karena dia belum mau kerja di perusahaan dan perusahaan di atur oleh Nano.
Rana dan Vrisno kadang menemui Nano dan Nona, paman dan bibi muda mereka.
"Nona, kapan kamu mau kerja di perusahaan ayah? tanya Uno.
"Entah, yah" kata Nona.
"Saya ragu ayah, tapi sepertinya saya ingin jadi polisi, keluarga kita belum ada yang jadi polisi" kata Nona.
"Kalau begitu, ikutlah ujian calon polisi, siapa tahu terwujud" kata Uno.
"Baik, uah" kata Nona.
Setelah ikut ujian, Nona lulus dan mulai bekerja jadi polisi 1 minggu lagi.
Suatu hari tidak sengaja Nona bertabrakan dengan seorang pria.
"Nona, kalau jalan hati-hati" kata pria bernama Sam.
" kok, bisa tuan tahu nama ku? " tanya Nona
"Apa, maksud mu? " kata Sam.
"Nama saya Nona, pak jadi beritahu bagaimana bapak bisa tahu? " tanya Nona.
__ADS_1
"Maaf nona, saya tidak tahu nama nona adalah Nona dan nona adalah panggilan untuk seorang wanita yang belum nikah" kata Sam.
"Saya minta maaf juga, karena memaksa kamu mejawab pertanyaan ku" kata Nona.
"Gak apa kok nona, saya pamit ya mau pergi dan hati-hati jangan tabrakan lagi" kata Sam.
"Hari ini aku kurang beruntung" kata Nona.
Saat mau pulang tiba-tiba ada beberapa perampok dan ada seorang gadis yang jadi korban.
"Hei, kalian jangan nganggu dia" kata Nona.
"Hei nona, jangan sok jadi pahlawan" kata salah satu perampok.
"Pak tak baik merampok barang orang lain, apa lagi menyakiti perempuan" kata Nona.
"Hei nona, mendingan kamu pergi karena ini bukan urusan mu atau saya rampok juga barang mu" kataperampok lainnya.
"Ayo, jika kamu berani" kata Nona.
Setelah bertarung, akhirnya dia menang.
"Saya polisi, telah menangkap kalian sebagai perampok" kata Nona yang sudah memborgol semua tangan perampok tersebut.
"Terima kasih kakak polisi kata gadis itu.
"Iya sama-sama, lain kali hati-hati dan jangan jalan sendiri" kata Nona.
"Baik kak" kata gadis itu.
"Siapa nama mu, di mana rumah mu? perkenalkan nama kakak Nona" kata Nona.
"Nama saya Maya, rumah saya di Jalan Damai No. 4, nama kakak lucu" kata Maya.
Nona pun membawa Maya ke rumahnya setelah para perampok di masukan ke penjara.
"Hari ini cukup lelah" kata Nona.
Setelah bersih diri, Nona pun tertidur karena lelah.
__ADS_1
Bersambung, terima kasih telah membaca, untuk komen, like dan sebagainya, semoga kalian suka.