
wanita itu tersenyum melangkah mendekati kinanti yang terkapar tak berdaya dengan banyak darah di kepalany
kinanti menatap wanita itu wajahy tidak jelas kinanti melihat ke arah kaki wanita itu
"jangan kamu pikir loncat dari mobil mu kamu akan selamar kinara aku tetap akan menghabisi mu dengan ini"ucap wanita itu mengarahkan pistolny ke arah kinanti
"apakah ini ahir hidupku"guman kinanti dalam hati
deg deg deg
terdengar suara sirine membuat wanita terkejut
"sial kenapa ada polisi"umpat wanita lalu kembali menyimpan pistol ny dan segera berlari meninggalkan kinanti yang terbaring lemah
kinanti memejam matany menahan rasa sakit di kepalany sayup sayup ia mendengar seseorang memanggil ny
"kinara bangun sayang jangan buat ku hawatir "ucap arsenio
"aku bukan kinara kenapa ka arsen memanggil ku kinara"guman kinanti dalam hatiny dan mata kinanti kembali terpejam
"kinara"panggil arsenio
beberapa menit kemudian arsenio membawa kinanti ke rumah sakit dokter segera menangani kinanti
"arsen bagaimana keadaan kinara"ucap irene panik
"masih di tanganin dokter mah"ucap arsen
"lalu di mana kinanti"ucap irene
"kinanti jatuh ke sungai dia masih berada dalam mobil itu polisi sedang mencariny"ucap arsenio
felix mencengkeram kerah baju arsenio "ini semuah terjadi karna kau tak becus jadi suaminyaa harusny aku yang menikah dengan kinara"bentak felix
"felix lepaskan adikmu jangan gila kamu ini di rumah sakit "ucap irene menarik tangan felix
"kau pikir aku mau ini terjadi "bentak arsenio
"arsen sudahlah ini bukan saatny bertengkar "ucap irene
"yang di katakan mamah kalian benar ini bukan saatny kalian bertengkar"ucap sbastian
"mamah mau minta satu hal soal kinanti sebaiknya jangan dulu cerita pada ibu ny mamah hawatir ini akan berdampak buruk bagi kesehatan bu maira"ucap irene
"baik mah aku tidak akan mengatakan soal kinanti pada ibu "ucap arsenio
seorang wanita menghampiri mereka "bagaimana keadaan kinara"ucap maira
"masih di tanganin dokter bu ibu yang sabar kita sama sama berdoa semoga kinara baik baik aja"ucap irene
maira mengangguk
seorang dokter keluar dari ruang rawat kinara
"gimana kondisi menantu saya dok"ucap irene
nampak semuah orang menunggu jawaban dari dokter
"keadaannya keritis dia terlalu banyak mengeluarkan darah tapi jangan hawatir kami sudah memberikan darah pada menantu nyonya ada benturan keras di kepalany itu yang membuat dia mengalami koma"ucap dokter
"tolong sembuhkan putriku"ucap maira
"dok kinara akan sadarkan "ucapa arsenio
"seperti yang saya katakan akibat benturan keras di kepalany membuat kinara belum sadar sampai saat ini dan kemungkinan nya kinara mengalami koma tapi tuan jangan hawatir saya akan berusaha semampu saya"ucap dokter
__ADS_1
"terimaksih dok"ucap irene
arsenio mendekati kaca kamar rawat kinanti tangany menyentuh kaca itu
"maafkan aku kinar aku sudah gagal menjadi suamimu"guman arsenio
hari hari terus berganti tak terasa sekarang sudah 5 Hari tapi kinara belum juga sadar
arsenio mendekati kinara tangany mengemgam tangan kinara"aku mohon buka matamu demi vanya jangan menghukum ku seperti ini aku tau aku Salah"guman arsenio
"ka kinara"panggil kinanti
nampak kinara menghampiri kinanti dan memelukny"mulai sekarang jadilah kinara dan ibu untuk vanya sbenerny kamu yang berhak atas semuah itu"ucap kinara lalu melepaskan pelukan nya
kinara berjalan menjauh dari kinanti
"ka kinara"teriak kinanti
kinara tersenyum pada kinanti dan mulai menghilang
"ka kinara "guman kinanti
jari kinara mulai bergerak
"kinara"guman arsen melihat tangan kinara mulai bergerak
perlahan mata kinara mulai terbuka dia menatap sekeliling nya
"kinara syukurlah kamu sudah sadar"ucap arsen dia langsung membuka oksigen yang di pasang pada kinara
kinara menatap arsenio
"kamu siapa"ucap kinara
"sayang ini aku suami kamu"ucap arsenio
"sakit"ucap kinara
"sayang kenapa"ucap arsen panik
"kepala ku sakit "teriak kinara
arsen yang panik segera manggil dokter
"berikan dia suntik penenang"ucap dokter
"baik dok"ucap suster menyuntikan obat ke tangan kinara
"ada apa dengan kinara dok"ucap irene
"bisa kita bicara di luar"ucap dokter di angguki arsen dan irene
"seperti yang saya katakan nona kinara mengalami benturan keras di kepalany dan itu menyebabkan dia kehilangan ingatany "ucap dokter
"apa ingatan istri saya bisa pulih kembali"ucap arsen
"tuan gak usah hawatir ingatan nya yang hilang bisa kembali lagi yang penting jangan terlalu memaksany untuk mengingat biarkan pelan pelan untuk mengingat kalo terlalu di paksa takutny berdampak buruk bagi nona kinara"ucap dokter
"makasih dok"ucap irene
"kalo gituh saya permisi dulu"ucap dokter lalu pergi
"jadi putri ku kehilangan ingatan nya"guman maira menangis
"mbak yang sabar yah kita hadapin semuahnya sama sama saya yakin kinara akan baik baik saja"ucap irene
__ADS_1
maira mengangguk
"boleh aku melihat kinara"ucap maira
irene mengangguk
maira masuk ke ruang rawat kinara dia menatap kinara yang masih tertidur karena obat penenang
"bangun lah nak jangan bikin ibu hawatir lupakanlah janji mu pada almarhum ayah mu ibu tak ingin kehilangan mu setelah kehilangan kinanti"ucap maira
air mata menetes dari mata kinara yang masih terpejam
"ibu pergi dulu yah nak"ucap maira pergi meninggalkan kinara
beberapa hari kemudian kinara sudah bisa pulang ke rumah arsen mendorong kinara menggunakan kursi roda kinara terus menatap rumah itu
"ada apa kin"ucap arseen
"apa aku pernah tinggal di sinih aku gak inget apapun"ucap kinara
alvaro mensejajarkan diri nya dengan kinara yang di kursi roda
"gapapah kamu jangan terlalu memaksa untuk mengingat kita lakukan secara perlahan "ucap arsenio menatap mata kinara
"kenapa jantungku berdetak begituh kencang "guman kinara dalam hati
arsen mulai mendorong kembali kursi roda istriny
"kk ipar apa baik baik aja kenapa pake kursi roda "ucap aurora
"dia gapapah ini hanya sementara keadaan nya belum pulih benar"ucap arsen
"dia siapa"ucap kinara bingung
"kk gak ingat aku"ucap aurora
"dia kehilangan ingatany kinara dia adiku aurora"ucap arsen
waw kalian mirip sekali
kemarilah nak
terngiang suara suara dari bayangan kinara
"kenapa aku ngerasa gak asing dengan suara wanita ini"guman kinara dalam hati
"kamu kenapa sayang ada yang sakit"ucap arsen panik
"gapapah aku mau istirahat aja"ucap kinara
arsen mengangguk mendorong kursi roda kinara ke kamarny
sampai di kamar arsen membantu kinara menggendong nya dan menidurkan nya di kasur dengan pelan
"maaf biasany aku manggil kamu apa"ucaap kinara
"gimana kamu aja ingatnya manggil apa"ucap arsen menggemgam tangan kinara
kinara memgangguk
di sebuah kamar terlihat wanita yang sedang mengamuk menghancurkan semuah barangny
"bagaimana mungkin dia selamat jika aku tidak bisa memiliki arsen wanita itu pun tak boleh memilikinya
baiklah kali ini kamu selamat tapi aku gak akan nyerah aku pasti akan membunuh mu kinara "guman wanita itu tersenyum licik
__ADS_1
Bersambung
"jangan lupa like komen vote dan Favorite terimakasih dukungany